Pemda Kota Cirebon Dorong Pelaku Usaha Kuasai Ekonomi Digital

CIREBON – Sejumlah pelaku usaha di Kota Cirebon mengikuti program Digital Entrepreneurship Academy (DEA) dalam bentuk pelatihan pengelolaan keuangan, di Hotel Prima Kota Cirebon.

Program yang digulirkan Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia (Kominfo RI) itu juga diikuti oleh pelaku usaha dari Kabupaten Cirebon dan Indramayu. Mereka akan mengikuti pelatihan selama 31 Mei-1 Juni 2022.

Pemda Kota Cirebon Dorong Pelaku Usaha Kuasai Ekonomi Digital

Pemerintah Daerah (Pemda) Kota Cirebon mengapresiasi kegiatan ini, sebab akan mendorong tumbuhnya wirausaha baru di era ekonomi digital. Oleh karenanya, pelaku usaha harus memanfaatkan teknologi dalam pengembangan ekonomi. 

“Pelaku usaha harus melakukan inovasi agar dapat beradaptasi. Apalagi aktivitas pembelian atau penjualan produk banyak melalui platform digital,” kata Wakil Wali Kota Cirebon, Dra. Hj. Eti Herawati usai pembukaan pelatihan tersebut.

Pemda Kota Cirebon Dorong Pelaku Usaha Kuasai Ekonomi Digital

Eti berpesan kepada seluruh peserta pelatihan agar sungguh-sungguh mengikuti dan memahami seluruh materi pelatihan. Sebab, ke depan ilmu yang diperoleh harus diterapkan. “Targetnya produk sudah bisa dipesan melalui platform digital,” katanya. 

Dengan mendorong dan memberikan pembekalan, Eti berharap pelaku usaha khususnya dari Kota Cirebon mampu bersaing di era digital. Bahkan produk khas Kota Cirebon dikenal sampai mancanegara. 

“Semakin terkenal produk khas Kota Cirebon akan makin laku dan semakin sejahtera pelaku usahanya,” tegasnya

Pemda Kota Cirebon Dorong Pelaku Usaha Kuasai Ekonomi Digital

Sementara itu, Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan SDM, Dr. Eng. Hary Budiarto M.Kom, IPM., mengatakan, tujuan kegiatan ini agar pelaku usaha memiliki pengetahuan digital yang baik.

Dengan begitu, mereka mampu memanfaatkan teknologi digital dalam pengembangan ekonomi. “Pelaku usaha harus mampu menguasai dan memasarkan produknya di platform digital,” katanya.

Bukan hanya itu, pelaku usaha juga dibekali ilmu perbankan melalui pelatihan tentang keuangan ekonomi digital dan akses permodalan. 

“Pelaku usaha harus mampu mengelola keuangan secara digital pula,” katanya.

Sumber : http://www.cirebonkota.go.id/

Wakil Wali Kota: Siapkan Generasi Emas 2045 Sejak Sekarang

CIREBON – Indonesia Emas 2045 menjadi visi yang harus disukseskan semua pihak. Salah satunya dengan menyiapkan generasi emas. Hal ini seiring dengan untuk optimalisasi bonus demografi 2045.

Bonus demografi terjadi saat penduduk Indonesia akan didominasi oleh usia produktif. Untuk itu, penyiapan generasi emas harus disiapkan sejak saat ini.

Wakil Wali Kota: Siapkan Generasi Emas 2045 Sejak Sekarang

“Kita harus songsong 2045 dengan menyiapkan generasi emas sejak saat ini,” kata Wakil Wali Kota Cirebon, Dra. Hj. Eti Herawati usai menghadiri penetapan pengurus DPD Persatuan Umat Islam (PUI) Kota Cirebon 2022-2027 dan peresmian Ponpes Al-Islam Wasathiyah, di SMK PUI Kota Cirebon, Selasa (31/6/2022).

Dalam kesempatan itu digelar pula workshop bertema ‘Peran Pelajar dalam Mewujudkan Generasi Emas 2045’. Puluhan pelajar dari berbagai sekolah turut hadir mengikuti workshop tersebut.

Wakil Wali Kota: Siapkan Generasi Emas 2045 Sejak Sekarang

Eti mengapresiasi konsistensi PUI dalam mencetak generasi unggul, sejak lama hingga sampai kini. Diharapkan, PUI menjadi bagian penting dalam melahirkan generasi emas 2045.

“Kami tentu mengapresiasi semua pihak yang telah berkontribusi dalam membangun SDM unggul di Kota Cirebon,” katanya.

 

Wakil Wali Kota: Siapkan Generasi Emas 2045 Sejak Sekarang

Menurut Eti, pentingnya menyiapkan generasi emas 2045 sejak saat ini agar memastikan Kota Cirebon khususnya, dapat mendapatkan manfaat dari bonus demografi 2045.

“Sehingga Kota Cirebon memiliki masa depan yang gemilang, karena dengan dominasi masyarakat usia produktif ke depan akan mendorong kemajuan di semua lini,” katanya.

Sumber : http://www.cirebonkota.go.id/

Beri Pelatihan Keterampilan, Disnaker Berharap Peserta Tingkatkan Kreativitas

CIREBON – Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Cirebon membuka dua pelatihan keterampilan, yakni pengelasan plat welding dan multimedia.

Kedua pelatihan keterampilan itu dilaksanakan di dua tempat berbeda. Pengelasan plat welding di balai latihan kerja (BLK) Disnaker Kota Cirebon dan pelatihan multimedia di LPK Tikom.

Sekretaris Disnaker Kota Cirebon, Drs.Tri Helvian Utama, M.M., mengatakan bahwa dua pelatihan keterampilan tersebut merupakan angkatan kedua. Masing-masing jumlah peserta sebanyak 16 orang.

Beri Pelatihan Keterampilan, Disnaker Berharap Peserta Tingkatkan Kreativitas

“Pelatihan ini merupakan program dari pemerintah pusat. Anggaran, kurikulum dan mata diklat yang diberikan juga sudah ditentukan oleh pemerintah pusat,” jelasnya.

Tri juga menjelaskan, pelatihan plat welding ini memang memiliki pangsa pasar di industri pabrik. Sedangkan multimedia, meski materi yang diberikan masih dasar, namun diharapkan bisa bermanfaat.

“Durasi pelatihan setiap keterampilan berbeda, pengelasan plat welding selama lima pekan, sedangkan multimedia selama empat pekan. Semua dapat sertifikat resmi untuk pedoman kerja,” katanya.

Beri Pelatihan Keterampilan, Disnaker Berharap Peserta Tingkatkan KreativitasTri menambahkan, pelatihan keterampilan ini akan ada angkatan ketiga. Jadwal pelaksanaan akan dipublikasi melalui media sosial dan website Disnaker Kota Cirebon.

Kemudian, kata Tri, pihaknya juga akan menambahkan pelatihan selain pengelasan dan multimedia, yakni jasa boga. Khusus pelatihan ini, program menggunakan dana dari APBD Kota Cirebon dan dilaksanakan September mendatang.

Beri Pelatihan Keterampilan, Disnaker Berharap Peserta Tingkatkan Kreativitas

“Jasa boga dipilih karena kalau kuliner memiliki kreativitas tanpa batas dan tak lekang waktu. Peserta juga tidak hanya dilatih pembuatan makanan, melainkan pemasaran juga dilatih,” terangnya.

Tri berharap, seluruh peserta pelatihan keterampilan bisa memanfaatkan kesempatan ini dengan baik. “Semoga setelah mengikuti pelatihan, mereka tidak pasif untuk berekreasi agar bisa berkembang,” katanya.

Sumber : http://www.cirebonkota.go.id/

Pemda Kota Bontang Pelajari Kepariwisataan di Kota Cirebon

CIREBON – Pemerintah Daerah (Pemda) Kota Cirebon paparkan pengelolaan kepariwisataan kepada Pemda Kota Bontang. Kerja sama antar kedua daerah juga bisa dilakukan.

Paparan mengenai kepariwisataan di Kota Cirebon dilakukan oleh Sekretaris Daerah (Sekda), Drs. H. Agus Mulyadi, M.Si., saat menerima kunjungan kerja Wali Kota Bontang, Kalimantan Timur, Basri Rase, di ruang Kanigaran, Balai Kota Cirebon, Rabu (25/5/2022).

“Hari ini kami kedatangan Wali Kota Bontang, sebelumnya juga ada Bupati Garut,” kata Agus.

Pemda Kota Bontang Pelajari Kepariwisataan di Kota Cirebon

Kedatangan tersebut selain melakukan silaturahmi juga membicarakan mengenai karakteristik Kota Cirebon dan Kota Bontang. Kedua daerah ini memiliki kesamaan yaitu sebagai wilayah administrasi kota.

Kota Bontang, lanjut Agus, selama ini dikenal sebagai pemasok gas bumi terbesar di Indonesia. Namun seiring dengan menipisnya cadangan gas alam, Pemda Kota Bontang saat ini sudah melakukan sejumlah strategi untuk mendapatkan pemasukan tidak hanya dari gas alam.

“Salah satunya dari sisi kebudayaan. Di sana memang ada lembaga adat,” katanya.

Pemda Kota Bontang Pelajari Kepariwisataan di Kota CirebonUntuk itu, kedatangan Wali Kota Bontang untuk mempelajari pengelolaan pariwisata dan budaya yang dilakukan oleh Pemda Kota Cirebon.

“Seperti apa pengelolaan dan industri pariwisata di Kota Cirebon termasuk pembentukan perangkat daerahnya,” tutur Agus.

Kota Cirebon juga telah memiliki rencana induk kepariwisataan dan saat ini Pemda Kota Bontang juga tengah merancang rencana induk kepariwisataan tersebut.

Ke depannya, lanjut Agus, setelah melaporkan ke Wali Kota Cirebon, kerja sama antar daerah bisa dilakukan. “Kita harapkan inisiasi bisa dari Kota Bontang maupun Kota Cirebon,” tutur Agus.

Pemda Kota Bontang Pelajari Kepariwisataan di Kota Cirebon

Sementara itu Wali Kota Bontang, Basri Rase, menjelaskan kunjungan kerjanya ke Kota Cirebon dalam rangka sharing terkait pengelolaan adat dan budaya di Kota Cirebon. “Kota Cirebon ini kan kota budaya, kota heritage, pariwisata sekaligus kota jasa,” tutur Basri.

Mereka, lanjut Basri, juga akan membangun kota adat dan budaya secara kelembagaan dan pemerintahan seperti yang telah dilakukan oleh Pemda Kota Cirebon.

“Di sini kita belajar. Insya Allah apa yang kita dapatkan baik dalam penyusunan anggaran, kelembagaan maupun pemeliharaan akan kita terapkan,” kata Basri.

Ke depannya, lanjut Basri, kerja sama antar daerah juga bisa dilakukan. Bahkan pembentukan sister city antara Kota Cirebon dan Kota Bontang juga bisa dilakukan.

Sumber : http://www.cirebonkota.go.id/

Literasi Budaya dan Profesi Dilaunching di Kota Cirebon

CIREBON – Pemerintah Daerah (Pemda) Kota Cirebon dukung kegiatan literasi budaya dan profesi untuk anak usia sekolah di Kota Cirebon.

Dukungan tersebut diberikan oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Cirebon, Drs. H. Agus Mulyadi, M.Si., usai menghadiri dan menandatangani launching Literasi Budaya dan Profesi Cirebon di halaman Balai Kota Cirebon, Rabu (25/5/2022).

“Ada launching literasi budaya dan profesi dari Dinas Budpar Kota Cirebon ini luar biasa,” ungkap Agus.

Literasi Budaya dan Profesi Dilaunching di Kota Cirebon

Pemda Kota Cirebon, lanjut Agus, mendukung terhadap program ini. “Kami apresiasi Dinas Budpar untuk bisa terus memperkenalkan budaya dan profesi dari anak usia dini,” ujarnya.

Selama pembelajaran jarak jauh (PJJ) yang berlangsung dua tahun, anak-anak semakin akrab dengan dunia digital. Hampir setiap hari mereka berkecimpung dengan gawai.

Melalui literasi budaya dan profesi ini, diharapkan bisa membuka wawasan anak-anak. Selain mengenai budaya dan cagar budaya yang ada di Kota Cirebon, mereka juga bisa mengenal beragam profesi yang ada sekarang.

Literasi Budaya dan Profesi Dilaunching di Kota Cirebon

“Anak-anak sekarang kalau ditanya cita-citanya ingin jadi youtuber, influencer. Bagus, tapi masih ada bidang lainnya,” katanya.

Untuk itu, Agus meminta dukungan dari semua pihak untuk bisa mengenalkan profesi kepada anak-anak sejak dini. “Kalau ada permintaan kunjungan, mohon bisa dibuka pintu seluas-luasnya untuk mereka,” tutur Agus.

Misalnya saat mengunjungi Arhanud, sambung Agus, mereka bisa dibawa ke gudang persenjataan dan mengenal beragam persenjataan yang dimiliki oleh TNI tersebut. “Kami harapkan kegiatan ini tidak berakhir disini,” katanya.

Literasi Budaya dan Profesi Dilaunching di Kota Cirebon

Namun justru menjadi program yang berkelanjutan untuk anak didik yang ada di Kota Cirebon. Program ini, imbuh Agus, juga bisa menjadi salah satu kegiatan untuk pemulihan ekonomi di Kota Cirebon.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Cirebon, Agus Sukmanjaya, S.Sos., menjelaskan launching program literasi budaya dan profesi ini ditujukan untuk siswa dari PAUD, TK, SD, SMP, SMA bahkan hingga perguruan tinggi.

“Program ini merupakan kolaborasi Budpar dengan industri pariwisata, keraton, karang taruna, himpunan pramuwisata Indonesia termasuk didukung penuh oleh TNI dan Polri serta instansi vertikal lainnya,” ungkap Agus Sukmanjaya.

Literasi Budaya dan Profesi Dilaunching di Kota Cirebon

Dijelaskannya, selama ini anak-anak didik di Kota Cirebon lebih banyak melakukan kunjungan keluar daerah. “Padahal di sekitarnya masih banyak yang belum tergali,” katanya.

Untuk itu, program ini dirancang secara soft namun berkesan. Saat menuju ke keraton misalnya, anak-anak akan diberikan edukasi sejarah nama-nama jalan di Kota Cirebon.

“Kenapa diberi nama jalan Siliwangi, sejarah jalan Karanggetas. Itu kita berikan edukasi,” katanya.

Nantinya saat tiba di keraton pun anak-anak tidak hanya akan mengenal bangunan keraton yang bersejarah namun juga ada kegiatan lainnya seperti latihan menari, menulis huruf Cirebon dan program edukasi lainnya.

Literasi Budaya dan Profesi Dilaunching di Kota Cirebon

“Budpar merancang sistem nanti teknisnya dilakukan oleh teman-teman dari industri pariwisata,” tutur Agus Sukmanjaya.

Hari ini sebanyak 457 siswa dari 4 sekolah secara perdana turut serta pada kegiatan literasi budaya dan profesi. Mereka mendatangi Balai Kota Cirebon, gedung negara, bandara Cakrabuana serta tiga keraton di Kota Cirebon.

Menggunakan 15 kendaraan, mulai dari Citros hingga truk dan bus milik TNI dan Polri anak-anak tersebut diperkenalkan terhadap beragam budaya dan profesi yang dikunjungi.

Sumber : http://www.cirebonkota.go.id/

Dorong Pekerja Pariwisata Kota Cirebon Bersertifikasi

CIREBON – Pemerintah Daerah (Pemda) Kota Cirebon mendorong para pekerja pariwisata bersertifikasi. Hal ini akan berpengaruh terhadap tingkat kepercayaan wisatawan saat mengunjungi destinasi wisata di Kota Cirebon. 

“Kami berharap pekerja pariwisata lulus sertifikasi Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP),” kata Wakil Wali Kota Cirebon, Dra. Hj. Eti Herawati usai membuka pelatihan sertifikasi tenaga profesional pada hotel dan restoran di Poltek Pariwisata Prima Internasional, Jalan Perjuangan, Kamis (19/5/2022).

Dorong Pekerja Pariwisata Kota Cirebon Bersertifikasi

Eti mengungkapkan, pelayanan terbaik mempengaruhi kunjungan wisatawan di Kota Cirebon. Semakin baik pelayanan, kunjungan wisatawan di Kota Cirebon pun akan meningkat. 

“Semoga dengan adanya sertifikasi ini berimplikasi pada kunjungan wisatawan yang meningkat,” tuturnya. 

Ke depan, kata Eti, seluruh pekerja di sektor pariwisata harus bersertifikasi. Agar citra Kota Cirebon di mata wisatawan semakin baik. “Yang bersentuhan langsung dengan pariwisata wajib bersertifikasi,” katanya.

Dorong Pekerja Pariwisata Kota Cirebon Bersertifikasi

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Cirebon, Agus Sukmanjaya, S.Sos., mengungkapkan, pelayanan terbaik menjadi kewajiban bagi para pekerja hotel dan restoran. 

“Kontribusi terbesar di sektor jasa, maka pekerjanya wajib upgrade kemampuannya,” kata Agus.

Pihaknya sudah meminta BNSP untuk mengadakan sertifikasi untuk tour guide. Sehingga nanti pekerja di sektor pariwisata di Kota Cirebon memiliki standar kompetensi.

Dorong Pekerja Pariwisata Kota Cirebon Bersertifikasi

“Kami sudah usulkan semua pekerja sektor pariwisata memiliki sertifikasi,” ungkapnya.

Seperti diketahui, pelatihan sertifikasi tenaga profesional pada hotel dan restoran diikuti 120 peserta dari 19 hotel dan restoran di Kota Cirebon. Pelatihan akan berlangsung selama 3 hari dengan materi terkait skillknowledge dan attitude.

Sumber : http://www.cirebonkota.go.id/

Pemda Kota Cirebon Dorong Digitalisasi Arsip

CIREBON – Digitalisasi arsip menjadi tantangan tersendiri yang harus dilakukan. Dengan arsip yang baik, sejarah panjang perjalanan Cirebon tetap bisa dicari dan dibaca generasi penerus bangsa.

“Ke depannya kita harus dorong digitalisasi arsip,”  tegas Wakil Wali Kota Cirebon, Dra. Hj. Eti Herawati, usai memberikan penghargaan kepada tokoh penggerak masyarakat Kota Cirebon sadar arsip dalam rangka peringatan Hari Kearsipan Nasional ke-51 tahun 2022 di halaman Balai Kota Cirebon, Rabu (18/5/2022).  

Dijelaskan Eti, Kota Cirebon memiliki sejarah perjalanan yang panjang. Sejarah ini jangan sampai hilang hanya karena kearsipan yang tidak dikelola dengan baik.

Pemda Kota Cirebon Dorong Digitalisasi Arsip

Namun seiring dengan perkembangan zaman, digitalisasi juga harus terus didorong. Digitalisasi kearsipan penting dilakukan untuk mempermudah proses pencarian data di era digital ini.

Bahkan ke depannya Eti juga berharap Kota Cirebon memiliki gedung arsip yang representatif dan sesuai dengan perkembangan zaman.

Pada kesempatan itu Wakil Wali Kota Cirebon juga mengapresiasi Dinas Perpustakaan dan Kearsipan yang telah memberikan penghargaan kepada Wali Kota periode 2003-2013, Subardi dan Wakil Wali Kota Cirebon periode 2003-2008, almarhum Agus Alwafier yang diterima oleh sang istri.

Pemda Kota Cirebon Dorong Digitalisasi ArsipSebelum pemberian penghargaan, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Cirebon, Drs. H. Agus Mulyadi, M.Si., memimpin upacara Peringatan Hari Kearsipan Nasional ke-51 tahun 2022.

Dalam sambutan yang mewakili Wali Kota Cirebon, Drs. H. Nashrudin Azis, S.H.,  Sekda mengungkapkan bahwa fakta-fakta mengenai sesuatu yang terjadi di masa lalu dapat diketahui oleh generasi hari ini melalui pendokumentasian arsip yang baik. 

“Melalui arsip, kita dapat mengetahui deskripsi umum sebuah masalah di masa lalu, kebijakan-kebijakan yang diambil dan hal-hal lainnya yang mengiringi permasalahan tersebut,” kata Agus.

Pemda Kota Cirebon Dorong Digitalisasi Arsip

Informasi yang tersimpan sebagai arsip memberikan manfaat, pelajaran dan pengalaman bagi generasi hari ini.

“Pada titik ini, salah satu dari fungsi strategis pengelolaan arsip dapat kita rasakan bersama,” tutur Agus.

Senada dengan Wakil Wali Kota, Sekda juga mendorong pengelolaan arsip secara digital.  Dengan digitalisasi arsip maka aksesibilitas masyarakat terhadap arsip akan lebih mudah, cepat dan tidak terbatas ruang dan waktu.

Pemda Kota Cirebon Dorong Digitalisasi Arsip

Selanjutnya untuk mewujudkannya memang diperlukan kolaborasi dan sinergi dari berbagai pihak untuk menyiapkan penguasaan kompetensi, ketersediaan data dan pengelolaan yang sistematis. 

“Dalam rencana strategis Kota Cirebon, kearsipan harus hadir dan menjadi jantung informasi dalam menjaga akuntabilitas dan pertanggungjawaban pemerintah daerah,” tutur Agus. Termasuk melestarikan memori kolektif, warisan dan peradaban bangsa.

Sumber : http://www.cirebonkota.go.id/

Kembangkan Kreativitas untuk Hadapi Tantangan Zaman

Kembangkan Kreativitas untuk Hadapi Tantangan Zaman

CIREBON – Tantangan zaman terus berkembang. Pengembangan kreativitas sangat diperlukan untuk dapat menghadapi tantangan, terutama di era digital seperti saat ini.

Hal itu disampaikan Wakil Wali Kota Cirebon, Dra. Hj. Eti Herawati saat menghadiri pelantikan pengurus DPC Tiara Kusuma Kota Cirebon periode 2022-2026, di Hotel Grand Dian Kota Cirebon, Jumat (13/5/2022).

Eti mengapresiasi kehadiran dan kiprah DPC Tiara Kusuma Kota Cirebon. Dengan mengusung spirit pengembangan kreativitas, DPC Tiara Kusuma Kota Cirebon diharapkan terus ikut berkontribusi bagi kemajuan Kota Cirebon.

Kembangkan Kreativitas untuk Hadapi Tantangan Zaman

“Pengembangan kreativitas sangat diperlukan untuk menghadapi setiap tantangan zaman,” ungkap Eti.

Menurut Eti, DPC Tiara Kusuma Kota Cirebon dapat menjadi bagian penting dalam upaya Pemerintah Daerah (Pemda) Kota Cirebon meningkatkan gairah ekonomi kreatif, terlebih pascapandemi Covid-19.

“Salah satu sektor yang potensial untuk tumbuh berkembang secara berkelanjutan adalah ekonomi kreatif,” katanya.

Kembangkan Kreativitas untuk Hadapi Tantangan ZamanEti berharap, para pengurus DPC Tiara Kusuma Kota Cirebon, selain mampu mengembangkan kreativitasnya secara personal, juga membawa kemajuan bagi organisasi. “Begitu pula menjadi bagian dari kemajuan Kota Cirebon,” katanya

Sementara itu, Ketua DPC Tiara Kusuma, Deeng Nur mengungkapkan, setelah pelantikan kepengurusan ini telah memiliki beberapa rencana program kerja.

Kembangkan Kreativitas untuk Hadapi Tantangan Zaman

“Beberapa kegiatan akan berkolaborasi dengan Pemda Kota Cirebon, dalam hal ini melalui Dinas Tenaga Kerja,” katanya.

DPC Tiara Kusuma Kota Cirebon merupakan persatuan para ahli kecantikan dan pengusaha salon yang ada di Kota Cirebon.

Sumber : http://www.cirebonkota.go.id/

Gagas Konsep Pariwisata Cirebon Raya

Gagas Konsep Pariwisata Cirebon Raya

CIREBON – Pemerintah Daerah (Pemda) Kota Cirebon mendukung konsep pariwisata Cirebon raya. Sebab, akan berdampak luas bagi perekonomian, pembangunan dan kesejahteraan masyarakat. 

Demikian dikatakan Wakil Wali Kota Cirebon, Dra. Hj. Eti Herawati saat menghadiri Halal Bihalal bersama para pelaku ekonomi kreatif Kota Cirebon, di Gedung Kreatif Center, Gedung Negara, Kamis (12/5/2022).

Gagas Konsep Pariwisata Cirebon Raya

“Harus segera terwujud konsep pariwisata Cirebon raya. Kami meminta Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Cirebon merealisasikan,” kata Eti.

Pariwisata Cirebon raya, kata Eti, akan melibatkan Pemda Kabupaten Cirebon, Indramayu, Kuningan dan Majalengka. Konsep yang diusung, promosi pariwisata unggulan bersama-sama. 

“Namanya Pariwisata Cirebon raya, isinya gabungan pariwisata unggulan di masing-masing daerah,” jelasnya.

Gagas Konsep Pariwisata Cirebon Raya

Ia menyarankan, promosi pariwisata Cirebon raya harus tersebar di luar Cirebon. Hal ini, agar memudahkan wisatawan mengetahui destinasi wisata yang akan dikunjungi ketika singgah di Cirebon. 

“Promosinya tidak di Cirebon saja, melainkan di Jakarta, Bandung dan kota-kota besar lainnya di Indonesia,” katanya.

Eti meyakini, konsep pariwisata Cirebon raya akan berdampak terhadap perekonomian masyarakat. Ia berharap pelaku ekonomi di Kota Cirebon dapat mengambil peluang ini.

“Tentunya UMKM akan bangkit dan masyarakat lebih sejahtera,” katanya.

Gagas Konsep Pariwisata Cirebon Raya

Sementara itu, Kepala Disbudpar Kota Cirebon, Agus Sukmanjaya, S.Sos., menjelaskan, pihaknya telah mengadakan rapat koordinasi dengan kepala perangkat daerah terkait urusan pariwisata di wilayah III Cirebon. Secara prinsip mereka setuju dengan konsep pariwisata Cirebon raya. 

“Komitmen yang sudah terbangun akan diwujudkan dalam bentuk kerjasama promosi pariwisata,” katanya Agus.

Sumber : http://www.cirebonkota.go.id/

 

Kunjungi Kota Cirebon, Bupati Garut Apresiasi dan akan Adopsi Sejumlah Program

Kunjungi Kota Cirebon, Bupati Garut Apresiasi dan akan Adopsi Sejumlah Program

CIREBON – Wakil Wali Kota Cirebon, Dra. Hj. Eti Herawati menerima kunjungan kerja Bupati Garut H. Rudy Gunawan, S.H., M.H., MP., beserta rombongan, di Ruang Kanigaran Balai Kota Cirebon, Rabu (11/5/2022).

Dalam pertemuan penerimaan kunjungan kerja tersebut, kedua pihak membahas berbagai persoalan terkait bidang pemerintahan, perekonomian, sosial dan pembangunan. Dari pertemuan itu, sejumlah program akan diterapkan di masing-masing daerah.

“Kabupaten Garut terkenal dengan pariwisata. Kami akan pelajari kemudian diterapkan di Kota Cirebon,” kata Eti.

Bukan hanya itu, Eti mengapresiasi promosi UMKM Kabupaten Garut. Sejumlah kuliner khas Kabupaten Garut bahkan sudah menembus pasar internasional.

 

“Dodol Garut hingga coklat sudah sangat terkenal. Kami akan coba belajar bagaimana cara promosinya sampai seperti itu,” katanya.

Di tempat yang sama, Bupati Garut H. Rudy Gunawan, S.H., M.H., MP., menilai, Pemda Kota Cirebon berhasil menjalankan program Kotaku. Rudy ingin program Kabupaten Garut mengadopsi program yang bersumber dari pemerintah pusat tersebut.

“Program Kotaku di Kota Cirebon cukup berhasil. Semoga Kabupaten Garut bisa mengikutinya,” katanya.

Kota Cirebon, lanjut Budy, berhasil dalam penanganan stunting. Pemda Kota Cirebon juga mampu mendata warga miskin secara detail. Strategi ini yang nanti akan diadopsi Kabupaten Garut. 

“Penanganan stunting tepat sasaran karena datanya,” katanya.

Sumber : http://www.cirebonkota.go.id/