Masa Pandemi Covid-19, HUT RI ke 75 dan Hari Jadi Kota Cirebon ke 651 Tetap Digelar Khidmat

CIREBON-Di masa pandemi, Hari Ulang Tahun Republik Indonesia (HUT RI) ke 75 yang dirangkai dengan Hari Jadi Kota Cirebon ke 651 tetap digelar. Perayaan lebih sederhana, namun tetap khidmat serta memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi yang sudah maju.

Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik (DKIS) Kota Cirebon yang juga ketua panitia HUT RI ke 75 dan Hari Jadi Kota Cirebon ke 651, Ma’ruf Nuryasa, AP., menjelaskan bahwa tema yang diangkat pada peringatan HUT RI ke 75 yaitu Indonesia Maju. “Sedangkan tema HUT Kota Cirebon ke 651 tahun ini mengambil tema semangat membangun bersama,” ungkap Ma’ruf, Senin, 03 Agustus 2020. Tema tersebut tercermin dari logo HUT ke 651 yang dipilih tahun ini.

Logo HUT Kota Cirebon tahun ini memperlihatkan api yang berkobar namun dengan angka 651. Angka 6 berwarna biru, sekaligus merefleksikan gambar udang. “Kota Cirebon dikenal sebagai kota udang,” ungkap Ma’ruf. Sedangkan angka 5 berwarna merah menggambarkan kepala burung garuda dengan tatapan mata yang tajam sebagai akulturasi semangat peringatan hari jadi Kota Cirebon yang berbarengan dengan HUT RI, Cirebon untuk Indonesia. “Sedangkan angka satu yang bewarna hijau sebagai penutup angka sekaligus menjadi simbol kesatuan,” ungkap Ma’ruf.

Tagline Hari Jadi Kota Cirebon ke 651 yaitu Memayu Charuban Jati yang berarti mempercantik dan memperindah. Melalui tema dan tagline di hari jadi ke 651 Pemda Kota Cirebon mengajak kepada seluruh masyarakatnya bersama-sama membangun, mempercantik dan memperindah sebagai upaya melindungi Cirebon baik lahir maupun batin.

Untuk perayaan HUT Kemerdekaan RI, agendanya telah ditetapkan oleh sekretariat negara. Sejumlah acara ada yang dihilangkan namun ada pula yang tetap digelar. Seperti pengibaran bendera pusakan yang pesertanya dibatasi. Begitu juga dengan paskibraka yang pesertanya juga dibatasi. “Untuk acara veteran tetap ada, tapi ada yang berubah tahun ini,” ungkap Ma’ruf. Yaitu bukan para veteran yang datang dan berkumpul ke Balaikota Cirebon, namun Pemerintah daerah (Pemda) Kota Cirebon yang mendatangi mereka.

“Dilakukan tanggal 14 Agustus 2020 usai sidang paripurna DPRD Kota Cirebon,” ungkap Ma’ruf. Nantinya Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), bersama dengan DPRD serta Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang ada di Kota Cirebon akan dibagi-bagi menuju rumah veteran. “Jadi sekarang, kita yang mendatangi mereka,” ungkap Ma’ruf. Saat ini sudah ada 75 veteran yang tercatat untuk didatangi di peringatan HUT RI ke 75.

Sedangkan untuk hari jadi Kota Cirebon ke 651 sejumlah agenda juga akan digelar. Diantaranya Gerakan Cirebon Bermasker yang digelar di sejumlah titik untuk mencegah kerumunan orang. “Ada 7 ribu masker yang siap dibagikan sekaligus gerakan sosialisasi bahwa pandemi Covid-19 masih ada,” ungkap Ma’ruf. Juga diagendakan bebersih tajug dan tempat ibadah yang ada di Kota Cirebon mulai 5 Agustus mendatang. “Targetnya 300 lokasi,” ungkap Ma’ruf.

Pada 20 Agustus 2020, Wali Kota Cirebon, Drs. H. Nashrudin Azis, akan mencanangkan dibukanya Wi-fi yang ada di setiap kantor pemerintahan, bahkan hingga tingkat kelurahan, untuk siswa yang saat ini tengah belajar daring. Juga disiapkan aplikasi yang akan dijalankan oleh Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Cirebon. “Aplikasi ini bisa digunakan untuk anak-anak sekolah yang saat ini tengah belajar daring,” ungkap Ma’ruf.

Pada 20 Agustus, kita akan lakukan streaming selama 651 menit mulai dari jam 8 pagi. “kita lakukan city branding,” ungkap Ma’ruf. Berbagai segmen akan digelar, seperti budaya serta berbagai potensi yang dimiliki Kota Cirebon. Juga akan diberikan giveaway atau hadiah untuk masyarakat Kota Cirebon dengan hadiah-hadiah yang menarik. “Sebelumnya, 15 Agustus, ada festival tari topeng di 6 lokasi, 5 tarian secara serempak,” ungkap Ma’ruf. Semua kegiatan dirancang dengan tetap meminimalkan kerumunan orang dan memanfaatkan kemajuan teknologi informasi dan komunikasi saat ini.

Sumber : http://www.cirebonkota.go.id/

Simulasi Smart City Tour, Upaya Meningkatkan Pariwisata di Wilayah Ciayumajakuning

CIREBON-Wakil Wali Kota Cirebon yakin pariwisata di seluruh wilayah di Cirebon, Indramayu, Majalengka dan Kuningan (Ciayumajakuning) akan kembali mengalami kenaikan. Kenaikan jumlah wisatawan tersebut tanpa meninggalkan protokol kesehatan. Wakil Wali Kota Cirebon, Dra. Hj. Eti Herawati, usai melepas kegiatan Simulasi Smart City Tour Cirebon dalam rangka membangkitkan kembali industri pariwisata di Kota Cirebon, Senin, 13 Juli 2020 di Balaikota Cirebon.

Eti menjelaskan bahwa sebelum terjadinya wabah Pandemi Covid-19, sudah ada kesepakatan dengan daerah-daerah yang ada di wilayah Ciayumajakuning untuk bersama-sama memajukan pariwisata. “Sempat tertunda karena Pandemi, sekarang kita bersama-sama menindaklanjuti kesepakatan tersebut.”

Dimulai dari simulasi yang melibatkan sejumlah pelaku wisata di wilayah Cirebon dan mendatangi sejumlah lokasi wisata yang ada di wilayah Kota dan Kabupaten Cirebon. “Ke depannya kita memiliki paket wisata yang titik poinnya ada di gedung negara,” ungkap Eti. Melalui kegiatan ini Eti berharap bisa membangkitkan kembali pariwisata termasuk jumlah kunjungan wisatawan di wilayah Ciayumajakuning. “Tentu saja dengan tetap menerapkan protokol kesehatan untuk pencegahan penyebaran Covid-19,” tegas Eti.

Sementara itu Kepala Dinas Kepemudaan Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata Kota Cirebon, Drs. Agus Suherman, SH., MH., menjelaskan bahwa tujuan dilakukannya kegiatan hari ini yaitu untuk membangkitkan industri pariwisata di wilayah tiga Cirebon, memberikan informasi standar protokol kesehatan untuk wisatawan yang berkunjung ke Kota Cirebon, menyinergikan seluruh elemen pariwisata di wilayah 3 Cirebon.

“Sekaligus menjadi media promosi bahwa pariwisata di wilayah 3 Cirebon sudah siap menerima kembali wisatawan dengan menerapkan protokol kesehatan,” ungkap Agus. Ke depannya Agus juga berharap mitra kerja mereka bersama-sama dengan pemerintah daerah bisa membangun kolaborasi pariwisata di wilayah Ciayumajakuning.

Sedangkan Fajar Bahari, ketua Pelaksana Simulasi City Tour menjelaskan bahwa pelaku pariwisata di wilayah 3 Cirebon sudah membentuk organisasi bernama Gabungan Pelaku Pariwisata wilayah 3 Cirebon dengan tujuan untuk membangkitkan pariwisata di Kota Cirebon. “Kegiatan ini aksi nyata dari tujuan kita untuk membangkitkan pariwisata di wilayah 3 Cirebon,” ungkap Fajar. Namun dengan tetap menjalankan protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran Covid-19.

Sebagai bentuk pencegahan penyebaran, sejumlah langkah sudah mereka siapkan. Diantaranya menyemprot disinfektan sebelum bus digunakan, penggunaan masker dan handsanitizer tidak pernah dilupakan. “Hari ini kita akan berkunjung ke Grage Hotel untuk sektor perhotelan, nasi jamblang bu Nur untuk kuliner dan ke Keraton untuk sektor bangunan budaya,” ungkap Fajar. Dilanjutkan dengan membeli oleh-oleh di Toko Daud, makan siang di empal gentong Apud serta ke rumah kerang dan rotan yang diakhiri dengan simulasi kunjungan ke batik Trusmi dan Goa Sunyaragi.

Sumber : http://www.cirebonkota.go.id/

CIREBON, AWALI ROADSHOW NASIONAL EDUKASI LITERASI DIGITAL DI MASA PANDEMI

Cirebon menjadi kota pertama diselenggarakannya Edukasi Literasi Digital di Masa Pandemi yang digelar oleh WhatsApp, Kemenkominfo, ICT Watch dan Relawan TIK Indonesia pada Rabu 24 Juni mendatang secara daring. Acara yang dikemas Seminar dan Workshop Online tersebut menghadirkan narasumber lokal dan nasional lintas stakeholder.

“Acara ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas pemahaman pengguna sosial media, khususnya warga Cirebon terkait hoaks, privasi dan keamanan digital,” kata Arifin, Ketua Relawan TIK Kota Cirebon⠀

Guna mensukseskan kegiatan tersebut, Relawan TIK Kota Cirebon menggandeng beberapa komunitas, diantaranya FORKOCI. Tak hanya itu, Ketua Umum Forkoci juga turut menjadi narasumber pada Seminar yang di ikuti 300 peserta tersebut.

“Forkoci memiliki banyak cerita yang menginspirasi, sehingga sangat layak diberi ruang yang lebih dari sekedar apresiasi, ” kata Arifin⠀

Rencananya, Seminar dan Workshop Online tersebut akan menghadirkan Clair Deevy (WhatsApp), Donny B.U (ICT Watch), Hazelia Margaretha (Facebook Indonesia), Mariam F Barata (Kemkominfo RI), Yudho Giri Sucahyo (PANDI) dan Ma’ruf Nuryasa (Kepala DKIS Kota Cirebon).⠀

11 kota kabupaten yang akan menggelar acara serupa diantaranya, Manado, Ambon, Jayapura, Pasuruan, Padang, Denpasar, Banjarmasin, Mataram, Pekalongan, Mamuju, dan Palembang.

Sumber : http://www.cirebonkota.go.id/

Wali Kota: Pemda Kota Cirebon Siap Tangani Penyebaran Virus Covid -19

CIREBON- Pemerintah Daerah (Pemda) Kota Cirebon siap menangani dan mencegah penyebaran virus covid-19. Perlindungan terhadap penggunaan dana dimintakan dari pemerintah provinsi Jabar dan pemerintah pusat.

Wali Kota Cirebon, Drs. H. Nashrudin Azis, SH., menjelaskan jika Pemda Kota Cirebon siap dan memiliki dana yang bisa dipergunakan untuk penanganan masalah covid-19.

“Tadi kami sudah hitung-hitung, untuk penanggulangan kesehatan berupa peralatan baik di RSD Gunung Jati maupun Dinas Kesehatan saja, sudah mencapai Rp 42 miliar,” ungkap Azis. Angka tersebut belum termasuk anggaran untuk bidang lainnya.

Untuk dananya, lanjut Azis, Pemda Kota Cirebon memilikinya. Bisa berasal dari dana darurat juga bisa berasal dari pergeseran sejumlah program. “Sekarang kita menerapkan skala prioritas. Ini keadaan yang luar biasa jadi pergeseran program memungkinkan terjadi,” ungkap Azis.

Sedangkan untuk penggunaan dana darurat, Azis meminta kepada pemerintah provinsi maupun pemerintah pusat payung hukum untuk penggunaannya. Karena untuk kondisi darurat, penggunaan dana tersebut masih membutuhkan persetujuan dari pemerintah provinsi Jawa Barat maupun pemerintah pusat.

“Kami tidak ingin setelah wabah ini selesai, terjadi masalah hukum kepada kami,” ungkap Azis.

Pada kesempatan itu Azis juga meminta agar penanggulangan masalah covid-19 sebaiknya diserahkan sepenuhnya kepada daerah.“ kepala daerah itu yang paling tahu kondisi di daerahnya masing-masing,” ungkap Azis.

Sehingga penanggulangan permasalahan “pusat cukup memberikan payung hukum sehingga kami memiliki keleluasaan untuk menuntaskan permasalahan covid-19 ini,” ungkap Azis.

Selanjutnya Azis juga mengakui jika penyebaran covid-19 akan berdampak pada perekonomian di Kota Cirebon. “Tidak hanya di Kota Cirebon sebenarnya, tapi juga di seluruh dunia,” ungkap Azis.

Karenanya Azis meminta masyarakat bisa bersabar dan memaklumi dengan penuh rasa optimis jika kejadian ini akan segera berlalu. “Saya juga meminta masyarakat Kota Cirebon berhati-hati menerima berbagai informasi yang diterima dalam kondisi seperti ini,” pinta Azis.

Sumber : http://www.cirebonkota.go.id/

Hadapi Penyakit Corona, Wali Kota Cirebon Minta Warga Tidak Panik dan Jaga Kesehatan

CIREBON-Wali Kota meminta kepada masyarakat di Kota Cirebon untuk tidak perlu panik menghadapi serangan virus corona atau convid-19. Dokter dan petugas kesehatan juga akan memberikan layanan kesehatan maksimal kepada masyarakat.

Hal tersebut diungkapkan Wali Kota Cirebon, Drs. H. Nashrudin Azis, SH., usai melakukan monitoring bersama dengan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Cirebon memantau sejumlah titik terkait dengan penyebaran virus convid-19. Pemantauan dilakukan mulai dari salah satu pasar swalayan, dua apotik serta terakhir di Rumah Sakit Daerah (RSD) Gunung Jati, Kota Cirebon.

“Dari hasil pemantauan kami, khususnya masker, dimana-mana sudah terjadi kekosongan,” ungkap Azis. Namun untuk bahan pangan, hingga kini stoknya masih aman dan tersedia, tidak ada kelangkaan.

Untuk itu, Azis meminta kerjasama dari pemilik apotek maupun toko pangan untuk turut serta memberikan ketenangan bagi warga Kota Cirebon. “Kita memang tidak bisa melakukan pembatasan pembelian,” ungkap Azis.

Namun karena barang seperti masker maupun bahan pangan dibutuhkan banyak orang, Azis meminta kepada pemilik toko dan apotek untuk tidak membiarkan pembelian dalam jumlah banyak kepada satu orang. Sebagai pelaku usaha, Azis meminta pemilik toko dan apotek juga ikut bersama-sama menjaga dan bertanggung jawab terhadap keselamatan di daerahnya.

Forkopimda menurut Azis juga tidak akan tinggal diam. Khususnya kepolisian setiap hari akan melakukan pengawasan di lapangan. “Mana yang menimbun alat kesehatan, mana yang menimbun bahan pangan, semua akan dipantau,” tegas Azis. Jika ada yang menimbun atau menaikkan harga di luar kewajaran, semua akan ditindak dengan tegas.

Selain memantau supermarket dan apotek, Wali Kota Cirebon, Nashrudin Azis, juga memantau kesiapan RSD Gunung Jati dalam menangani pasien yang terinfeksi virus convid-19. “Tim di rumah sakit sudah siap,” tegas Azis. Semua dokter yang dimiliki Kota Cirebon akan disiagakan untuk melakukan pemantauan, pencegahan hingga penyembuhan terhadap pasien. Masyarakat juga diminta untuk menjaga kesehatan mereka, sehingga tidak mudah dimasuki virus seperti virus convid-19 yang menyebabkan penyakit corona.

Sementara itu Kapolres Cirebon Kota, AKBP Syamsul Huda, menjelaskan jika mereka akan menindak tegas setiap bentuk pelaku penyimpangan. “Kita terus pantau ketersediaan dan harga di lapangan,” ungkap Syamsul. Jika terjadi lonjakan harga yang tidak masuk akal, maka akan segera ditindak dengan tegas.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Cirebon, dr. Edi Sugiarto, M.Kes., menjelaskan jika orang yang memiliki kekebalan yang tinggi tidak akan dimasuki virus, kuman maupun bakteri. “Karena ketakutan, orang-orang normal pakai masker, padahal ga usah,” ungkap Edi. Kecuali kalau ada ekspatriat atau orang-orang yang sering bepergian keluar negeri, baru boleh memakai maskert.

Di setiap puskesmas di Kota Cirebon, lanjut Edi, mereka memiliki tim survailance yang sudah ada sejak tahun 70 an. Mereka bertugas ntuk melakukan pemantauan, pengawasan hingga tindakan jika memang ditemukan ada warga di sekitar puskesmas yang positif terkena penyakit tertentu.

Sumber : http://www.cirebonkota.go.id/

Program Jabar Digital Service Dorong Kota & Kabupaten Berbagi Layanan

CIREBON– Pemerintah Provinsi Jawa Barat mendorong Pemerintah Daerah (Pemda) Kota dan Kabupaten untuk berbagi layanan melalui program Jabar Digital Service (JDS).

Hal itu diungkapkan Andy Garna, Tenaga Ahli Dinas Komunikasi dan Informatika Jawa Barat saat berkunjung ke Command Center Mini Dinas Komunikasi Informasi dan Statistik (DKIS) Kota Cirebon, Jumat (07/02/2020).

Andy mengatakan ada banyak program yang dijalankan Pemprov Jabar melalui Diskominfo, salah satunya program JDS untuk mengintegrasikan Command Center yang dimiliki Pemda Kota dan Kabupaten di Jabar.

“Jika command center seluruh Pemda terintegrasi maka akan memudahkan penanganan masalah, seperti penanganan masalah bencana alam,” katanya.

Andy mengungkapkan untuk pembangunan command center Pemprov Jabar telah menggelontorkan dana sebesar Rp5 miliar untuk masing-masing kota dan kabupaten yang telah masuk skala prioritas.

“Dalam hal ini kami membantu Pemda agar membelanjakan dana bantuan sesuai peruntukannya dan tepat guna,” ujarnya.

Andy menambahkan pada 2019 lalu bantuan provinsi (Banprov) telah digelontorkan untuk Kabupaten Cirebon dan Indramayu, dan tahun ini ada 9 daerah di Jabar yang menerima bantuan.

“Kota Cirebon sudah lebih dulu membangun command center di luar Banprov, maka dari itu kami jadikan percontohan (roadmap),” tambahnya.
Pada saat yang sama, Kepala DKIS Kota Cirebon, Ma’aruf Nuryasa AP menyambut baik adanya program sinergitas dan kolaborasi dengan Diskominfo Jabar.

“Tentu ini akan sangat bagus untuk pengembangan program smart city dan command center agar selaras dengan Pemprov Jabar,” tambahnya.

Sumber : http://www.cirebonkota.go.id/

Aplikasi e-PBB & e-BPHTB Milik Pemda Kota Cirebon Diminati Daerah Lain

CIREBON– Aplikasi e-PBB dan e-BPHTB yang dikembangkan Pemerintah Daerah (Pemda) Kota Cirebon melalui program smart city Dinas Komunikasi Informasi dan Statistik (DKIS), diminati daerah lain.

Kedua aplikasi tersebut dinilai mampu menjembatani kesenjangan perolehan Pajak Bumi dan Bangun (PBB) dan Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) akibat selisih cukup besar antara nilai jual tanah di Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) dan harga pasaran.

Kepala DKIS Kota Cirebon, Ma’aruf Nuryasa AP mengatakan pada 2018 Pemda Kota Cirebon telah menandatangani MoU dengan Pemda Kota Waringin untuk penerapan aplikasi e-PBB & e-BPHTB, dan aplikasi serupa digunakan oleh Pemda Kabupaten Bangka pada 2019 lalu.

Dia menuturkan pola kerjasama yang dibangun yaitu berbagi pakai atau diberikan secara cuma-cuma berdasarkan pedoman program smart city.

“Spirit program smart city adalah saling berbagi antar daerah, orientasinya untuk pengefisiensian anggaran secara nasional,” katanya usai evaluasi internal program smart city Kota Cirebon, Rabu (05/02/2020).

Ma’aruf mengungkapkan untuk tahun 2020 juga akan ada salah satu daerah di Kalimantan dan Sumatera yang akan menerapkan aplikasi e-PBB & e-BPHTB yang dikembangkan Pemda Kota Cirebon.

“Sesama daerah yang menjalankan program smart city bisa saling berbagi aplikasi atau program, dan Kota Cirebon pernah menerima hibah aplikasi dari Kota Bandung,” tuturnya.

Terkait evaluasi program smart city, Ma’aruf mengungkapkan saat ini baru pada tahap evaluasi internal, sebab untuk evaluasi secara keseluruhan dilakukan oleh Kementerian Informasi selaku penggagas program smart city.

“Evaluasi dilakukan untuk melihat sejauh mana program atau aplikasi yang telah berjalan, perlu dikembangkan atau belum berjalan,” ujarnya.

Sementara itu, Pj. Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Cirebon H. Anwar Sanusi S. Pd, M. Si mengapresiasi kinerja DKIS dalam menjalankan program smart city, yang beberapa aplikasi yang dikembangkannya mulai digunakan daerah lain (go public).

“Kami telah mencatat beberapa kekurangan atau hambatan program smart city, dan nantinya akan disosialisasikan dengan SKPD lain,” paparnya.

Anwar menilai beberapa aplikasi untuk memudahkan pelayanan kepada masyarakat telah berjalan baik, hanya tinggal memaksimalkan sosialisasi dan menambah tim IT di tiap SKPD yang menjalankan program atau aplikasi smart city.

“DKIS merupakan motor penggerak utama program smart city, tapi SKPD lain juga harus berperan menjalankan program ini,” katanya.

Sumber : http://www.cirebonkota.go.id/

Kuis ‘Kudu Pinter’ , Cara Baru DKIS Kota Cirebon Perkenalkan Program Smart City

CIREBON- Melalui kuis Kudu Pinter (kuis daring untuk pengetahuan individu terbaik), Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik (DKIS) Kota Cirebon terus berupaya sosialisasikan program-program smart city.

Untuk pertama kalinya kuis Kudu Pinter dipertunjukkan saat Re-Akreditasi UPT Puskesmas Pegambiran, Kota Cirebon, Rabu, 05 Februari 2020.

“Puskesmas Pegambiran yang langsung mengundang kami untuk melakukan sosialisasi mengenai smartcity ini,” ungkap Kepala DKIS Kota Cirebon, Ma’ruf Nuryasa, AP.

Saat sosialisasi hari ini, sebanyak 33 orang mengikuti kuis daring Kudu Pinter menyajikan 11 pertanyaan. Pertanyaan yang diberikan mengenai program-program smart city seperti program Cirebon 112, wistakon, tagline Kota Cirebon, berita hoax dan lainnya.

Dari 33 orang peserta, terpilih 3 orang peserta yang mendapatkan nilai tertinggi. Juara satu atas nama Galuh dengan skor 10.522, juara dua atas nama Yayu dengan skor 10.158 dan juara 3 atas nama Mustikasari yang mendapatkan skor 9.783. Para pemenang mendapatkan hadiah langsung dari DKIS Kota Cirebon berupa tas smart city.

Dijelaskan Ma’ruf, DKIS Kota Cirebon tiada henti menyosialisaskan program-program smart city. “Karena sesungguhnya Cirebon smart city bertujuan untuk mengelola berbagai sumber daya kota secara inovatif dan terintegrasi,” ungkap Ma’ruf.

Tujuannya agar warganya bisa hidup aman, nyaman, sejahtera dan bahagia yang berkelanjutan.

Hanya saja, lanjut Ma’ruf, terdapat perbedaan cara mereka melakukan sosilisasi. Untuk tahun ini, DKIS Kota Cirebon yang akan mendatangi kerumuman. “Kita yang mendatangi acara. Seperti kegiatan di Puskesmas Pegambiran ini, kita yang datang,” ungkap Ma’ruf.

Setelah itu, mereka kegiatan sosialisasi berupa kuis Kudu Pinter yang berisi program seputar smart city digelar. Siapa pun, lanjut Ma’ruf, bisa mengundang mereka. bisa sekolah, mahasiswa, komunitas bahkan rapat di kampung-kampung. Syaratnya juga cukup mudah, yaitu kegiatan tersebut diikuti minimal oleh 30 orang. “Kita terbuka untuk siapa saja,” ungkap Ma’ruf.

Sementara itu dr Ahmad Subhi, kepala Puskesmas Pegambiran, Kota Cirebon, menyambut baik program yang dilakukan oleh DKIS Kota Cirebon.

“Bisa sebagai wadah untuk silaturahmi sekaligus mencairkan suasana,” ungkap Ahmad. Melalui kuis tersebut warga bisa mendapatkan pengetahuan, khususnya mengenai Kota Cirebon.

“Harapan kami ke depannya bisa terus dilakukan kerja sama. Khususnya mengenai program-program di puskesmas,” ungkap Ahmad. Sehingga bisa memudahkan penyampaikan program kepada masyarakat sekaligus memberikan motivasi dan edukasi kepada mereka.

Sedangkan Mustika, petugas kesehatan lingkungan Puskesmas Pegambiran yang juga menjadi juara ketiga dari kuis Kudu Pinter sangat senang dengan pertanyaan-pertanyaan yang diajukan.

“Hal-hal kecil yang selama ini tidak kepikiran sama kita,” ungkap Mustika. Selain itu, sosialisasi melalui kuis juga lebih mudah dimengerti dan tidak membuat suasana menjadi membosankan.

Sumber : http://www.cirebonkota.go.id/

Wakil Wali Kota: Pembayaran Pajak Untuk Kesejahteraan Masyarakat Kota Cirebon

CIREBON-Pemerintah Daerah (Pemda) Kota Cirebon berupaya terus mensosialisasikan pentingnya membayar pajak. Sesungguhnya pajak yang disetorkan masyarakat manfaatnya besar untuk pembangunan di Indonesia.

Hal tersebut diungkapkan Wakil Wali Kota Cirebon, Dra. Hj. Eti Herawati, di sela-sela pelaksanaan Tax Gathering di salah satu hotel di Kota Cirebon, Rabu, 29 Januari 2019. “Kita tidak akan lelah untuk terus melakukan sosialiasi agar masyarakat di Kota Cirebon bisa menunaikan kewajibannya dengan baik,” ungkap Eti. Diantaranya dengan membayarkan pajak sesuai dengan tanggungjawabnya tepat waktu.

Sesungguhnya, lanjut Eti, pajak yang dibayarkan oleh masyarakat akan dikembalikan lagi kepada mereka. Namun dalam bentuk pembangunan, baik itu pembangunan infrastruktur serta pembangunan fasilitas umum lainnya yang akan bermanfaat untuk masyarakat. “Karenanya kami tiada lelah untuk terus menggugah kesadaran dan melakukan sosialisasi kepada masyarakat akan pentingnya pajak ini,” ungkap Eti.

Tidak cukup disitu, Eti juga menghibau Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemda Kota Cirebon menjadi contoh yang baik dalam menunaikan kewajibannya membayar pajak. Melalui program Zonita Pamor yang digagas oleh Pemprov Jabar, Eti juga mendorong agar ASN bisa membayar pajak kendaraan bermotor mereka tepat waktu. “Tidak hanya kendaraan dinas, tapi juga kendaraan pribadi yang mereka miliki,” ungkap Eti.

Dengan adanya contoh yang baik diharapkan masyarakat umum juga bisa terdorong untuk membayarkan pajak yang sudah menjadi kewajiban mereka. “Saya juga mengucapkan terima kasih kepada pengusaha dan wajib pajak lainnya yang dengan kesadaran penuh telah membayarkan pajak mereka. Insya Allah sangat bermanfaat untuk pembangunan di Kota Cirebon,” ungkap Eti.

Pada kesempatan itu juga diserahkan secara simbolis SPPT PBB-P2 tahun 2020 kepada camat dan lurah yang ada se Kota Cirebon. Penyerahan tersebut sebagai pertanda dimulainya pembayaran PBB di Kota Cirebon yang jatuh tempo pada 30 September 2020 mendatang. Dalam Tax Gathering tersebut juga dilakukan Panutan Pelaporan SPT tahunan melalui e-Filling dan Sosialisasi Pembayaran Pajak Kendaraan Bermotor melalui Zonita Pamor khusus untuk ASN.

Sementara itu Kepala Badan Keuangan Daerah (BKD) Kota Cirebon, Drs. H. Agus Mulyadi, M.Si., menjelaskan jika PAD dari sektor PBB tahun ini ditargetkan sebesar Rp 38 miliar. Jumlah tersebut meningkat dari realisasi tahun lalu yang ada di angka Rp 34 miliar dengan jumlah wajib pajak yang mencapai 80 ribuan.

Untuk menambah kesadaran masyarakat membayarkan PBB tepat waktu, selain meningkatkan sosialisasi dan pemahaman warga terhadap pentingnya membayar pajak, tahun ini mereka juga melakukan undian berhadiah. “Tujuannya agar target ini terpenuhi,” ungkap Agus.

Untuk sementara pihaknya menyediakan dua unit motor untuk wajib pajak yang membayar sebelum jatuh tempo. Nantinya nomor objek pajak (NOP) akan dijadikan nomor undian untuk diundi di event anugerah pajak Kota Cirebon. Agus juga mengungkapkan tidak menutup kemungkinan jumlah hadiah akan bertambah. “Dengan upaya yang kami lakukan, kami berharap target penerimaan PBB tahun ini tercapai,” ungkap Agus.

Sumber : http://www.cirebonkota.go.id/

Pemasangan CCTV yang Terintegrasi, Mudahkan Penanggulangan Gangguan Keamanan di Kota Cirebon

CIREBON- Pemerintah daerah (Pemda) Kota Cirebon mengajak kepada seluruh pihak untuk bersama-sama menjaga keamanan di Kota Cirebon. Dapat dilakukan dengan pemasangan Closed Circuit Television (CCTV) yang terintegrasi dengan Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik (DKIS) dan kepolisian.

Hal tersebut diungkapkan Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kota Cirebon, Drs. Sutisna, M.Si, usai membuka focus group discussion (FGD) dengan tema Mewujudkan Kota Cirebon yang Tenteram, Tertib dan Kondusif, di salah satu hotel di Kota Cirebon, Selasa, 17 Desember 2019. “Sinergi dengan semua pihak terkait dibutuhkan untuk pemasangan CCTV ini,” ungkap Sutisna. Khususnya CCTV yang terintegrasi dengan DKIS dan Polres Cirebon Kota (CIKO).

Dengan luas Kota Cirebon yang tidak terlalu besar, Sutisna yakin pemasangan CCTV ini tidak membutuhkan waktu lama. Pemasangan CCTV, khususnya di ruas jalan protokol, sangat dibutuhkan untuk menjaga ketertiban dan keamanan serta penanggulangan tindakan kriminalitas yang bisa terjadi sewaktu-waktu. Beberapa waktu lalu, lanjut Sutisna, terjadi tindakan kriminalitas di ruas Jalan Ciptomangunkusumo, Kota Cirebon.

Walaupun bisa ditanggulangi dengan cepat, kejadian tersebut membuktikan perlunya pemasangan CCTV baik dari pemerintah daerah maupun swasta yang terintegrasi. “Karena itu, saya mengajak kepada seluruh instansi pemerintah pusat dan daerah, instansi swasta dan masyarakat yang berada di sepanjang jalan protokol untuk memasang CCTV yang terintegrasi dengan jaringan pemerintah daerah kota Cirebon dan Polres Cirebon kota,” ungkap Sutisna.

CCTV yang terintegrasi dengan DKIS dan Polres Cirebon Kota menurut Sutisna saat ini sudah sangat memungkinkan. “Karena pada 2018 lalu, Pemda Kota Cirebon telah menerbitkan peraturan walikota Cirebon No 33 tentang penyediaan dan pemasangan CCTV pada instansi pemerintah, swasta dan masyarakat di wilayah Kota Cirebon. Dengan pemasangan yang terintegrasi diharapkan penanganan gangguan ketenteraman serta ketertiban umum bisa dilakukan dengan optimal.”tuturnya

Sementara itu Kepala DKIS Kota Cirebon, Ma’ruf Nuryasa, AP., menjelaskan salah satu elemen dalam konsep Cirebon Smart City yaitu Smart Living. “Tujuannya untuk mewujudkan lingkungan tempat tinggal yang layak tinggal, nyaman dan efisien,” ungkap Ma’ruf.

Untuk mewujudkannnya, menurut Ma’ruf salah satunya dengan terus berupaya untuk meningkatkan ketenteraman, ketertiban dan kondusivitas di Kota Cirebon. yaitu dengan pemasangan teknologi informasi, berupa CCTV yang sudah terintegrasi.

Melalui kegiatan hari ini, Ma’ruf berharap bisa mensinergikan seluruh stakeholder dalam upaya meningkatkan ketenteraman dan ketertiban umum, yaitu dengan menyediakan akses pemantauan ruang publik menggunakan teknologi informasi berupa CCTV yang terintegrasi.

Dengan mengintegrasikan seluruh CCTV yang mengarah ke ruang publik yang dimiliki oleh seluruh stakeholders ke dalam sistem yang dikelola Pemda Kota Cirebon, maka Ma’ruf yakin penanggulangan gangguan keamanan dan ketertiban di wilayah Kota Cirebon dapat ditangani dengan cepat, efektif dan efisien.

Sumber : http://www.cirebonkota.go.id/