Kembangkan Kreativitas untuk Hadapi Tantangan Zaman

Kembangkan Kreativitas untuk Hadapi Tantangan Zaman

CIREBON – Tantangan zaman terus berkembang. Pengembangan kreativitas sangat diperlukan untuk dapat menghadapi tantangan, terutama di era digital seperti saat ini.

Hal itu disampaikan Wakil Wali Kota Cirebon, Dra. Hj. Eti Herawati saat menghadiri pelantikan pengurus DPC Tiara Kusuma Kota Cirebon periode 2022-2026, di Hotel Grand Dian Kota Cirebon, Jumat (13/5/2022).

Eti mengapresiasi kehadiran dan kiprah DPC Tiara Kusuma Kota Cirebon. Dengan mengusung spirit pengembangan kreativitas, DPC Tiara Kusuma Kota Cirebon diharapkan terus ikut berkontribusi bagi kemajuan Kota Cirebon.

Kembangkan Kreativitas untuk Hadapi Tantangan Zaman

“Pengembangan kreativitas sangat diperlukan untuk menghadapi setiap tantangan zaman,” ungkap Eti.

Menurut Eti, DPC Tiara Kusuma Kota Cirebon dapat menjadi bagian penting dalam upaya Pemerintah Daerah (Pemda) Kota Cirebon meningkatkan gairah ekonomi kreatif, terlebih pascapandemi Covid-19.

“Salah satu sektor yang potensial untuk tumbuh berkembang secara berkelanjutan adalah ekonomi kreatif,” katanya.

Kembangkan Kreativitas untuk Hadapi Tantangan ZamanEti berharap, para pengurus DPC Tiara Kusuma Kota Cirebon, selain mampu mengembangkan kreativitasnya secara personal, juga membawa kemajuan bagi organisasi. “Begitu pula menjadi bagian dari kemajuan Kota Cirebon,” katanya

Sementara itu, Ketua DPC Tiara Kusuma, Deeng Nur mengungkapkan, setelah pelantikan kepengurusan ini telah memiliki beberapa rencana program kerja.

Kembangkan Kreativitas untuk Hadapi Tantangan Zaman

“Beberapa kegiatan akan berkolaborasi dengan Pemda Kota Cirebon, dalam hal ini melalui Dinas Tenaga Kerja,” katanya.

DPC Tiara Kusuma Kota Cirebon merupakan persatuan para ahli kecantikan dan pengusaha salon yang ada di Kota Cirebon.

Sumber : http://www.cirebonkota.go.id/

Gagas Konsep Pariwisata Cirebon Raya

Gagas Konsep Pariwisata Cirebon Raya

CIREBON – Pemerintah Daerah (Pemda) Kota Cirebon mendukung konsep pariwisata Cirebon raya. Sebab, akan berdampak luas bagi perekonomian, pembangunan dan kesejahteraan masyarakat. 

Demikian dikatakan Wakil Wali Kota Cirebon, Dra. Hj. Eti Herawati saat menghadiri Halal Bihalal bersama para pelaku ekonomi kreatif Kota Cirebon, di Gedung Kreatif Center, Gedung Negara, Kamis (12/5/2022).

Gagas Konsep Pariwisata Cirebon Raya

“Harus segera terwujud konsep pariwisata Cirebon raya. Kami meminta Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Cirebon merealisasikan,” kata Eti.

Pariwisata Cirebon raya, kata Eti, akan melibatkan Pemda Kabupaten Cirebon, Indramayu, Kuningan dan Majalengka. Konsep yang diusung, promosi pariwisata unggulan bersama-sama. 

“Namanya Pariwisata Cirebon raya, isinya gabungan pariwisata unggulan di masing-masing daerah,” jelasnya.

Gagas Konsep Pariwisata Cirebon Raya

Ia menyarankan, promosi pariwisata Cirebon raya harus tersebar di luar Cirebon. Hal ini, agar memudahkan wisatawan mengetahui destinasi wisata yang akan dikunjungi ketika singgah di Cirebon. 

“Promosinya tidak di Cirebon saja, melainkan di Jakarta, Bandung dan kota-kota besar lainnya di Indonesia,” katanya.

Eti meyakini, konsep pariwisata Cirebon raya akan berdampak terhadap perekonomian masyarakat. Ia berharap pelaku ekonomi di Kota Cirebon dapat mengambil peluang ini.

“Tentunya UMKM akan bangkit dan masyarakat lebih sejahtera,” katanya.

Gagas Konsep Pariwisata Cirebon Raya

Sementara itu, Kepala Disbudpar Kota Cirebon, Agus Sukmanjaya, S.Sos., menjelaskan, pihaknya telah mengadakan rapat koordinasi dengan kepala perangkat daerah terkait urusan pariwisata di wilayah III Cirebon. Secara prinsip mereka setuju dengan konsep pariwisata Cirebon raya. 

“Komitmen yang sudah terbangun akan diwujudkan dalam bentuk kerjasama promosi pariwisata,” katanya Agus.

Sumber : http://www.cirebonkota.go.id/

 

Kunjungi Kota Cirebon, Bupati Garut Apresiasi dan akan Adopsi Sejumlah Program

Kunjungi Kota Cirebon, Bupati Garut Apresiasi dan akan Adopsi Sejumlah Program

CIREBON – Wakil Wali Kota Cirebon, Dra. Hj. Eti Herawati menerima kunjungan kerja Bupati Garut H. Rudy Gunawan, S.H., M.H., MP., beserta rombongan, di Ruang Kanigaran Balai Kota Cirebon, Rabu (11/5/2022).

Dalam pertemuan penerimaan kunjungan kerja tersebut, kedua pihak membahas berbagai persoalan terkait bidang pemerintahan, perekonomian, sosial dan pembangunan. Dari pertemuan itu, sejumlah program akan diterapkan di masing-masing daerah.

“Kabupaten Garut terkenal dengan pariwisata. Kami akan pelajari kemudian diterapkan di Kota Cirebon,” kata Eti.

Bukan hanya itu, Eti mengapresiasi promosi UMKM Kabupaten Garut. Sejumlah kuliner khas Kabupaten Garut bahkan sudah menembus pasar internasional.

 

“Dodol Garut hingga coklat sudah sangat terkenal. Kami akan coba belajar bagaimana cara promosinya sampai seperti itu,” katanya.

Di tempat yang sama, Bupati Garut H. Rudy Gunawan, S.H., M.H., MP., menilai, Pemda Kota Cirebon berhasil menjalankan program Kotaku. Rudy ingin program Kabupaten Garut mengadopsi program yang bersumber dari pemerintah pusat tersebut.

“Program Kotaku di Kota Cirebon cukup berhasil. Semoga Kabupaten Garut bisa mengikutinya,” katanya.

Kota Cirebon, lanjut Budy, berhasil dalam penanganan stunting. Pemda Kota Cirebon juga mampu mendata warga miskin secara detail. Strategi ini yang nanti akan diadopsi Kabupaten Garut. 

“Penanganan stunting tepat sasaran karena datanya,” katanya.

Sumber : http://www.cirebonkota.go.id/

Pemda Kota Cirebon Andalkan Batik Ecoprint pada Lomba Dekranasda Jabar

Pemda Kota Cirebon Andalkan Batik Ecoprint pada Lomba Dekranasda Jabar

CIREBON – Pemerintah Daerah (Pemda) Kota Cirebon andalkan produk batik ecoprint pada lomba antar Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) tingkat Jawa Barat.

Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil, Menengah, Perdagangan dan Perindustrian (DKUKMPP) Kota Cirebon, Iing Daiman, S.I.P., M.Si., menjelaskan saat ini tengah berlangsung lomba antar Dekranasda tingkat Provinsi Jabar.

“Masing-masing kota dan kabupaten di Jabar diminta untuk membuat video pendek mempromosikan pariwisata dan produk unggulan daerahnya masing-masing,” ungkap Iing, Senin (9/5/2022) di Balai Kota Cirebon.

Untuk wisata, Kota Cirebon mengandalkan Keraton Kasepuhan, Balai Kota Cirebon, dan Pantai Kejawanan. 

Sedangkan untuk produk unggulan yang ramah lingkungan, Kota Cirebon mengandalkan batik ecoprint

Seperti diketahui, ecoprint berasal dari kata eco atau ekosistem yang berarti lingkungan hayati atau alam dan print yang berarti cetak.

Batik ecoprint dibuat dengan cara mereplika tumbuhan ke dalam kain untuk menciptakan warna dan motif yang menarik. Bagian tumbuhan yang digunakan untuk batik ini pun beragam, bisa daun, bunga, batang, ranting, serta bagian tanaman lainnya.

“Batik ecoprint dari Kota Cirebon memiliki keunikan tersendiri,” ujar Iing.

Di antaranya, sambung Iing, motifnya yang masih mengandung unsur mega mendung serta beberapa bahan yang terbuat dari daun jati.

Digunakannya daun jati dalam batik ecoprint sekaligus sebagai pesan moral dan dan promosi bahwa daun  jati merupakan pembungkus nasi jamblang, kuliner khas Cirebon. “Batik ini ramah lingkungan,” katanya.

Batik ecoprint dibuat oleh warga Kota Cirebon sekitar dua tahun yang lalu. Pandemi Covid-19, lanjut Iing, tidak menyurutkan kreativitas. Bahkan seorang ibu rumah tangga bisa membuat batik ecoprint yang memiliki peluang yang bagus.

Sebenarnya, lanjut Iing, Kota Cirebon juga sudah memiliki batik story kriyan yang menggunakan pewarna alam yang juga ramah lingkungan.

Namun batik tersebut sudah pernah ditampilkan di depan Gubernur Jawa Barat. Hingga akhirnya tahun ini dipilih batik ecoprint untuk ikut serta dalam ajang promosi wisata dan produk unggulan ramah lingkungan untuk lomba antar Dekranasda Provinsi Jabar.

Pada tapping video yang dilakukan hari ini melibatkan banyak unsur, termasuk Wali Kota dan Wakil Wali Kota Cirebon. Pengambilan video juga dilakukan menggunakan citros atau tourism on bus yang membuat traveling ke lokasi-lokasi wisata di Kota Cirebon semakin mudah.

Sumber : http://www.cirebonkota.go.id/

Media Massa Dapat Berperan Sukseskan Program Pembangunan Daerah

Media Massa Dapat Berperan Sukseskan Program Pembangunan Daerah

CIREBON – Peran media massa dewasa ini semakin diperlukan dalam pelbagai bidang. Di antaranya untuk menyukseskan program pembangunan daerah.

Hal itu disampaikan Wali Kota Cirebon, Drs. H. Nashrudin Azis, S.H., saat menghadiri diskusi publik yang digelar Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Cirebon, Selasa (26/4/2022) lalu.

Media Massa Dapat Berperan Sukseskan Program Pembangunan Daerah

Diskusi publik dengan tema “Manfaat Zakat dalam Penguatan Pemulihan Ekonomi Pascapandemi” itu digelar di Co-Working Space, halaman belakang kantor Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (DKIS) Kota Cirebon.

“Selain menjalankan fungsi kontrol dan informasi, media massa juga bisa berperan lebih jauh dalam membantu menyukseskan program pembangunan daerah,” ungkap Azis.

Media Massa Dapat Berperan Sukseskan Program Pembangunan Daerah

Menurut Azis, kemajuan media massa di era saat ini tidak hanya karena mengedepankan fungsi informasi dan kontrol sosial. “Tapi industri media massa juga bisa berkembang melalui sajian yang sifatnya membangun,” tuturnya.

Azis mencontohkan, seperti halnya diskusi publik yang digagas PWI Cirebon dan direncanakan rutin tiap bulan, merupakan langkah besar untuk menghadirkan ruang bagi pertukaran ide dan gagasan.

Media Massa Dapat Berperan Sukseskan Program Pembangunan Daerah

“Misalnya seperti yang digagas PWI Cirebon berupa kegiatan diskusi-diskusi rutin bulanan. Menurut saya, ini sebuah langkah besar, terobosan yang sangat baik,” katanya.

Dengan begitu, sambung Azis, dalam forum-forum diskusi akan lahir peluang solusi atas persoalan tertentu yang dibahas. Oleh karenanya, Azis mengapresiasi langkah PWI Cirebon.

Media Massa Dapat Berperan Sukseskan Program Pembangunan Daerah

“Menjadi tugas kita bersama untuk menghadirkan solusi atas persoalan yang terjadi. Diantaranya melalui diskusi-diskusi semacam ini,” kata Azis.

Selain menghadirkan sejumlah narasumber yang kredibel, diskusi tersebut juga dihadiri oleh para pewarta yang bertugas di Kota Cirebon.

Sumber : http://www.cirebonkota.go.id/

Dilukis Perupa, Bollard depan Balai Kota Lebih Cantik dan Menarik

Dilukis Perupa, Bollard depan Balai Kota Lebih Cantik dan Menarik

CIREBON – Sekat Art Gallery berkolaborasi dengan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Cirebon menggagas seni lukis bola batu trotoar (Bollard) di depan Balai Kota Cirebon. Kegiatan tersebut merupakan rangkaian menuju pameran gambar “Sarekat Dagang Seni” pada 14 Mei 2022 nanti, sekaligus meramaikan Mei bulan menggambar Nasional serentak di seluruh Indonesia.

“Ini sejalan dengan tujuan dari Visi Kota Cirebon yaitu mewujudkan Cirebon sebagai kota kreatif berbasis budaya dan sejarah,” kata Kepala Disbudpar Kota Cirebon, Agus Sukmanjaya, S.Sos., usai meninjau lokasi tersebut, Senin (25/4/2022).

Dilukis Perupa, Bollard depan Balai Kota Lebih Cantik dan Menarik

Masih kata Agus, pihaknya mengapresiasi kreativitas perupa Cirebon yang memberikan sentuhan kreatif terhadap fasilitas publik. Apalagi Balai Kota Cirebon yang merupakan etalase Kota Cirebon. 

“Bangga dengan kepedulian para perupa menjadikan wajah Kota Cirebon lebih cantik dan menarik,” ujarnya. 

Agus menyadari, banyak wisatawan lokal singgah di depan Balai Kota Cirebon pada malam hari. Mereka sengaja untuk berswafoto di salah satu bangunan berarsitektur kolonial peninggalan Belanda ini.

 

Dilukis Perupa, Bollard depan Balai Kota Lebih Cantik dan Menarik

“Setiap malam muda-mudi nongkrong di depan Balai Kota Cirebon. Apalagi saat akhir pekan banyak komunitas berkumpul di tempat tersebut,” jelas dia. 

Lukisan bollard, lanjutnya, akan menjadi spot swafoto baru bagi para pengunjung. Dia meminta, pengunjung merawat dan menjaga kebersihan di depan Balai Kota Cirebon, khususnya bollard yang sudah dibuat oleh para perupa Cirebon.

“Kami titip jangan ada aksi vandalisme dan jaga kebersihan. Balai Kota Cirebon milik kita bersama, sudah seharusnya dijaga,” tegasnya.

Dilukis Perupa, Bollard depan Balai Kota Lebih Cantik dan Menarik

Dia berharap, sinergitas yang telah terbangun menjadi langkah awal kolaborasi antar Pemerintah Daerah (Pemda) Kota Cirebon dengan komunitas. Mereka akan menjadi inspirasi bagi komunitas lain untuk saling bersinergi membangun Kota Cirebon dan menjadikan destinasi wisata unggulan di Indonesia. 

“Semoga ini langkah awal para komunitas dan seniman bersinergi demi kemajuan Kota Cirebon,” ungkap dia.

Sumber : http://www.cirebonkota.go.id/

Identitas Kependudukan Bakal Digital, SDM Operator Dilatih

Identitas Kependudukan Bakal Digital, SDM Operator Dilatih

CIREBON – Pemerintah Daerah (Pemda) Kota Cirebon melalui Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Cirebon melakukan persiapan sumber daya manusia (SDM) jelang peluncuran identitas digital, baik KTP maupun Kartu Keluarga (KK).

Plt. Kepala Bidang Pengelolaan Informasi Administrasi Kependudukan (PIAK) Disdukcapil Kota Cirebon, Muhammad Izzuddin, S.Kom. menjelaskan, bahwa identitas digital merupakan program pemerintah pusat, yakni Ditjen Dukcapil Kemendagri.

“Selama 15 tahun ini, kita menggunakan aplikasi SIAK terdistribusi yang setiap data kependudukan di daerah terkoneksi dengan pusat. Daerah masih punya server, tapi nanti menggunakan SIAK terpusat sehingga daerah tidak memiliki server,” jelasnya, Jumat (11/3/2022) siang.

Identitas Kependudukan Bakal Digital, SDM Operator Dilatih

Meski demikian, kata Izzuddin, pemerintah daerah akan menerima data kependudukan dari pusat setiap semester. Data yang diterima oleh daerah pun sudah dibersihkan.

“Dibersihkan itu artinya tidak ada lagi data ganda dan tidak jelas. Misalnya ada data warga yang memiliki tanggal lahir 30 Februari. Itu kan data anomali atau data tidak jelas. Nanti itu sudah tidak ada,” kata dia.

Masih dikatakan Izzuddin, tahapan digitalisasi identitas ini adalah migrasi data kependudukan dari SIAK terdistribusi ke SIAK terpusat. Baru kemudian pemerintah pusat memberlakukan identitas digital, baik KTP maupun KK. “Setelah itu identitas warga sudah dalam genggaman, melalui aplikasi yang sedang disiapkan,” ujarnya.

Identitas Kependudukan Bakal Digital, SDM Operator DilatihSaat ini, lanjut Izzuddin, aplikasi yang bakal dikeluarkan oleh Kemendagri tersebut masih dalam persiapan dan uji coba. Karena harus lulus uji keamanan agar tidak ada yang meretas.

“Saat ini jumlah penduduk Kota Cirebon hanya memiliki 343.667 jiwa penduduk, sehingga lebih cepat dalam migrasi,” jelas Izzuddin.

Perihal SDM untuk operator SIAK terpusat ini, Izzuddin mengaku selama ini seluruh pegawai di Disdukcapil Kota Cirebon menerima pelatihan melalui panduan yang diberikan pemerintah pusat.

“Kita diberikan pelatihan selama dua hari, 10-11 Maret ini. Baik dari kecamatan maupun dinas dilatih. Oleh sebab itu selama dua hari ini juga pelayanan kependudukan ditutup sementara,” tuturnya.

Sumber : http://www.cirebonkota.go.id/

Belajar Pertanian Perkotaan di DKPPP Kota Cirebon

Seluruh Sekolah di Kota Cirebon Ditargetkan Sudah Layak Anak pada 2022

CIREBON – Bertani di lahan terbatas kini tidak menjadi masalah. Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKPPP) Kota Cirebon memiliki solusinya. 

“Yaitu melalui smart green house,” tutur Kepala DKPPP Kota Cirebon, Ir. Hj. Yati Rohayati, Selasa (22/2/2022) di sela-sela kegiatan pelantikan pengurus KTNA di kantor DKPPP Kota Cirebon.

Dengan smart green house banyak keuntungan yang bisa didapatkan. Di antaranya bisa menghasilkan sayuran yang sehat dan aman.

Belajar Pertanian Perkotaan di DKPPP Kota Cirebon

Smart green house juga dapat memproduksi sayuran tanpa mengenal iklim,” ujarnya.

Hal ini dikarenakan ada pengaturan suhu dan kelembaban udara yang bisa dikoneksikan melalui smartphone android. 

Keuntungan lainnya, yakni hama dan penyakit bisa dikendalikan. “Karena tidak ada penggunaan pestisida,” kata Yati.

Belajar Pertanian Perkotaan di DKPPP Kota CirebonDKPPP Kota Cirebon memiliki dua smart green house yang terletak di UPT Balai Pengembangan Benih Tanaman Pangan dan Hortikultura.

“Yang satu kita tanam sayuran dan satu lagi kita tanam golden melon,” tambahnya.

Untuk sayuran yang ditanam yaitu pakcoy dan selada. Kedua tanaman tersebut memiliki nilai ekonomis yang tinggi di pasaran.

Belajar Pertanian Perkotaan di DKPPP Kota Cirebon

Selang sebulan, panen sayuran sudah bisa dilakukan. Hasil panen kemudian dijual untuk membeli bibit sayur kembali.

Sedangkan untuk golden melon, hasilnya bisa didapatkan setiap tiga bulan sekali. “Nantinya golden melon yang biasa impor bisa kita produksi sendiri,” jelas Yati.

Ditambahkan Yati, smart green house merupakan pengembangan kreatif dan inovatif dari DKPPP Kota Cirebon.

Belajar Pertanian Perkotaan di DKPPP Kota Cirebon

Keberadaan smart green house diharapkan dapat menjadi sarana edukasi bagi masyarakat yang ingin menanam tanaman hortikultura namun memiliki keterbatasan lahan.

“Kalau ingin melihat contoh pertanian di perkotaan, ini lho yang bisa dilakukan,” katanya.

Sumber : http://www.cirebonkota.go.id/

Layanan Cirebon Siaga 112 Bakal Wakili Indonesia di Ajang ASEAN ICT Award 2022

Layanan Cirebon Siaga 112 Bakal Wakili Indonesia di Ajang ASEAN ICT Award 2022

CIREBON – Layanan Cirebon Siaga 112 merupakan layanan nomor tunggal panggilan darurat milik Pemerintah Daerah (Pemda) Kota Cirebon. Melalui layanan ini, masyarakat bisa melaporkan keadaan darurat.

Contoh layanan kedaruratan tersebut, seperti kebakaran, kerusuhan, kecelakaan, bencana alam, penanganan masalah kesehatan, gangguan keamanan dan ketertiban umum, dan keadaan darurat lainnya

Layanan yang ada di bawah kewenangan Dinas Komunikasi, Informasi dan Statistik (DKIS) Kota Cirebon ini, merespons cepat segala laporan yang masuk.

Maka tidak heran, layanan Cirebon 112 diganjar menjadi yang terbaik dalam ajang Indonesia Enterpreneur TIK (IdenTIK) 2021 kategori Publik Sektor.

Layanan Cirebon Siaga 112 Bakal Wakili Indonesia di Ajang ASEAN ICT Award 2022

“Dari prestasi tersebut, Kota Cirebon akan mewakili Indonesia dalam kompetisi ASEAN ICT Awards (AICTA) 2022. Kita menunggu informasi lanjutan terkait waktu pelaksanaannya,” ungkap Kepala DKIS Kota Cirebon, Ma’ruf Nuryasa AP., M.Si., Selasa (22/2/2022). 

Sebelum sampai pada kompetisi ASEAN, kata Ma’ruf, pihaknya ingin melakukan peningkatan layanan kesiapsiagaan dalam menangani persoalan. Salah satunya dengan adanya konsep panic button yang terintegrasi dengan layanan Cirebon Siaga 112.

“Bisa diintegrasikan dengan 112. Salah satu keuntungannya di android itu bisa ter-tag lokasinya. Persiapan dan tahapan peningkatan layanan juga kompleks, perlu kajian dengan berbagai pihak,” kata dia.

Layanan Cirebon Siaga 112 Bakal Wakili Indonesia di Ajang ASEAN ICT Award 2022

Upaya peningkatan ini, sambung Ma’ruf, karena melihat banyaknya prank call dan ghost call. Dalam sehari, call taker 112 menerima 70-80 panggilan telepon. Dari jumlah itu, prank dan ghost call mendominasi.

“Kita ingin mengurangi jumlah prank dan ghost call itu,” katanya.

Tidak hanya itu, lanjut Ma’ruf, laporan yang diterima oleh call taker 112 juga semakin beragam. Misalnya terkait layanan PLN, PDAM, PJU, Jasa Marga dan lainnya.

“Kami tidak membatasi laporan banyak hal. Ada yang sifatnya pengaduan pelayanan. Tetap kita layani,” tuturnya.

Layanan Cirebon Siaga 112 Bakal Wakili Indonesia di Ajang ASEAN ICT Award 2022

Masih dikatakan Ma’ruf, apabila setiap laporan yang masuk melalui layanan Cirebon Siaga 112 diakumulasikan, bisa menjadi program kerja satuan dinas untuk wilayah tertentu. 

“Misalnya laporan kebakaran atau pohon tumbang kerap terjadi di wilayah kecamatan A, maka dinas terkait bisa melakukan proteksi. Begitupun laporan lainnya,” ucapnya. 

Ma’ruf juga mengakui, ada tugas penting lain dalam pengembangan layanan Cirebon Siaga 112, yakni terus menyosialisasikan kepada masyarakat sebagai pengguna. 

“Kami ingin agar lebih banyak orang tahu. Karena namanya juga nomor tunggal darurat, jadi salah satu kebutuhan dasar. Mari gunakan dengan bijak,” katanya.

Sumber : http://www.cirebonkota.go.id/

Komitmen Bersama untuk Wujudkan Cirebon sebagai Kota Informatif

Komitmen Bersama untuk Wujudkan Cirebon sebagai Kota Informatif

CIREBON – Pemerintah Daerah (Pemda) Kota Cirebon bersama Komisi Informasi Kota Cirebon berkomitmen mewujudkan Kota Cirebon sebagai kota informatif.

Salah satunya melalui penandatanganan komitmen bersama yang dilakukan Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) pada  Perangkat Daerah (PD) di lingkungan Pemda Kota Cirebon dan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), serta Komisi Informasi Kota Cirebon.

Komitmen Bersama untuk Wujudkan Cirebon sebagai Kota Informatif

Penandatanganan dilakukan di Co-Working Space (CWS) di halaman belakang kantor Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (DKIS) Kota Cirebon, Jumat (18/2/2022). Hadir pula perwakilan pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Cirebon, serta Ketua Komisi Informasi Jawa Barat, Ijang Faisal, M.Si.

“Penandatanganan komitmen bersama ini kami lakukan untuk mewujudkan Kota Cirebon sebagai kota informatif,” ungkap Kepala DKIS Kota Cirebon, Ma’ruf Nuryasa, AP., M.Si., usai acara tersebut.

Komitmen Bersama untuk Wujudkan Cirebon sebagai Kota Informatif

Ma’ruf menjelaskan, pihaknya mencoba mengonsolidasikan dengan semua PPID di lingkungan PD dan BUMD untuk menjalankan peran dan fungsinya secara optimal dalam hal penyediaan akses informasi bagi publik.

“Sehingga ketika ada masyarakat yang membutuhkan informasi bisa mengaksesnya dengan mudah. Prinsipnya, peran PPID perlu dioptimalkan terus,” ungkapnya.

Nantinya, sambung Ma’ruf, akses informasi di tiap PD dan BUMD akan dibuat terintegrasi melalui sistem layanan online. Tujuannya untuk mempermudah layanan bagi publik.

“Sekaligus edukasi kepada masyarakat, bahwa ada informasi yang dikecualikan sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 14 tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik,” katanya.

Komitmen Bersama untuk Wujudkan Cirebon sebagai Kota Informatif

Sementara itu, Koordinator Bidang Edukasi, Sosialisasi, dan Advokasi pada Komisi Informasi Kota Cirebon, Lutfiyah Handayani, S.Sos.I menyampaikan, untuk mewujudkan kota informatif dibutuhkan peran semua stakeholder.

“Memang utamanya PPID memiliki peran dalam menyediakan dan memberi pelayanan informasi kepada publik dengan akses yang mudah,” kata Lutfiyah.

Ia bahkan menyebutkan, setiap badan publik wajib untuk menetapkan dan memutakhirkan daftar informasi publik, sebagaimana diatur dalam Peraturan Komisi Informasi Nomor 1 Tahun 2021 tentang Standar Layanan Informasi Publik.

Komitmen Bersama untuk Wujudkan Cirebon sebagai Kota Informatif

“Jenis-jenis informasi publik yaitu informasi yang wajib disediakan dan diumumkan secara berkala; informasi yang wajib diumumkan secara serta merta; dan informasi yang wajib tersedia setiap saat,” jelasnya.

Meski demikian, sambung Lutfiyah, ada pula informasi yang dikecualikan. Misalnya menyangkut kerahasiaan negara, kerahasiaan untuk persaingan yang sehat, dan kerahasiaan atas hak pribadi.

“Kami di Komisi Informasi juga berkewajiban melakukan evaluasi pelaksanaan keterbukaan informasi publik di badan publik,” katanya.

Untuk diketahui, ruang lingkup badan publik yakni, lembaga eksekutif, legislatif, yudikatif, BUMN/BUMD, organisasi non pemerintah yang menerima dana dari APBD/APBN, dan partai politik.

Sumber : http://www.cirebonkota.go.id/