Pelatihan Video Editing Kepada Pelaku UMKM

CIREBON – Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik Kota Cirebon mengadakan Pelatihan Video Editing terhadap peserta UMKM dalam OKOCE Distribusi Center Kota Cirebon. Pelatihan dilaksanakan selama 2 hari mulai hari Selasa (5/10/2021) sampai Rabu (6/10/2021). Kegiatan ini merupakan tindaklanjut dari surat Koordinator  OKOCE Distribusi Center Kota Cirebon. Pelatihan dilakukan di Lab Komputer Kantor DKIS Bypass dengan jumlah peserta sebanyak 10 orang pelaku UMKM dengan harapan setelah mengikuti pelatihan peserta mendapat kemampuan lebih dalam mempromosikan produk mereka melalui video promosi.

Sumber : https://dkis.cirebonkota.go.id

Apeksi Gelar ISCFE untuk Penguatan Konsep Smart City dan Perubahan Perilaku

Apeksi Gelar ISCFE untuk Penguatan Konsep Smart City dan Perubahan Perilaku

CIREBON – Kemajuan teknologi informasi sangat dirasakan manfaatnya di masa pandemi Covid-19. Konsep smart city atau kota cerdas kembali diperkuat untuk menumbuhkan perubahan perilaku.

Wakil Wali Kota Cirebon, Dra. Hj. Eti Herawati, hari ini, Rabu (13/10/2021) menghadiri kegiatan Indo Smart City Forum and Expo (ISCFE) yang diselenggarakan oleh Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Apeksi) di Yogyakarta. Adapun tema yang diusung yaitu membangun ekosistem smart city berkelanjutan bagi penanggulangan pandemi Covid-19. “Di masa pandemi Covid-19 ini kita sangat terbantu dengan teknologi informasi yang sudah maju,” tutur Eti. Sehingga sekalipun ruang gerak dibatasi namun berbagai kegiatan tetap bisa digelar sekalipun secara virtual.

Pandemi Covid-19, lanjut Eti, mengajarkan juga kita pentingnya untuk membangun kembali ekosistem smart city yang sebelumnya sudah dicetuskan. Hingga ke depannya smart city tidak hanya mengedepankan penerapan aplikasi namun lebih jauh yaitu perubahan perilaku warga kota. “Kita bersama-sama maju untuk Indonesia juara,” tutur Eti.

Sementara itu Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik (DKIS) Kota Cirebon, Ma’ruf Nuryasa, SAP., menjelaskan pandemi Covid-19 berpengaruh terhadap pelaksanaan program menuju smart city. Khusus untuk Kota Cirebon akan dilakukan penyesuaian terhadap pelaksanaan smart city. “Dalam waktu dekat akan ada focus group discussion dengan seluruh stakeholder terkait di Kota Cirebon,” tutur Ma’ruf.

Dijelaskan Ma’ruf juga menjelaskan dalam pelaksanaan ISCFE ini ada sejumlah poin yang bisa diambil untuk Pemda Kota Cirebon. yaitu memaksimalkan ekosistem untuk mewujudkan smart city.

Ada beberapa tema baru yang diangkat, terkait bagaimana memaksimalkan potensi ekosistem untuk mewujudkan smart city. Kedua smart city memiliki peran yg besar di dalam mengelola pandemi Covid-19, tema terkait dengan setelah pandemi akan diprospek dari sisi pariwisata dan ekonomi. Ini tema besar yang menarik untuk diambil poin-poinnya untuk Kota Cirebon.

Sementara itu Ketua Dewan Pengurus Apeksi, Bima Arya Sugiarto, mengingatkan bahwa ke depannya konsep smart city tidak hanya fokus pada vendor dan aplikasi semata. “Tapi yang lebih penting dari itu, yaitu perubahan perilaku warga kota,” tutur Bima. Untuk itu ISCFE ini merupakan momentum yang tepat untuk merapatkan barisan dan menyatukan kembali konsep, gagasan, ide, inovasi serta berbagi keberhasilan untuk membangun ekosistem smart city.

ISCFE dihadiri oleh 53 wali kota yang tergabung dalam Apeksi. Digelar mulai hari ini, Rabu (13/10/2021) hingga Jumat (15/10/2021). ISCFE digelar seiring dengan melandainya kasus Covid-19 di Indonesia namun dengan tetap mengedepankan protokol kesehatan (prokes).

Sumber : http://www.cirebonkota.go.id/

Kota Cirebon Pertahankan Penghargaan Anugerah Parahita Ekapraya

Kota Cirebon Pertahankan Penghargaan Anugerah Parahita Ekapraya

CIREBON – Pemerintah daerah (Pemda) Kota Cirebon mampu mempertahankan penghargaan Anugerah Parahita Ekapraya tahun 2020. Penghargaan ini membuktikan Pemda Kota Cirebon serius memperhatikan semua warganya, termasuk wanita dan anak.

Wali Kota Cirebon, Drs. H. Nashrudin Azis, S.H., usai menerima penghargaan Anugerah Parahita Ekapraya (APE) tahun 2020 secara virtual di ruang rapat Wali Kota Cirebon secara virtual, Rabu (13/10/2021) menjelaskan penghargaan ini merupakan pengakuan dari pemerintah pusat kepada Pemda Kota Cirebon. “Dikarenakan Kota Cirebon memiliki keseriusan memperhatikan warganya, termasuk wanita dan anak-anak,” tutur Azis. Tidak ada diskriminasi dalam pembangunan di Kota Cirebon. Pembangunan tersebut diperuntukkan bagi seluruh warga Kota Cirebon.

Namun Kota Cirebon, lanjut Azis, tidak berpuas diri dengan penghargaan ini. Penghargaan ini justru dijadikan pelecut dan penyemangat agar pembangunan dengan tetap memperhatikan pengarusutamaan gender (PUG) berjalan lebih baik lagi di Kota Cirebon.

Sementara itu Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPPAPPKB)  Kota Cirebon, Suwarso Budi Winarno, SAP., M.Si., menjelaskan keberhasilan ini bukan hanya kinerja dari dinas yang dipimpinnya. “Namun karena kerja sama semua pihak,” tutur Budi. Penghargaan ini menunjukkan tingkat kepedulian dan perhatian dari Pemda Kota Cirebon terhadap hak-hak perempuan, khususnya di Kota Cirebon. “Ke depan kita berharap dapat meningkatkan cakupan dan prestasi terkait pemenuhan kebutuhan hak perempuan dan anak,” tutur Budi. Sehingga terwujud keadilan gender yang sesuai dengan fitrahnya di semua lini di Kota Cirebon.

Sementara itu Kepala Bidang (Kabid) Pemberdayaan Perempuan DPPPAPPKB Kota Cirebon, Siti Halimah, menjelaskan Kota Cirebon sudah meraih penghargaan anugerah APE dua kali. “Yaitu pada 2018 kategori madya,” tutur Siti. Penghargaan APE kedua juga kategori madya didapatkan 2020 namun karena pandemi penyerahannya mundur pada 2021 ini.

APE merupakan penghargaan atas komitmen dan peran para pimpinan dan stakeholder pemerintah pusat dan daerah dalam upaya mewujudkan kesetaraan dan keadilan gender melalui strategi pengarusutamaan gender (PUG). Tantangan ke depannya, semua perangkat daerah dalam merencanakan program kegiatan bisa mempertimbangkan analisa gender. “Sehingga Kota Cirebon bisa meningkatkan program kegiatannya dengan mempertimbangkan pengarusutamaan gender,” tutur Siti.

Sumber : http://www.cirebonkota.go.id/

 

Pemda Kota Cirebon Raih Apresiasi PINUNJUL dan AJEG

Pemda Kota Cirebon Raih Apresiasi PINUNJUL dan AJEG

CIREBON – Pemerintah Daerah (Pemda) Kota Cirebon raih dua penghargaan sekaligus. Penghargaan merupakan hasil kerja keras  Tim Pengendali Inflasi Pengendali Inflasi Daerah (TPID) serta Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD).

Penghargaan diberikan oleh Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Cirebon, Bakti Artanta, kepada Wakil Wali Kota Cirebon, Dra. Hj. Eti Herawati, Senin (11/10/2021). Ada pun penghargaan tersebut yaitu Juara III Apresiasi Program Inflasi Unggul Juara Lahir Batin (PINUNJUL) Jawa Barat kategori Indeks Harga Konsumen (IHK) terbaik  serta terbaik 4 Apresiasi Jawara Digital Ekonomi (AJEG) kategori kota/kabupaten terbaik implementasi digitalisasi ekonomi daerah.  “Raihan ini harus kita jadikan pelecut serta pendorong agar kita senantiasa dapat memaksimalkan peran TPID dan TP 2DD Kota Cirebon,” tutur Wakil Wali Kota Cirebon, Dra. Hj. Eti Herawati

Dijelaskan Eti, TPID merupakan tim yang bertugas memantau dan menyiapkan langkah-langkah untuk mengatasi permasalahan inflasi di Kota Cirebon. “Inflasi yang tak terkendali dapat mengganggu stabilitas ekonomi,” tutur Eti. Disinilah peran dan fungsi TPID menjadi sangat vital karena dapat memantau  sedini mungkin ancaman inflasi di Kota Cirebon dan mencari solusi terhadap permasalahan yang ada. “TPID Kota Cirebon juga senantiasa mengedepankan aspek-aspek yang terukur,” tutur Eti. yaitu 4K yang terdiri dari keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi dan komunikasi yang efektif dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat.

Sedangkan dari segi digitalisasi ekonomi, TP2DD Kota Cirebon juga tidak berhenti untuk berinovasi. “Pemda Kota Cirebon tidak pernah berhenti untuk berinovasi,” tutur Eti. Pemda Kota Cirebon senantiasa berupaya mendorong percepatan dan perluasan digitalisasi. Diantaranya dilakukan dengan mendorong implementasi elektronifikasi pemerintah daerah (ETPD) yang dapat meningkatkan transparansi transaksi keuangan daerah. “ETPD ini juga dapat mendukung tata kelola dan mengintegrasikan sistem pengelolaan keuangan daerah untuk optimalisasi pendapatan daerah,” tutur Eti.

Pemda Kota Cirebon juga mengembangkan transaksi pembayaran digital di masyarakat.  Sehingga dapat mewujudkan keuangan yang inklusif serta meningkatkan integrasi ekonomi dan keuangan digital nasional. Keberadaan TP2DD membuat tata kelola keuangan pemerintah daerah makin efektif dan efisien. Terutama melalui elektronifikasi transaksi pemerintah daerah. “Di masa pandemi Covid-19 inovasi harus terus dikembangkan,” tutur Eti. Terutama terkait aplikasi dan program untuk digitalisasi untuk meminimalkan interaksi serta meningkatkan pelayanan kepada publik.

Selanjutnya untuk memperkuat strategi TPID dan TP2DD, hari ini juga diselenggarakan high level meeting TPID dan TP2DD di Kota Cirebon. “Saya berharap kegiatan high level meeting ini dapat dijadikan momentum untuk melaksanakan koordinasi terkait ketersediaan pangan dan keterjangkauan harga di masa pandemi Covid-19,” tutur Eti. Seluruh perangkat daerah diminta Eti untuk bersungguh-sungguh bekerja sama sehingga tercipta perbaikan ekonomi di Kota Cirebon.

Sementara itu Kepala KPwBI Cirebon, Bakti Artanta, menjelaskan kegiatan hari ini dalam rangka high level meeting. “Sekaligus menyerahkan penghargaan dari hasil rakorwil TPID dan TP2DD di Jabar,” tutur Bakti. Menurut Bakti, penghargaan tersebut merupakan prestasi yang membanggakan karena kota Cirebon berhasil dalam pengendalian inflasi dan digitalisasi. “Mudah-mudahan ini awal yang baik. Sehingga kita bisa lebih giat lagi dan harapannya tahun depan dapat mencapai prestasi lebih baik,” tutur Bakti.

Sumber : http://www.cirebonkota.go.id/

 

Wakil Wali Kota: Pemuda Harus Jadi Garda Terdepan Pembangunan

Wakil Wali Kota: Pemuda Harus Jadi Garda Terdepan Pembangunan

Pemuda harus jadi garda terdepan pembangunan di Kota Cirebon. Banyak hal positif yang dapat dilakukan anak-anak muda di Kota Cirebon.

Hal tersebut diungkapkan Wakil Wali Kota Cirebon, Dra. Hj. Eti Herawati, usai menghadiri Bulan Bakti Karang Taruna Kota Cirebon di RT 04 RW 10 Penggung Utara, Kelurahan/Kecamatan Harjamukti, Minggu, 19 September 2021. “Alhamdulillah, kepengurusan karang taruna di Kota Cirebon sudah terbentuk,” tutur Eti. Apalagi selama pelaksanaan bulan bakti Karang Taruna September ini berbagai kegiatan sosial yang sangat positif dilakukan oleh karang taruna Kota Cirebon.

“Kami tentu menyambut baik kegiatan yang digelar anak-anak muda kita,” tutur Eti. Ke depannya, Eti anak-anak muda yang berdaya keberadaannya dapat dirasakan manfaatnya oleh lingkungan mereka. Berbagai kegiatan positif dapat mereka gelar. Sehingga anak-anak muda di Kota Cirebon dapat terhindar dari kegiatan-kegiatan yang tidak berguna dan melanggar hukum. 

“Pemuda harus menjadi garda terdepan pembangunan di Kota Cirebon,” tegas Eti. Semangat mereka yang menggelora dapat disalurkan untuk beragam kegiatan. Kolaborasi dengan masyarakat juga dapat dilakukan, sehingga dapat menunjang pembangunan di Kota Cirebon.

Sementara itu Ketua Karang Taruna Kota Cirebon, Rian Hadi, menjelaskan September merupakan bulan bakti Karang Taruna. Setiap minggu mereka menggelar kegiatan sosial di sejumlah tempat di Kota Cirebon. “Minggu ini merupakan minggu kedua kami melakukan kerja bakti,” tutur Rian. Kegiatan yang digelar hari ini berupa bersih-bersih pemakaman umum.

Selain itu mereka juga membagikan total 2 ribu paket. “untuk hari ini kami bagikan sekitar 250 hingga 300 paket,” tutur Hadi. Paket tersebut terdiri dari masker serta vitamin C, D dan E. Melalui pembagian masker dan vitamin tersebut Rian berharap masyarakat Kota Cirebon tetap menjaga kesehatan dan patuh menaati protokol kesehatan (prokes). “Sekalipun saat ini kasus penyebaran Covid-19 sudah melandai, kita jangan sampai lengah,” tutur Rian.

Sumber : http://www.cirebonkota.go.id/

Hadiri IK-CEPA, Wakil Wali Kota Berharap Pendampingan Korea di Kota Cirebon Diperluas

Hadiri IK-CEPA, Wakil Wali Kota Berharap Pendampingan Korea di Kota Cirebon Diperluas

BANDUNG – Wakil Wali Kota Cirebon, Dra. Hj. Eti Herawati berharap pendampingan dari Korea Selatan untuk perajin batik di Kota Cirebon terus dilanjutkan. Melalui pendampingan ini, produk yang dihasilkan UMKM di Kota Cirebon dapat terangkat.

Hal tersebut diungkapkan Eti usai menghadiri acara Indonesia-Korea Comprehensive Economic Partnership Agreement (IK-CEPA) dan UMKM Daerah dengan tema Peluang Kolaborasi Ekonomi dan Fasilitasi Perdanganan ke Pasar Korea Selatan, di salah satu hotel di Bandung. “Pendampingan dari Korea Selatan di Kota Cirebon sudah dilakukan,” tutur Eti, Jumat (17/9/2021).

Maksud Eti adalah pendampingan untuk perajin batik berpewarna alami di Kriyan, Kelurahan Pegambiran, Kecamatan Lemahwungkuk. Pendampingan terhadap perajin batik tersebut, menurut Eti, sudah berjalan dengan baik. Bahkan produk dari perajin batik di Kriyan sudah merambah pasar Korea Selatan.

“Mudah-mudahan pendampingan ini bisa terus berlanjut,” harap Eti. Bahkan Eti juga berharap pendampingan tersebut bisa diperluas untuk pelaku UMKM lainnya yang ada di Kota Cirebon.

Kegiatan yang digelar di Bandung merupakan kolaborasi antara Indonesia dan Korea Selatan. Kedua pemerintah telah menandatangani Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif atau Indonesia-Korea Comprehensive Economic Partnership Agreement (IK-CEPA) pada 18 Desember 2021.

Penandatanganan ini merupakan salah satu pertanda menguatnya hubungan kedua negara setelah Deklarasi Kemitraan Strategis Khusus Indonesia dan Korea Selatan 2017.

Pada kesempatan tersebut hadir pula Wakil Menteri Perdagangan, Jerry Sambuaga, Duta Besar Republik Korea untuk Indonesia, Park Taesung, BKSP Jabar, serta Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Provinsi Jabar.

Sumber : http://www.cirebonkota.go.id/

Gandeng Punakawan, Sosialisasikan Pentingnya Prokes Meski Covid-19 Melandai

CIREBON – Satpol PP Jawa Barat bersama Dinas Komunikasi, Informasi dan Statistik (DKIS) Kota Cirebon menyosialisasikan penerapan protokol kesehatan (prokes). Caranya dengan melibatkan tokoh pewayangan yang terkenal, yakni Punakawan. 

Sosialisasi yang berlangsung selama 15-24 September 2021 ini, menyasar pedagang dan pembeli di sejumlah pasar tradisional di Kota Cirebon. Tokoh Punakawan berkeliling pasar sembari membawa papan imbauan waspada Covid-19 dan tetap menjaga prokes.

Kepala Satpol PP Jabar, Drs. M. Ade Afriandi, S.T., mengungkapkan, kegiatan ini sebagai upaya Satpol PP Jabar dalam menyosialisasikan pentingnya menerapkan prokes. Terlebih pasar merupakan salah satu tempat yang rawan penyebaran Covid 19.

“Kami ingin mengingatkan kepada pedagang dan pembeli di pasar, meski kasus Covid-19 sudah landai, namun prokes harus dijaga,” kata Ade, Jumat (17/9/2021). 

Ia menambahkan, pihaknya melibatkan Punakawan, dengan harapan imbauan dapat diterima oleh masyarakat. Ia juga ingin memberikan penghasilan tambahan kepada pelaku seni yang terdampak Covid-19.

“Kami ingin menunjukkan kepada masyarakat bahwa Satpol PP dalam menyampaikan pentingnya prokes dengan cara humanis,” katanya.

Kepala DKIS Kota Cirebon, Ma’ruf Nuryasa A.P., menambahkan, tokoh Punakawan pernah dilibatkan saat sosialisasi Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) lalu. Kali ini Punakawan dilibatkan untuk mengingatkan disiplin Prokes kepada pembeli dan pedagang pasar.

“Selain menghibur masyarakat, Punakawan juga menyampaikan pesan untuk tetap waspada Covid-19 dan disiplin prokes,” kata Ma’ruf.

Terlebih, lanjut Ma’ruf, penyampaian sosialisasi menggunakan papan nama menggunakan bahasa Cirebon berisi tentang disiplin Prokes Covid-19. “Pesan yang disampaikan akan mudah dipahami masyarakat karena menggunakan bahasa Cirebon,” ujarnya.

Salah seorang pemeran Punakawan, Ikhwan Jums menyampaikan, Punakawan digambarkan sebagai pengawal raja dalam tokoh pewayangan. Punakawan terdiri dari Petruk, Gareng, Bagong dan Semar. Setiap karakter memiliki sifat dan peran yang berbeda-beda. 

“Punakawan memiliki sifat menolong orang dalam tokoh Pewayangan,” katanya. 

Sifat dan karakter tersebut diantaranya Semar memiliki watak rendah hati, tidak sombong dan melambangkan kebajikan. Petruk memiliki kecerdasan, keramahan dan sabar. Gareng yang melambangkan kesabaran dan tidak mudah menyerah dalam hidup. Bagong melambangkan kebahagiaan dan kejujuran.

Sumber : http://www.cirebonkota.go.id/

Cirebon Siaga 112, Satu Nomor Untuk Semua Kejadian Kedaruratan

Cirebon Siaga 112, Satu Nomor Untuk Semua Kejadian Kedaruratan

Layanan 112 selalu siap menerima laporan kedaruratan. Dari layanan 112, kejadian kedaruratan segera disampaikan ke instansi yang berwenang.

Kepala Bidang (Kabid) Pengelolaan Informasi Publik (PIP) Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik (DKIS) Kota Cirebon, Uung Taryumi, S.Sos., menjelaskan layanan kedaruratan 112 memiliki sejumlah personil yang dibagi dalam beberapa shift. “Sehari dibagi menjadi 3 shift,” ungkap Uung, Jumat, 11 Juni 2021. Masing-masing shift dijaga oleh 3 orang. “Layanan Call Center 112 siaga selama 24 jam,” ungkap Uung.

Untuk itu, Uung meminta kepada siapa pun yang melihat kejadian kedaruratan bisa segera menelpon 112. “Bisa ditelpon dari telepon selular sekalipun tidak memiliki pulsa,” tegas Uung. Seperti kejadian hari ini, yaitu tumpahnya oli dari sebuah kendaraan berat di persimpangan Jalan Pemuda, Kota Cirebon. “Pagi tadi layanan 112 mendapat laporan dari petugas pemadam kebakaran mengenai kecelakan yang terjadi akibat tumpahan oli dari kendaraan forklift yang melintas di jalan dan menimbulkan kemacetan,” ungkap Uung.

Usai menerima laporan, PSC 119 segera dihubungi dikarenakan adanya laporan kecelakaan lalu lintas akibat kejadian tersebut. “Jalan yang licin menyebabkan 4 orang menjadi korban, 3 luka ringan dan 1 orang sesak nafas,” ungkap Uung. Namun semua korban berhasil ditangani dengan pertolongan cepat dari PSC 119.

Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Pengendalian, Pemadaman dan Penyelamatan Kebakaran, Dinas Pemadam Kebakaran Kota Cirebon, Ahmad Wahyudi, menjelaskan, pihaknya mendapat laporan kejadian dari anggota Korem 063/SGJ sekitar pukul 07.00. “Kami langsung lakukan pembersihan jalan menggunakan liquid foam, dan lalu lintas berjalan dengan normal kembali sekitar pukul 08.15.”.  

Layanan kedaruratan Cirebon Siaga 112 merupakan bentuk peningkatan kualitas pelayanan dari Pemda Kota Cirebon kepada masyarakat. Seluruh unsur bersinergi dalam layanan ini, baik Perangkat Daerah, Kepolisian, TNI, dan stakeholder terkait lainnya. Dengan layanan kedaruratan Cirebon Siaga 112, maka masyarakat tidak perlu mengingat banyak nomor jika ingin melaporkan kejadian kedaruratan. “Cukup satu nomor, yaitu 112,” ungkap Uung.

Sumber : http://www.cirebonkota.go.id/

Kota Cirebon Mulai Gunakan Aplikasi Sisnaker untuk Daftar Kartu Kuning

Kota Cirebon Mulai Gunakan Aplikasi Sisnaker untuk Daftar Kartu Kuning

CIREBON – Mulai Juni ini, Kota Cirebon mulai menerapkan sistem online dalam pendaftaran kartu kuning bagi para pencari kerja. Pendaftaran secara online ini dilakukan di aplikasi Sistem Informasi Ketenagakerjaan (Sisnaker). Setelah pendaftaran secara online, para pencari kerja bisa mencetak kartu kuning di Dinas Tenaga Kerja Kota Cirebon.

“Masukkan data diri dulu di aplikasi Sisnaker ini, setelah itu bawa berkas yang sudah diinput ke kantor Disnaker, baru dicetak,” tutur Kepala Bidang Pelatihan Kerja dan Penempatan Tenaga Kerja Disnaker Kota Cirebon, Dra. Fatwa Alfatiyah, Rabu, 9 Juni 2021.

Selama ini, menurutnya, pendaftaran dilakukan secara manual di kantor Disnaker. “Tadinya kan pencari kerja daftar untuk pembuatan kartu kuning ini mendaftar langsung secara manual di Disnaker, kami yang input datanya. Sekarang, mereka yang input datanya secara online,” katanya.

Perubahan ini sendiri dilakukan seiring dengan sistem digitalisasi. Salah satu bagian dari aplikasi Sisnaker ini adalah aplikasi Karirhub, yang bermanfaat bagi para pencari kerja dalam mencari lowongan kerja yang diminati, sebab di dalamnya terdapat perusahaan yang sedang membuka lowongan pekerjaan. “Kemudian, pihak perusahaan juga bisa memantau para pencari kerja di aplikasi Karirhub ini, jika ada pencari kerja yang sesuai dengan spesifikasi yang mereka cari, pihak perusahaan bisa langsung menghubungi Disnaker dan perusahaan juga wajib input data di aplikasi ini,” ujarnya.

Selain itu, menurut Fatwa, melalui aplikasi ini,  data para pencari kerja bisa langsung diketahui oleh Kementerian Tenaga Kerja. “Misalnya data pengangguran, bisa saja kan orang yang tadinya pengangguran tapi sudah diterima bekerja di suatu perusahaan. Data perubahan dari pengangguran ke bekerja ini tidak berubah karena biasanya tidak ada laporan, namun melalui aplikasi tersebut bisa diketahui berapa data pencari kerja, berapa data yang diterima perusahaan, berapa data yang belum diterima bekerja,” kata Fatwa.

Biasanya, tambah Fatwa, sebelum ada aplikasi ini seseorang yang sudah diterima bekerja tidak melapor ke Disnaker. “Mungkin bagi mereka jika sudah diterima bekerja ya sudah tidak perlu lapor, padahal itu perlu dilakukan. Perusahaan pun harusnya memberi tahu ke kami sudah menerima berapa pencari kerja, hal itu dilakukan agar kami bisa mengetahui pasti data pencari kerja,” ujarnya.

Kepala Seksi Informasi Pasar Kerja dan Produktivitas Tenaga Kerja Disnaker Kota Cirebon, Bagus Setiyo Nugroho, S.P. mengatakan, jika pencari kerja sudah membuka aplikasi Sisnaker, maka secara otomatis akan ditampilkan pula aplikasi Karirhub. “Nanti pencari kerja harus mengisi profil mereka di aplikasi Sisnaker, kemudian lanjut ke aplikasi Karirhub yang merupakan kesatuan dengan Sisnaker,” ujarnya.

Bulan Juni-Juli merupakan waktu puncak para pencari kerja mendaftar untuk mendapatkan kartu kuning. “Puncaknya pencari kerja untuk daftar kartu kuning ini ya Juni-Juli, sebab banyak lulusan SMA/SMK yang mendaftar kartu kuning ini untuk antisipasi mereka masuk kerja,” katanya.

Sejak awal Juni lalu, para pencari kerja yang mendaftar untuk mendapatkan kartu kuning ini bisa mencapai 50 orang per hari. “Tapi pernah waktu Senin lalu sampai 80 orang per hari. Biasanya pendaftaran ini dilakukan mulai pukul 08.00 WIB sampai pukul 16.00 WIB, tapi banyak yang sudah datang sejak pukul 07.00 WIB,” tutur Bagus.

Ia menambahkan, karena aplikasi Sisnaker ini baru digunakan pada bulan ini, banyak pencari kerja yang belum mengetahuinya. “Mereka banyak yang datang langsung ke kantor Disnaker dengan membawa berkas yang dibutuhkan, tapi kami arahkan mereka untuk daftar terlebih dahulu di aplikasi tersebut. Sebetulnya di website Disnaker Kota Cirebon, penggunaan aplikasi ini sudah disosialisasikan, ke depan kami akan sosialisasikan juga ke perusahaan-perusahaan,” ungkapnya.

Sumber : http://www.cirebonkota.go.id/

Wali Kota: Digitalisasi Permudah Akses Masyarakat Nikmati Layanan Perbankan

Wali Kota: Digitalisasi Permudah Akses Masyarakat Nikmati Layanan Perbankan

CIREBON – Tingkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) di masa pandemi Covid-19, sejumlah terobosan harus dilakukan, termasuk memberikan pelayanan secara digital.

Hal tersebut diungkapkan Wali Kota Cirebon, Drs. H. Nashrudin Azis, S.H., saat menghadiri webinar dengan tema Dukungan Digitalisasi Bank BJB untuk Meningkatkan Pendapatan Daerah di Masa Pandemi Covid-19, Rabu (9/6). “Dalam keterbatasan ruang dan gerak masyarakat karena pandemi memang diperlukan perubahan yang signifikan,” ungkap Azis. Sehingga perekonomian yang sempat terpuruk karena pandemi Covid-19 bisa kembali meningkat.

Salah satu perubahan dan terobosan yang bisa dilakukan yaitu dengan digitalisasi layanan. “Transformasi digital memegang peranan penting dalam kehidupan perekonomian masa kini,” ungkap Azis. Digitalisasi juga dapat mendorong pembangunan yang inklusif  serta meningkatkan kualitas pembuatan kebijakan. “Digitalisasi juga dapat membentuk daya tahan dan daya saing yang tinggi bagi produsen,” ungkap Azis. Sehingga bisa memberikan kenyamanan dan keamanan bagi konsumen bahkan hingga pandemi Covid-19 mendatang dinyatakan usai.

Dalam lingkup pemerintahan, digitalisasi juga tidak dapat dihindarkan. Bahkan sudah menjadi kewajiban dengan adanya arahan penggunaan elektronifikasi transaksi pemerintah daerah (ETPD). “Dalam penyelenggaraan pemerintahan, implementasi ETPD untuk mengelola keuangan daerah dapat menciptakan praktik yang efisien, transparan, dan akuntabel,” ungkap Azis.

Untuk itu, Azis mengapresiasi segala bentuk digitalisasi yang telah dilakukan Bank BJB. “Bank BJB telah menunjukkan kesiapannya,” tegas Azis. Baik sebagai mitra kolaborasi pemerintah daerah serta penetrasi digitalisasi untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan menambah pemasukan untuk PAD di Kota Cirebon.

Sementara itu, Kepala Bank BJB Kota Cirebon, Budi Jamaludin, menjelaskan mereka senantiasa menjadi partner pemerintah, dalam hal ini Pemerintah Daerah (Pemda) Kota Cirebon untuk membantu meningkatkan penerimaan PAD. “Untuk itu kami senantiasa berinovasi dengan memberikan sejumlah fitur layanan digital yang bisa dimanfaatkan,” ungkap Budi.

Segala fitur yang sudah disiapkan dapat mempermudah masyarakat melakukan transaksi keuangan. “Bahkan uang elektronik pun sudah tertanam pada aplikasi BJB Digi yang kami miliki,” ungkap Budi. Layanan digitalisasi dari perbankan sangat membantu masyarakat di masa pandemi Covid-19 ini.

Sumber : http://www.cirebonkota.go.id/