RTIK Kota Cirebon Periode 2021-2025 Dilantik, Diharapkan Ikut Edukasi Masyarakat

RTIK Kota Cirebon Periode 2021-2025 Dilantik, Diharapkan Ikut Edukasi Masyarakat

CIREBON- Relawan Teknologi Informasi dan Komunikasi (RTIK) Kota Cirebon periode 2021-2025 resmi dilantik, di ruang Adipura Balai Kota Cirebon, Jumat (19/11/2021).

Pelantikan disaksikan langsung Wakil Wali Kota Cirebon, Dra.Hj. Eti Herawati dan jajaran Dinas Komunikasi, Informasi dan Statistik (DKIS) Kota Cirebon.

“Selamat untuk ketua RTIK dan seluruh pengurus yang baru. Semoga bisa bersinergi dengan instansi di Kota Cirebon,” ungkap Eti.

Ia berharap, pengurus baru secepatnya membentuk struktur hingga di tingkat kelurahan. Pasalnya, banyak program di SKPD, termasuk kecamatan dan kelurahan membutuhkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang paham digitalisasi.

RTIK Kota Cirebon Periode 2021-2025 Dilantik, Diharapkan Ikut Edukasi Masyarakat

“Nanti bisa terintegrasi seluruhnya, sehingga masyarakat mudah mendapatkan informasi,” ujarnya.

Pengurus yang baru, lanjut Eti, harus bisa mengedukasi masyarakat dalam penggunaan internet. Di era digitalisasi, masyarakat dituntut menguasai teknologi informasi. Agar ke depan, tidak ada lagi masyarakat yang terkendala dalam mengakses informasi.

“Silakan para kepengurusan agar dapat membangun basecamp di setiap kelurahan dan kecamatan,” kata Eti.

RTIK Kota Cirebon Periode 2021-2025 Dilantik, Diharapkan Ikut Edukasi Masyarakat

Sementara itu, Ketua RTIK Kota Cirebon, Bayu Purnama Ramadhan mengaku, akan melanjutkan program yang sudah berjalan dengan baik dan memaksimalkan kinerja para pengurus yang baru.

“Sesuai permintaan dari pemda, kami akan maksimalkan kinerja anggota melalui literasi digital,” ungkapnya.

Bayu menjelaskan, di era transformasi digital ini, RTIK Kota Cirebon akan melakukan penguatan di sejumlah segmen, diantaranya literasi digital yang mengacu pada aturan Kementerian Komunikasi (Kemenkominfo).

Namun sebelum pelaksanaannya, terlebih dahulu akan dilakukan pelatihan kepada para anggota. Tujuan untuk meningkatkan kemampuan sebelum terjun ke masyarakat.

“Dalam waktu dekat, para anggota RTIK akan kita beri pelatihan dahulu, agar saat terjun ke masyarakat dapat memberikan edukasi yang baik,” katanya.

Sumber : http://www.cirebonkota.go.id/

Pemda Kota Cirebon Perluas Digitalisasi Transaksi Keuangan Daerah

Pemda Kota Cirebon Perluas Digitalisasi Transaksi Keuangan Daerah

Pemerintah Daerah (Pemda) Kota Cirebon telah  melakukan digitalisasi transaksi keuangan daerah. Dengan dibentuknya Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) digitalisasi akan diperluas.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Cirebon, Drs. H. Agus Mulyadi, M.Si., menjelaskan Kota Cirebon menjadi daerah pertama di wilayah Ciayumajakuning yang membentuk TP2DD.

Tujuan dibentuknya TP2DD yaitu untuk mendorong implementasi elektronifikasi transaksi pemerintah daerah (ETPD). Sehingga dapat meningkatkan transparansi transaksi keuangan daerah, tata kelola keuangan yang lebih baik, meningkatkan potensi penerimaan melalui pemanfaatan teknologi untuk menghasilkan layanan publik yang juga lebih baik.

Pemda Kota Cirebon Perluas Digitalisasi Transaksi Keuangan Daerah

“Pemda Kota Cirebon juga telah melakukan digitalisasi transaksi. Tapi akan terus kita perluas,” tutur Agus, Senin (15/11) saat audiensi dan koordinasi TP2DD.

Dalam menjalankan tugasnya, TP2DD tidak bisa bekerja sendiri. Untuk itu, lanjut Agus, disusun roadmap sehingga tujuan dibentuknya TP2DD ini bisa berjalan maksimal. 

“Kita susun bersama-sama. Sehingga dapat menjadi pedoman bagi pemangku kepentingan untuk menentukan strategi dan arah kebijakan yang tepat hingga 2023,” tutur Agus. Serta mendukung pelaksanaan Keputusan Presiden No 3 tahun 2021 tentang Satuan Tugas (Satgas) Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (P2DD).

Diakui Agus, sekalipun sudah menerapkan ETPD, namun sejumlah sektor belum melakukan pembayaran secara elektronik atau digital. Untuk itu roadmap ini dibutuhkan sehingga ke depannya pembayaran transaksi keuangan secara digital terus diperluas.

Pemda Kota Cirebon Perluas Digitalisasi Transaksi Keuangan Daerah

Sementara itu Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Pendapatan Daerah (BPKP) Kota Cirebon, M. Arif Kurniawan, S.T., menjelaskan pada rakor kali ini merupakan tindak lanjut dari dibentuknya TP2DD oleh Wali Kota Cirebon. 

“Hari ini roadmap kita susun, kita bagikan dengan perangkat daerah dan Bank Indonesia,” tuturnya. Roadmap ini yang selanjutnya menjadi dasar pelaksanaan elektronifikasi dan digitalisasi di Kota Cirebon.

Pemda Kota Cirebon Perluas Digitalisasi Transaksi Keuangan Daerah

Ke depannya roadmap digitalisasi yang akan dilakukan di antaranya pembayaran pajak dengan memaksimalkan penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS), pengembangan e-retribusi perizinan tertentu, jasa umum dan jasa usaha. Penggunaan billing center untuk mengetahui pendapatan secara realtime, kerja sama antara Pemda Kota Cirebon dan bank terkait untuk penyediaan jasa layanan non tunai hingga sosialisasi dan bimtek untuk ASN terkait ETPD.

Sedangkan Deputi Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Cirebon, Tri Adi Riyanto, menjelaskan BI siap mendukung dan berkoordinasi dengan Pemda Kota Cirebon untuk menggerakkan digitalisasi. “Untuk bisa menggerakkan digitalisasi dimulai saat ini,” tutur Tri. Jika ada kendala, bisa dipetakan dan didiskusikan bersama-sama untuk mendapatkan solusi.

Sumber : http://www.cirebonkota.go.id/

Wali Kota Cirebon Ajak Teladani Semangat Rela Berkorban Pahlawan

Wali Kota Cirebon Ajak Teladani Semangat Rela Berkorban Pahlawan

CIREBON – Wali Kota Cirebon mengajak seluruh masyarakat untuk melanjutkan semangat rela berkorban para pahlawan. Keragaman yang ada di Indonesia jangan sampai jadi pemecah persatuan.

Peringatan Hari Pahlawan 2021 tingkat Kota Cirebon digelar di halaman Balai Kota, Rabu (10/11/2021). Upacara dipimpin langsung oleh Wali Kota Cirebon, Drs. H. Nashrudin Azis, S.H., yang kemudian membacakan amanat Menteri Sosial (Mensos), Tri Rismaharini.

Wali Kota Cirebon Ajak Teladani Semangat Rela Berkorban Pahlawan

“Ratusan tahun kita terpecah belah karena politik adu domba penjajah,” tutur Azis. Selanjutnya pendiri bangsa ini pun menyadari bahwa dengan membangun identitas sebagai saudara sebangsa dan setanah air, persatuan akan tercipta. “Lidi yang kuat akan sulit dipatahkan. Sekalipun kita berbeda-beda, tapi tidak dipecahkan oleh perbedaan,” tutur Azis.

Semangat persatuan dan enggan dijajah kembali yang melatarbelakangi terjadinya pertempuran 10 November 1945 yang kemudian ditetapkan sebagai Hari Pahlawan. “Pertempuran di Surabaya harus jadi contoh. Dengan satu tekad, gigih berjuang dan pantang menyerah sekalipun banyak keterbatasan,” tutur Azis.

Wali Kota Cirebon Ajak Teladani Semangat Rela Berkorban Pahlawan

Jiwa dan semangat pantang menyerah ini yang harus diteladani. “Para pahlawan juga rela mengorbankan segalanya, jiwa dan raga untuk kemerdekaan negeri tercinta,” tutur Azis. Semangat tersebut menurut Azis tidak hanya dikenang namun harus dilanjutkan oleh seluruh elemen bangsa saat ini.

Kondisi tersebut, lanjut Azis, sesuai dengan tema peringatan Hari Pahlawan tahun ini yaitu Pahlawanku Inspirasiku. Dengan semangat para pahlawan, pantang menyerah dan rela berkorban ditambah inovasi dan daya kreativitas yang tinggi, maka bangsa Indonesia memiliki potensi besar untuk melawan kemiskinan dan kebodohan.

Wali Kota Cirebon Ajak Teladani Semangat Rela Berkorban Pahlawan

“Marilah, dengan penuh keikhlasan kita bersama-sama memberikan kontribusi untuk bangsa dan negara sesuai dengan kemampuan masing-masing,” tutur Azis.

Ditambahkan Azis, 20 tahun mendatang Indonesia akan menghadapi bonus demografi. Pada masa tersebut akan terdapat banyak tenaga kerja produktif. Namun disisi lain ada pula kecenderungan berkurangnya lapangan pekerjaan. “Ini harus kita antisipasi dengan cerdas dan seksama. Semangat wirausaha harus senantiasa digelorakan.

Pada kesempatan itu turut diberikan penghargaan kepada atlet berprestasi dari Kota Cirebon. Mereka telah menyumbangkan medali pada penyelenggaran PON di Papua beberapa waktu lalu.

Sumber : http://www.cirebonkota.go.id/

Cirebon Siaga 112 Beri Layanan 24 Jam, akan Wakili Indonesia di ASEAN ICT Awards 2022

Cirebon Siaga 112 Beri Layanan 24 Jam, akan Wakili Indonesia di ASEAN ICT Awards 2022

CIREBON – Layanan Cirebon Siaga 112 meraih terbaik pertama dalam ajang Indonesia Entrepreneur TIK (IdenTIK) 2021 sekaligus akan mewakili Indonesia dalam kompetisi ASEAN ICT Awards (AICTA) 2022.

Di balik penghargaan tersebut, ada peran operator telepon (call taker) yang melayani pengaduan dari masyarakat 24 jam non stop. Mereka siaga menjadi penerima aduan.

Salah seorang call taker Cirebon Siaga 112, Yuli Yanti, S.Pd., menceritakan, dalam sehari ia bisa menerima 3 sampai 5 pengaduan dari masyarakat. Pengaduan yang masuk sebagian besar keluhan terhadap layanan publik dan keadaan darurat.

“Tidak tentu sih jumlahnya. Tapi ada saja yang menelepon layanan Cirebon Siaga 112 setiap harinya,” ungkap Yuli, Rabu (10/11/2021).

Cirebon Siaga 112 Beri Layanan 24 Jam, akan Wakili Indonesia di ASEAN ICT Awards 2022

Setiap pengaduan yang masuk akan diteruskan ke instansi terkait. Yuli memperkirakan, butuh waktu 15 menit untuk instansi merespons setiap pengaduan kedaruratan seperti kecelakaan, kebakaran hingga bencana alam.

“Misalnya kalau kebakaran, kami teruskan ke Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar), kalau pertolongan pertama diteruskan ke Public Safety Center (PSC) 119, kalau ada pohon tumbang dan musibah akibat bencana kami teruskan ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Cirebon,” papar Yanti.

Saat pandemi Covid-19, pihaknya menerima pengaduan seputar vaksinasi, dari tempat sampai cara mencetak kartu vaksin. Tak jarang juga, pengaduan datang dari masyarakat yang berada di luar Kota Cirebon.

Cirebon Siaga 112 Beri Layanan 24 Jam, akan Wakili Indonesia di ASEAN ICT Awards 2022

“Kami tetap terima dan jelaskan fungsi dari Cirebon Siaga 112,” kata Yanti yang telah bertugas sejak Cirebon Siaga 112 berdiri.

Dia menilai, layanan Cirebon Siaga 112 sangat efektif menjadi layanan pengaduan masyarakat Kota Cirebon. Terlebih masyarakat tidak memerlukan pulsa untuk menghubungi layanan 112.

“Layanan 112 gratis tanpa dikenakan kuota, bahkan tanpa kartu perdana,” katanya.

Dia tidak menyangka, Cirebon Siaga 112 mendapat penghargaan terbaik pertama dalam ajang Indonesia Entrepreneur TIK (IdenTIK) 2021. Penghargaan ini menjadi motivasi ke depan agar lebih baik dalam melayani masyarakat Kota Cirebon.

“Tidak menyangka, perjuangan kami diganjar penghargaan. Ini jadi motivasi kami untuk terus berusaha memberikan yang terbaik,” katanya.

Sumber : http://www.cirebonkota.go.id/

 

Sekda: Aplikasi PERMATA Tingkatkan Layanan Kepada Masyarakat

Wali Kota Cirebon Raih Penghargaan Sebagai Tokoh Penggerak Inklusi Keuangan 2021

CIREBON – Sekretaris Daerah (Sekda) meminta peningkatan layanan pengendalian dan retribusi menara telekomunikasi di Kota Cirebon. Rencana dan strategi yang telah disusun diminta dapat dilaksanakan dengan baik dan penuh tanggung jawab.

Hal tersebut diungkapkan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Cirebon, Drs. H. Agus Mulyadi, M.Si., saat Soft Launching dan Branding Aplikasi PERMATA, Selasa (9/11/2021) di aula Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kota Cirebon menjelaskan Kota Cirebon memiliki potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari retribusi menara telekomunikasi. “Tercatat ada 271 penyedia menara telekomunikasi di Kota Cirebon,” tutur Agus. Untuk itu Agus meminta potensi ini dapat dikelola dan dimaksimalkan dengan profesional.

Agus pun menyambut baik brand pemasaran layanan pengendalian dan retribusi menara telekomunikasi PERMATA. “Nama ini memiliki makna batu berharga yang berwarna indah,” tutur Agus. Harapannya  layanan ini dapat memberikan manfaat bagi pembangunan di Kota Cirebon menjadi lebih cepat, transparan dan pasti.

Sekda: Aplikasi PERMATA Tingkatkan Layanan Kepada Masyarakat

Kegiatan ini, lanjut Agus, juga mengacu pada UU Nomor 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik yang diperkuat melalui Peraturan Wali Kota (Perwali) Nomor 61 tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik pada Pemerintah Daerah Kota Cirebon.

“Kami tentu berharap rencana dan strategi yang telah disusun dengan baik dapat dilaksanakan dengan baik dan penuh tanggung jawab,” harap Agus. Sehingga hasil yang didapatkan juga maksimal.

Sementara itu Kepala DPUTR Kota Cirebon, Syaroni, ATD., M.T., menjelaskan saat ini mereka masih dalam tahap sosialisasi. “Kita juga lagi membuat tim pengendalian untuk mengawasi tim teknis dan tata ruang,” tutur Syaroni.

Sekda: Aplikasi PERMATA Tingkatkan Layanan Kepada Masyarakat

Dijelaskan Syaroni pada rentang waktu 2011 hingga 2014 mereka pernah melakukan retribusi pengendalian menara menggunakan UU Nomor 28 tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan tarif hanya 2 persen dari Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) per tahun. Saat itu berhasil dicapai 150 jutaan pertahun.

Dengan 271 menara potensi PAD yang bisa digali sebanyak Rp 271 juta pertahun. “Dengan tarif dasar Rp 1 juta. Namun tiga tahun bisa dievaluasi dan dikoreksi,” tutur Syaroni. Sedangkan aplikasi Pengendalian dan Retribusi Menara Telekomunikasi (PERMATA) digunakan untuk mempermudah pembayaran retribusi menara. Dikarenakan perusahaan penyedia jasa telekomunikasi sebagian besar berada di luar Kota Cirebon. 

Melalui aplikasi yang terhubung dengan BJB Cirebon dapat mempermudah pengusaha untuk membayar retribusi. “Pengusaha tidak perlu datang ke Kota Cirebon hanya untuk membayar retribusi. Cukup gunakan aplikasi PERMATA,” tutur Syaroni.

Sumber : http://www.cirebonkota.go.id/

Layanan Cirebon Siaga 112 Wakili Indonesia di Kompetisi ASEAN ICT Award

Cirebon siaga 112 wakili Indonesia

CIREBON – Cirebon Siaga 112 meraih terbaik pertama dalam ajang Indonesia Enterpreneur TIK (IdenTIK) 2021 sekaligus akan mewakili Indonesia dalam kompetisi ASEAN ICT Awards (AICTA) 2022. Sejumlah prestasi lainnya juga berhasil diraih oleh Pemda Kota Cirebon jelang akhir tahun.

Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik (DKIS) Kota Cirebon, Ma’ruf Nuryasa, AP., menjelaskan IdenTIK merupakan transformasi dari program INAICTA serta ID.UP yaitu sebuah ajang kompetisi yang ditujukan untuk menggali produk Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) karya anak bangsa terbaik yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia.

Harapannya agar produk TIK karya anak bangsa tersebut dapat bersaing di tingkat regional, bahkan internasional. “Pemda Kota Cirebon mengikuti kategori public sector dengan mengajukan dua layanan yaitu Cirebon Siaga 112 dan Wistakon,” tutur Ma’ruf, Sabtu (6/11/2021).

Layanan Cirebon Siaga 112 Wakili Indonesia di Kompetisi ASEAN ICT Award

Ma’ruf bersyukur, kedua layanan  yang diajukan berhasil masuk lima besar kategori public sector. Bahkan Cirebon Siaga 112 meraih peringkat pertama di kategori tersebut. “Selanjutnya Cirebon Siaga 112  akan diikutsertakan mewakili Indonesia dalam kompetisi ASEAN ICT Award 2022,” tutur Ma’ruf.

Sejumlah penilaian melatarbelakangi hingga Cirebon Siaga 112 terpilih menjadi juara satu kategori public sector. Di antaranya layanan Cirebon Siaga 112 terasa sekali manfaatnya oleh masyarakat. Dapat menelpon melalui telepon genggam sekalipun tidak memiliki pulsa.

“Layanan Cirebon Siaga 112 merupakan inovasi yang dilakukan dengan kolaborasi dengan banyak pihak,” tutur Ma’ruf. Sehingga masyarakat cukup mengingat satu nomor yaitu 112 untuk semua layanan kedaruratan.

Penghargaan ini, lanjut Ma’ruf merupakan kado bagi layanan Cirebon Siaga 112 yang 29 Oktober lalu baru berulang tahun yang ketiga. Ke depannya layanan satu nomor kedaruratan ini akan terus diperbaiki dan ditingkatkan sehingga akan semakin banyak manfaat yang dirasakan oleh masyarakat.

Selain itu, media sosial (medsos) milik Pemda Kota Cirebon juga menjadi nominator pada Anugerah Media Humas (AMH) 2021. Sekalipun belum meraih juara, Pemda Kota Cirebon masuk 6 (enam) terbaik nasional Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota. 

Nominasi ini menjadi motivasi Pemda Kota Cirebon untuk meningkatkan citra positif Pemda dan memberikan informasi terbaik seluas-luasnya kepada masyarakat Kota Cirebon melalui media sosial dan website.

Bahkan tahun ini, lanjut Ma’ruf, mereka telah menandatangani perjanjian kerjasama dengan UGJ untuk sinergitas program merdeka belajar kampus merdeka. “Setiap tahun selama 6 bulan mahasiswa fikom belajar di kita,” tutur Ma’ruf.  Setelah dibekali dengan sejumlah keterampilan, mereka akan disebar di 9 SKPD untuk membantu pengelolaan website dan medsos.

“Di era yang serba digital ini, Pemda Kota Cirebon ingin informasi yang disampaikan disalurkan mengikuti perkembangan masyarakat. salah satunya dengan menggunakan medsos,” tutur Ma’ruf.

Sumber : http://www.cirebonkota.go.id/

Sinergi dan Kolaborasi Mampu Dorong Perekonomian dan Kebangkitan UMKM

Sinergi dan Kolaborasi Mampu Dorong Perekonomian dan Kebangkitan UMKM

CIREBON – Kolaborasi untuk mengembangkan UMKM diyakini mampu mendorong perekonomian Cirebon menjadi lebih baik. Digitalisasi UMKM juga harus didorong karena pandemi Covid-19 belum berakhir.

Hal tersebut diungkapkan Wakil Wali Kota Cirebon, Dra. Hj. Eti Herawati saat menghadiri kegiatan Ciayumajakuning Entrepreneur Festival (CEF) ke 6 tahun 2021 seri ketiga di salah satu hotel di Kota Cirebon, Kamis (4/11/2021).

“Saya berharap, pengembangan UMKM baik yang dilakukan oleh Bank Indonesia, dinas dan instansi lainnya di Kota Cirebon mampu mendorong perekonomian menjadi lebih maju,” tutur Eti. Sinergi dan kolaborasi antar instansi dibutuhkan untuk mempercepat pemulihan ekonomi di masa pandemi Covid-19 ini.

Eti juga mengingatkan, pandemi Covid-19 telah mengubah perilaku konsumen. Dengan berbagai pembatasan kegiatan sosial yang sempat diterapkan, konsumen menjadi lebih aktif membeli di pasar-pasar  digital.

Untuk itu, Eti juga berharap UMKM di Kota Cirebon mampu beralih ke pasar digital. Sehingga pangsa pasar lebih luas tanpa terbatas ruang dan waktu. “Pelaku UMKM Juga perlu berinovasi dengan memproduksi barang maupun jasa sesuai kebutuhan pasar,” tutur Eti.

Selanjutnya kepada konsumen, Eti juga meminta  kepada masyarakat untuk mulai membiasakan menggunakan produk-produk lokal, mencintai produk lokal serta turut serta menyebarkan gaung produk-produk UMKM di wilayah Ciayumajakuning. ”Mari sukseskan gerakan bangga buatan Indonesia dengan membeli dan menggunakan produk-produk UMKM,” ajak Eti.

Sementara itu  Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Barat, Herawanti menjelaskan kegiatan ini merupakan bentuk nyata dukungan Bank Indonesia di Jabar dan khususnya Cirebon untuk menggerakkan perekonomian melalui UMKM.

”Digitalisasi UMKM merupakan hal yang penting dilakukan saat ini,” tuturnya. Salah satunya dengan menggunakan pembayaran secara digital yaitu melalui QRIS.

Sedangkan Kepala Perwakilan wilayah (KPw) BI Cirebon, Bakti Artanta, menjelaskan untuk memajukan UMKM tidak bisa dilakukan sendiri. ”Sinergi dan kolaborasi dibutuhkan untuk memajukan UMKM,” tutur Bakti. Sinergi dan kolaborasi ini yang menjadi kunci, sehingga UMKM dapat kembali bangkit di masa pandemi Covid-19 ini.

Sumber : http://www.cirebonkota.go.id/

Aplikasi Permata, Permudah Layanan Retribusi Menara Telekomunikasi

Aplikasi Permata, Permudah Layanan Retribusi Menara Telekomunikasi

CIREBON – Pemerintah Daerah (Pemda) Kota Cirebon melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) kini memiliki aplikasi Pengendalian dan Retribusi Menara Telekomunikasi (Permata). Aplikasi ini digunakan untuk pembayaran retribusi secara elektronik.

Kepala DPUTR Kota Cirebon, Syaroni, ATD., MT mengatakan, pihaknya sudah menandatangani Perjanjian Kerjasama (PKS) dengan BJB Cirebon. Ke depan, pembayaran retribusi melalui aplikasi Permata dan terkoneksi dengan BJB Cirebon.

“Langkah selanjutnya tinggal sosialisasi kepada perusahaan penyedia menara telekomunikasi,” kata Syaroni, Kamis (4/11/2021).

Pembuatan layanan aplikasi ini, kata Syaroni, mengacu pada UU Nomor 11/2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik, dengan diperkuat Peraturan Walikota (Perwali) Nomor 61/2021 tentang Penyelenggaraan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik.

“Dasar hukum kami meluncurkan aplikasi Permata berdasarkan UU dan Perwali,” ujarnya.

Syaroni menjelaskan, potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari retribusi menara telekomunikasi di Kota Cirebon cukup besar. Tercatat ada 271 penyedia menara telekomunikasi. “Jika patuh, potensinya sangat besar,” ucapnya.

Aplikasi ini akan memudahkan penyedia jasa telekomunikasi, khususnya perusahaan yang berada di luar Kota Cirebon. Pengusaha tidak perlu datang ke Kota Cirebon hanya untuk membayar retribusi.

“Tidak perlu keluar biaya akomodasi. Cukup gunakan aplikasi Permata,” kata Syaroni.

Ia menambahkan, di tahun depan rencananya target PAD dari retribusi menara telekomunikasi sebesar Rp250 juta. “Tahun depan efektif mulai berjalan. Saat ini sampai akhir tahun masih sosialiasi,” tambah Syaroni.

Disebutkan Syaroni, bukan hanya retribusi menara telekomunikasi yang berbasis elektronik, ke depan akan dikembangkan juga pada layanan retribusi lain seperti, retribusi Izin Mendirikan Bangunan (IMB), sewa alat berat, dan retribusi pengelolaan air limbah.

“Harus ada langkah strategis yang harus dilakukan untuk bisa meningkatkan PAD,” katanya.

 

Sumber : http://www.cirebonkota.go.id/

Pertama di Jabar, Kota Cirebon Bentuk Tim Keamanan Siber

Pemda Kota Cirebon Terima Bantuan 40 Ekor Sapi dari Kementan

CIREBON – Kota Cirebon daerah pertama di Jawa Barat (Jabar) yang menerapkan Computer Security Incident Response Team (CSIRT). Keamanan informasi siber menjadi unsur utama dan pondasi dalam menjaga keamanan dan keterhubungan seluruh sistem digital.

Wakil Wali Kota Cirebon, Dra. Hj. Eti Herawati saat menghadiri peluncuran CSIRT di lobby Gedung Setda Kota Cirebon, Rabu (2/10/2021)  sangat mengapresiasi karena Kota Cirebon dijadikan pilot project penerapan CSIRT. “Terima kasih karena Kota Cirebon menjadi pilot project penerapan CSIRT.” tutur Eti.

Dijelaskan Eti, saat ini keamanan informasi menjadi perhatian dan sangat dibutuhkan. Bahkan keamanan informasi siber menjadi pondasi untuk menjaga keamanan dan keterhubungan seluruh sistem digital.

Tingginya tingkat pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi saat ini menurut Eti berbanding lurus dengan resiko dan ancaman keamanannya. “Bahaya insiden siber selalu mengancam. Jangan sampai informasi berharga sampai disalahgunakan,” tandas Eti.

Dalam rangka merespon berbagai permasalahan keamanan di bidang teknologi informasi dibentuknya CSIRT. Tim yang diberi nama Cirebonkota-CSIRT ini akan memberikan pelayanan untuk menjaga keamanan serta keberlangsungan sistem keamanan publik. 

Cirebonkota-CSIRT juga bertanggung jawab untuk menerima, meninjau dan menanggapi laporan dan aktivitas insiden keamanan siber. “Siber security ini merupakan sebuah proses, bukan tujuan,” tutur Eti. Untuk itu siber security harus dilakukan secara terus menerus dan dijalankan oleh satu manajemen tim yang khusus dalam menangani security incident.

Pada kesempatan itu Eti juga berharap tim Cirebonkota-CSIRT dapat melakukan layanan reaktif dan proaktif. Seperti peringatan dini, respon dan recovery. “Serta menjaga kerentanan dari sebuah sistem,” tutur Eti. Cirebonkota-CSIRT juga harus mengambil peran sebagai pelaksana keamanan siber untuk pembangunan kekuatan siber di Kota Cirebon.

Sementara itu Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik (DKIS) Kota Cirebon, Ma’ruf Nuryasa, AP., menjelaskan serangan siber juga terjadi pada sistem digital milik Pemerintah Daerah (Pemda) Kota Cirebon. Hingga 26 Oktober 2021 terdapat 3.817 serangan malware, 180.321 serangan denial of service, 1.271 serangan trojan dan 2 kali serangan web defacement. “Semua telah ditangani oleh Cirebonkota-CSIRT,” tutur Ma’ruf.

Dibentuknya Cirebonkota-CSIRT ini membuktikan Kota Cirebon siap menghadapi serangan siber. “Serta melindungi keamanan informasi pemerintahan dengan baik,” tutur Ma’ruf. Dijelaskan Ma’ruf, layanan utama CSIRT merupakan layanan reaktif yang terdiri dari peringatan keamanan siber dan penanganan insiden siber. 

Ada pula layanan tambahan meliputi penanganan kerawanan sistem elektronik dan pemulihan insiden. “Dalam menjalankan perannya, Cirebonkota-CSIRT juga berkolaborasi dengan Cirebon Siaga 112,” tutur Ma’ruf. Khususnya dalam menerima laporan insiden yang terjadi pada sistem elektronik yang terdapat pada Pemda Kota Cirebon.

Selain itu ada pula layanan proaktif lainnya berupa pemberitahuan hasil pengamatan terkait ancaman yang dapat muncul akibat perkembangan teknologi, politik, ekonomi dan pendeteksi serangan. “Serta layanan peningkatan kesiapsiagaan penanganan siber yang meliputi analisis resiko dan pembangunan kesadaran dan kepedulian terhadap keamanan siber,” jelas Ma’ruf.

Sementara itu Direktur Keamanan Siber dan Sandi Pemerintahan Daerah, Badan Siber dan Sandi Negara Republik Indonesia (BSSN RI), Hasto Prastowo, menjelaskan  perkembangan teknologi informasi yang semakin cepat juga menciptakan ketergantungan. “Ancaman infrastruktur siber juga semakin gencar sehingga perlu menjadi perhatian bersama,” tuturnya. 

Saat ini, lanjut Hasto, negara hadir untuk menghadapi ancaman keamanan siber dan BSSN juga telah membentuk ekosistem keamanan dengan membantu sistem riset di seluruh pemerintah kota, pemerintahan di daerah dan sektor masyarakat. “Kita berupaya untuk menyatukan langkah saat terjadi serangan siber yang masif. Kita akan menyelesaikan bersama-sama,” tutur Hasto.

Sumber : http://www.cirebonkota.go.id/

Pelatihan Video Editing Kepada Pelaku UMKM

CIREBON – Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik Kota Cirebon mengadakan Pelatihan Video Editing terhadap peserta UMKM dalam OKOCE Distribusi Center Kota Cirebon. Pelatihan dilaksanakan selama 2 hari mulai hari Selasa (5/10/2021) sampai Rabu (6/10/2021). Kegiatan ini merupakan tindaklanjut dari surat Koordinator  OKOCE Distribusi Center Kota Cirebon. Pelatihan dilakukan di Lab Komputer Kantor DKIS Bypass dengan jumlah peserta sebanyak 10 orang pelaku UMKM dengan harapan setelah mengikuti pelatihan peserta mendapat kemampuan lebih dalam mempromosikan produk mereka melalui video promosi.

Sumber : https://dkis.cirebonkota.go.id