Lantik dan Kukuhkan 50 Pejabat, Wali Kota Cirebon Minta ASN Tingkatkan Pemahaman Teknologi Digital

CIREBON-Sebanyak 50 pejabat pimpinan tinggi pratama, pejabat administrator dan pejabat pengawas dilantik dan dikukuhkan Wali Kota Cirebon. Pejabat yang dilantik dan dikukuhkan diminta paham teknologi untuk meningkatkan kinerja.

Sebanyak 4 orang pimpinan tinggi pratama (eselon II), 10 pejabat administrator (eselon III) dan 36 pejabat pengawas (eselon IV) hari ini dilantik dan dikukuhkan oleh Wali Kota Cirebon, Drs. H. Nashrudin Azis, SH., di lobby gedung Setda Balai Kota Cirebon, Rabu, 30 Desember 2020. “Pelantikan dan pengukuhan ini dilakukan karena adanya perubahan aturan,” ungkap Azis.

Dijelaskan Azis, dengan terbitnya Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 56 tahun 2019 tentang Pedoman Nomenklatur dan Unit Kerja Sekretariat Daerah Provinsi dan Kabupaten/Kota sehingga perlu dilakukan perubahan terhadap Peraturan Wali Kota Cirebon Nomor 43 tahun 2016 tentang Kedudukan, Struktur, Organisasi, Tugas dan Fungsi serta Tata Kerja Sekretariat Daerah Kota Cirebon.

Untuk itu, Pemda Kota Cirebon mengeluarkan Peraturan Wali Kota Cirebon Nomor 42 tahun 2020 tentang Kedudukan, Struktur Organisasi, Tugas dan Fungsi serta Tata Kerja Sekretariat Daerah Kota Cirebon.

“Karenanya diperlukan pengangkatan, pemindahan dan pengukuhan yang dilakukan hari ini, untuk keselarasan kinerja di lingkungan Setda Kota Cirebon,” ungkap Azis.

Pada kesempatan yang sama Azis juga meminta kepada pejabat yang dikukuhkan dan dilantik hari ini untuk wajib memahami teknologi. “Pandemi Covid-19 yang terjadi saat ini membuat kita harus dan dipaksa untuk merubah pola kerja,” ungkap Azis.

Diantaranya dengan menggunakan teknologi digital dalam pengerjaan tugas sehari-hari. Dengan memahami teknologi digital secara baik, Azis berharap kinerja aparatur sipil negara di lingkungan Pemda Kota Cirebon bisa meningkat.

“Pimpinan perangkat daerah juga harus mendorong jajarannya untuk meningkatkan kemampuan di bidang teknologi informasi hingga level terendah,” ungkap Azis. Sehingga berbagai pelatihan di bidang teknologi informasi diminta untuk ditingkatkan.

Pada satuan organisasi dan tata kelola sesuai dengan Peraturan Wali Kota Cirebon Nomor 42 tahun 2020 terdapat 9 kepala bagian di lingkungan Setda Kota Cirebon.

Masing-masing Kepala Bagian Pemerintahan, Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat, Kepala Bagian Hukum, Kepala Bagian Administrasi Pembangunan, Kepala Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam, Kepala Bagian Pengadaan Barang dan Jasa, Kepala Bagian Umum, Kepala Bagian Organisasi dan Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan.

Nomenklatur yang baru muncul yaitu bagian protokol dan komunikasi pimpinan sedangkan bagian keuangan dan perlengkapan yang sebelumnya berdiri sendiri menyatu di bawah bagian umum.

Sumber : http://www.cirebonkota.go.id/

Pemda Kota Cirebon Siap Terapkan Perizinan Online Terintergrasi

CIREBON-Pemerintah Daerah (Pemda) melalui Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) siap menerapkan sistem perizinan online yang terintegrasi.

Sistem perizinan online terintegrasi merupakan mandat dari Peraturan Pemerintah No. 24 Tahun 2018 tentang Pelayanan Perizinan Berusaha Terintegrasi Secara Elektronik yang menerapkan sistem Online Single Submission (OSS).

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Cirebon Drs. H. Agus Mulyadi M. Si., mengatakan pelayanan perizinan usaha secara online telah diterapkan di Kota Cirebon beberapa tahun lalu akan tetapi baru pada beberapa item dan belum secara keseluruhan.

“Perizinan Nomor Induk Berusaha (NIB) sudah online tapi perizinan lain seperti izin lokasi, izin lingkungan belum online,” katanya usai rapat persiapan penerapan perizinan online terintegrasi OSS, Rabu (23/12/2020).

Agus meminta DPMPTSP Kota Cirebon bisa menerapkan perizinan usaha secara online terintegrasi OSS mulai tahun 2021. “Ada beberapa syarat yang harus dipenuhi Pemda Kota Cirebon agar bisa menerapkan perizinan OSS secara penuh,” tuturnya.

Agus mengungkapkan syarat yang harus dipenuhi yaitu penyusun regulasi OSS dan membuat peta digital untuk penyusunan rencana detail tata ruang (RDTR). “Triwulan I/2021 perizinan online OSS harus berjalan optimal di Kota Cirebon,” ujarnya.

Pada saat yang sama, Kepala DPMPTSP Kota Cirebon Sosro Harsono menegaskan payung hukum yang sedang dibuat adalah Peraturan Wali Kota Cirebon yang ditargetkan rampung Januari 2021. “Penerapan perizinan online terintegrasi ini akan memudahkan pengusaha dalam mengurus perizinan usaha,” pungkasnya.

Sumber : http://www.cirebonkota.go.id/

Pemda Kota Cirebon Terus Berinovasi Untuk Layani Masyarakat

Pemerintah Daerah (Pemda) Kota Cirebon raih penghargaan sebagai Kota Sangat Inovatif dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).  Wali Kota minta inovasi terus ditingkatkan untuk memberikan dan mempermudah pelayanan kepada masyarakat.

Wali Kota Cirebon, Drs. H. Nashrudin Azis, SH., mengapresiasi penghargaan yang diberikan oleh Kemendagri hari ini, Jumat, 18 Desember 2020. “Pada dasarnya setiap inovasi atau terobosan itu untuk memperbaiki tata kelola pemerintahan,” ungkap Azis.

Namun tidak hanya itu, inovasi yang dilakukan perangkat daerah juga untuk memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat Kota Cirebon.  Namun Azis tetap berpesan agar setiap perangkat daerah tidak berpuas diri. “Kembangkan terus berbagai inovasi untuk kemajuan pembangunan di Kota Cirebon,” tegas Azis.

Anugerah Innovative Government Award 2020 digelar di salah satu hotel di Jakarta. Wakil Wali Kota Cirebon, Dra. Hj Eti Herawati, mewakili Pemda Kota Cirebon menerima penghargaan yang diberikan oleh Kementerian Dalam Negeri dalam kategori Kota Sangat Inovatif Tahun 2020. “Alhamdulillah. saya ucapkan terima kasih kepada Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia atas penghargaan ini,” ungkap Eti.

Eti juga menghaturkan terima kasih kepada perangkat daerah di Kota Cirebon yang telah melakukan berbagai inovasi hingga diganjar penghargaan sebagai Kota Sangat Inovatif tahun 2020. “Terus berinovasi, cari terobosan lainnya tanpa meninggalkan kearifan lokal,” ungkap Eti.

Sementara itu Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (BPPPPD), Iing Daiman, S.Ip., M.Si., menjelaskan sebelumnya Pemda Kota Cirebon telah mengikuti sejumlah tahapan secara online untuk mengikuti ajang penghargaan ini.

“Sejumlah terobosan kita kirimkan, seperti Kontes Curhat, Cirebon Satu Data, Cirebon Mata Hatiku dan lainnya,” ungkap Iing. Iing juga bersyukur sejumlah terobosan yang dilakukan oleh perangkat daerah di Kota Cirebon diganjar dengan penghargaan sebagai Kota Sangat Inovatif tahun 2020.

Pemberian penghargaan Innovative Government Award (IGA) tahun 2020 didasarkan pada UU No 23 tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, Peraturan Pemerintah No 38 tahun 2017 tentang Inovasi Daerah serta Permendagri No 104 tahun 2018 pasal 16 tentang Penilaian dan Pemberian Penghargaan dan/atau Insentif Inovasi Daerah.

“Aturan tersebut memberikan ruang kepada pemerintah daerah, baik Pemerintah Provinsi, Pemerintah Kabupaten dan Pemerintah Kota untuk menghadirkan sejumlah inovasi sesuai dengan kewenangan dan tanpa meninggalkan kearifan lokal,” ungkap Sekjen Kemendagri, Dr. Ir. Muhammad Hudori, M.Si.

Innovative Government Award (IGA) 2020 diikuti oleh pemerintah provinsi, pemerintah kota dan pemerintah kabupaten di Indonesia. Terdiri dari 89,3 persen atau sebanyak 484 daerah dengan jumlah inovasi yang terlaporkan sebanyak 14.897 atau meningkat 85 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya 8.014 inovasi.  Adapun daftar inovasi Pemda Kota Cirebon yang dilaporkan ke Kemendagri dalam rangka penilain inovasi sebagai berikut:

  1. Cirebon Satu Data (CSD)

CSD adalah aplikasi yang inovatif dalam penyediaan dan pencarian data yang terintegrasi dari seluruh perangkat daerah,Instansi Vertikal, Perbankan, BPS, Perguruan Tinggi, BUMN/BUMD dan lain-lain serta mempercepat memperoleh data sebagai bahan membuat kebijakan.

https://satin.cirebonkota.go.id

  1. Kantor Kula (Kerja Terintegrasi Tanpa Kertas lan ATK)/E-Office

Implementasi dari Peraturan Wali Kota Cirebon Nomor 47 Tahun 2019 tentang Tata Naskah Dinas Elektronik Merupakan inovasi terkait penatausahaan dan pelaksanaan urusan kantor dengan meminimalisasi penggunaan kertas dan ATK.

http://kantorkula.cirebonkota.go.id

  1. Cirebon “Mata Hatiku” (Memantau Kota Penuh Bahagia dengan CCTV-ku)

Penyediaan CCTV ke akses publik oleh Pemerintah, perusahaan dan stakeholders yang terkoneksi dengan Cirebon Command Center utntuk meningkatkan rasa aman dan nyaman di masyarakat.

  1. GEMPAR DI CIREBON (Gerakan Membangun Partisipasi Masyarakat dalam Perencanaan Pembangunan di Kota Cirebon)

Melalui aplikasi ini masyarakat mempunyai kemudahan akses untuk menyampaikan usulan dimana dan kapan saja sehingga meningkatkan minat masyarakat untuk berpartisipasi dalam proses perencanaan pembangunan serta kualitas perencanaan pembangunan lebih baik lagi.

http://gempar.appdevel.cirebonkota.go.id

  1. Layanan Kedaruratan Cirebon Siaga 112

Integrasi layanan kedaruratan dalam nomor panggilan darurat 112, sehingga apabila ada kejadian gawat darurat masyarakat cukup menghubungi nomor kontak 112 yang kemudian akan dikoordinasikan dengan pihak-pihak terkait (RS, Layanan Ambulance, Polisi, Damkar, BPBD, dll) oleh operator.

Website resmi : http://siaga112.cirebonkota.go.id

  1. KONTES CURHAT CIREBON (Konseling Tentang Segala Hal : Media Curhat Offline dan Online)

Layanan Konseling melalui Aplikasi online dan Offline yang dilakukan oleh para konselor yang meliputi : konseling masalah Kesehatan, Hukum, Agama, Sosial dan Psikologi untuk membantu masyarakat dalam menyelesaikan masalah yang dihadapi.

Sumber : http://www.cirebonkota.go.id/

Pemda Kota Cirebon Launching Layanan Perpustakaan Digital

Pemda Kota Cirebon Launching Layanan Perpustakaan Digital

CIREBON-Pemerintah Daerah (Pemda) Kota Cirebon melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan meresmikan pelayanan perpustakaan digital, Selasa, (15/12/2020). Pelayanan perpustakaan digital diberikan untuk mempermudah anggota perpustakaan dalam peminjaman buku dan meminimalisir kontak fisik guna mencegah penularan Covid-19.

Wakil Wali Kota Cirebon Dra. Hj. Eti Herawati mengatakan pelayanan perpustakaan digital merupakan inovasi yang sangat dibutuhkan masyarakat di masa pandemi yang hendak meminjam buku dari perpustakaan.

“Masyarakat yang sudah jadi anggota perpustakaan tinggal order buku yang hendak dipinjam lalu datang untuk mengambil bukunya,” katanya usai acara launching Pelayanan Perpustakaan Digital & Wakaf Literasi Sehati, Selasa (15/12/2020).

Eti mengungkapkan dengan pelayanan digital ini diharapkan masyarakat tetap bisa mengakses buku di perpustakaan setelah beberapa waktu perpustakaan tidak memberikan akses untuk baca di tempat. “Kami sangat apresiasi terhadap program ini dengan harapan program literasi tetap berjalan di masa pandemi,” ujarnya.

Terkait Wakaf Literasi Sehati, Eti menambah Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Cirebon bekerjasama dengan Baznas Kota Cirebon dalam menyalurkan wakaf berupa buku bacaan dan Al-Qur’an untuk di kelurahan dan masjid. “Semoga bisa dikelola dengan baik dan dapat dimanfaatkan oleh masyarakat,” tambahnya.

Pada saat yang sama, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Cirebon Drs. H. Jaja Sulaiman M. Pd., menuturkan Perpustakaan 400 yang dikelola Pemda Kota Cirebon rata-rata kunjung per hari sebelum Pandemi 400-600 pengunjung. “Adanya pelayanan digital diharapkan bisa mendorong peminjaman buku dengan tetap menjaga protokol kesehatan,” pungkasnya.

Sumber : http://www.cirebonkota.go.id/

Kota Cirebon Segera Miliki Perda Smart City

CIREBON-Kota Cirebon segera miliki Peraturan Daerah (Perda) mengenai smart city. Keberadaan perda diharapkan bisa menjadi payung hukum pelaksanaan program smart city di Kota Cirebon.

“Alhamdulillah kami didukung oleh teman-teman di DPRD Kota Cirebon sehingga untuk program smart city ini akan dipayungi oleh Perda,” ungkap Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (DKIS) Kota Cirebon, Ma’ruf Nuryasa, AP., usai pelaksanaan Focus Group Discussion (FGD) Aspirasi Daerah, Tingkat Pengetahuan Mengenai Smart City di Kota Cirebon, Selasa, 3  2020.

Bahkan naskah akademiknya juga sudah ada dan menurut Ma’ruf, Sekretaris Daerah (Sekda) kota Cirebon, Drs. Agus Mulyadi, M.Si., juga telah menyampaikan akan mendorong agar perda tersebut segera ditetapkan.

Selain kabar baik mengenai Perda yang menaungi program smart city di Kota Cirebon, tahun ini Kota Cirebon juga menjadi obyek penelitian dan evaluasi program smart city. “Sejak 2019 lalu kami sudah mengajukan ke Badan Penelitian dan Pengembangan SDM Kominfo agar Kota Cirebon dijadikan penelitian terkait dengan tingkat pengetahuan tentang smart city,” ungkap Ma’ruf. Khususnya untuk apratur dan masyarakat. Penelitian dan evaluasi ini nantinya, lanjut Ma’ruf akan menjadi dasar bagi mereka untuk melanjutkan program smart city ke depannya.

Seperti diketahui, pada 2017 lalu Kota Cirebon masuk kelompok pertama yang terdiri dari 25 kota dan kabupaten se Indonesia menuju smart city. Dengan komitmen smart city merupakan program bersama, akhirnya dibentuk dua tim yang terdiri dari tim dewan pembina smart city dan tim pelaksana smart city.

Tim dewan pembina smart city diketuai oleh Sekretaris Daerah (Sekda) kota Cirebon dengan anggota akademisi, swasta, pelaku bisnis, komunitas dan media massa. Sedangkan tim pelaksana smart city diketuai oleh Kepala DKIS dan Kepala BP4D Kota Cirebon.

Kolaborasi tersebut menghasilkan masterplan smart city hingga 2028. “Kita juga sudah menyelaraskan masterplan smart city dengan RPJMD 2018-2023,” ungkap Ma’ruf. Setiap tahunnya juga ada quick win yang harus dicapai. Untuk tahun ini, seiring dengan pandemi Covid-19 yang tengah terjadi, mereka sudah menjalankan dua program.

Yaitu pembayaran parkir non tunai di satu titik yang selanjutnya segera dikembangkan di 8 titik lainnya serta penggunaan aplikasi “ngelmu” atau kepanjangan dari neng endi bae luru ilmu. “Aplikasi ini mirip ruang guru dan sudah diterapkan di SMP Negeri 18 Kota Cirebon,” ungkap Ma’ruf.

Sementara itu Dra. Betty Djuliati, Kepala BPSDMP Kementrian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) menjelaskan bahwa di Kota Cirebon mereka akan melakukan penelitian mengenai tingkat pengetahuan smart city. “Tujuannya untuk mendapatkan informasi dan gambaran tingkat pengetahuan dan partisipasi serta manfaat smart city di Kota Cirebon. Baik dari sisi pemerintah maupun masyarakat,” ungkap Betty.

Sebelumnya, penelitian ini direncanakan dilakukan secara offline selama 6 bulan. Namun karena pandemi Covid-19 masih mewabah, maka pengumpulan data akan dilakukan secara online. “Dengan tidak mengurangi akurasi data yang akan diperoleh,” tegas Betty. Sehingga nantinya hasil penelitian ini bisa berkualitas dan bermanfaat serta dijadikan rekomendasi untuk pengambil kebijakan di Kota Cirebon.

FGD dihadiri juga oleh Sekda Kota Cirebon, Drs. H. Agus Mulyadi, M.Si., Kepala BP4D Kota Cirebon, Iing Daiman, S.Ip., M.Si., dan pihak terkait lainnya.

Sumber : http://www.cirebonkota.go.id/

Dapat Bantuan PCR Portable, Pemda Kota Cirebon Percepat Test Swab Hingga Pelosok

CIREBON—Pemerintah Darah (Pemda) Kota Cirebon bakal mempercepat test swab dengan alat polymerase chain reaction (PCR) hingga daerah pelosok setelah mendapat bantuan hibah pakai alat PCR portable dari Pemprov Jabar.

Pemprov Jabar pada Minggu, 30 Agustus 2020 membagikan alat PCR portable kepada seluruh kota dan kabupaten yang ada di Jabar. Penyaluran alat PCR portable agar pemeriksaan Covid-19 bisa dilakukan hingga wilayah pelosok.

“Setelah menerima bantuan alat PCR portable, kami akan langsung membuat pemetaan dan target pemeriksaan tes swab,” kata Wali Kota Cirebon, Drs. H. Nashrudin Azis SH., usai penyerahan bantuan alat PCR portable.

Azis mengaku bersyukur mendapat bantuan hibah alat PCR portable yang merupakan inisiatif dari Gubernur Jabar, Dr. H. Mochamad Ridwan Kamil, S.T., M.U.D untuk percepatan tes swab di seluruh daerah di Jabar. “Setelah Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) diterapkan, jumlah positif Covid-19 bertambah drastis, maka diperlukan tes swab yang massif juga,” tuturnya.

Sementara itu, Gubernur Jawa Barat Dr. H. Mochamad Ridwan Kamil, S.T., M.U.D mengungkapkan angka positif Covid-19 saat ini terus mengalami fluktuasi maka pimpinan daerah diminta selalu siaga dan menjaga stamina agar terus bisa berjuang melawan Covid-19.

“Inovasi pengadaan alat PCR portable agar bisa mencapai target pemeriksaan yang telah ditetapkan WHO sebanyak 1 persen dari total populasi,” ujarnya.

Kang Emil sapaan akrab Ridwan Kamil meminta agar pemeriksaan bisa dilakukan hingga pelosok sebab PCR portable bisa diangkut dengan kendaraan roda dua. “Khusus daerah yang memiliki kawasan industri, tes swab akan difokuskan di area industri,” tambahnya.

Pemprov Jabar telah membeli 29 alat PCR protabel dan sebanyak 27 alat dibagikan ke tiap kota kabupaten, sisanya digunakan Pemprov Jabar. “Pemda di tiap daerah juga harus bersiap jika nanti dilakukan penyuntikan vaksin covid 19 yang saat ini sedang tahap uji coba kepada sejumlah relawan,” pungkasnya.

Sumber : http://www.cirebonkota.go.id/

Terdongkrak Program Smart City, Pemda Kota Cirebon Meraih Penghargaan Maturitas SPIP Level 3

CIREBON—Pemerintah Daerah (Pemda) Kota Cirebon Jawa Barat meraih penghargaan maturitas untuk penyelenggaraan Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP) Level 3 dengan skor 3.00. Salah satu aspek yang mendongkrak poin penilaian ini adalah progam smart city yang telah dirancang dengan baik.

Penyerahan penghargaan Maturitas SPIP Level 2 diserahkan oleh Kepala Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Jabar, H. Mulyana AK kepada Wali Kota Cirebon Drs. H. Nashrudin Azis SH. Wali Kota Cirebon Drs. H. Nashrudin Azis SH., mengku bangga atas prestasi yang diraih berkat kerja keras jajarannya dan berharap kinerjanya lebih ditingkatkan lagi agar bisa mencapai penilaian maksimal yaitu penghargaan maturitas SPIP Level 5. “Penghargaan level 3 baru pada tahap desian program, maka kami ingin dalam implementasi program juga mendapat nilai yang maksimal,” katanya, Jumat (28/08/2020).

Azis meminta kepada Sekretariat Daerah (Sekda) yang berkoordinasi dengan Inspektorat Kota Cirebon untuk menata dan membina bagian program di masing-masing SKPD agar seluruh program yang akan dilaksanakan sesuai dengan aturan atau SPIP. “Harapan kami desain program dan kegiatan Pemda Kota Cirebon sesuai SPIP begitu juga dengan kontrol pelaksanaan programnya,” tuturnya.

Pada saat yang sama, Kepala Inspektorat Kota Cirebon, Drs. H. Asep Dedi M. Si., mengungkapkan peraihan penghargaan maturitas SPIP Level 3 merupakan prestasi yang membanggakan sebab program atau kegiatan yang dijalankan tiap SKPD mulai bagus dan sesuai koridor aturan. “Harapannya semua program Pemda Kota Cirebon berjalan baik dan segala resiko yang ada dalam pelaksanaan bisa diminimalisir,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala BPKP Jabar, H. Mulyana AK mejelaskan ada 27 kota dan kabupaten di Jabar dan baru 18 daerah yang meraih penghargaan Maturitas SPIP Level 3 salah satunya adalah Pemda Kota Cirebon. “Pemda Kota Cirebon berhasil melakukan akselerasi SPIP dari level 1 pada tahun 2019 dan pada 2020 sudah berhasil mencapai level 3,” jelasnya.

Mulyana menambahkan salah satu pertimbangan dalam penilaian SPIP Pemda Kota Cirebon adalah deklarasi program smart city yang telah dirancang dengan baik dan diharapkan dalam implementasi program tersebut juga berjalan baik. “Kami mendorong tiap daerah dalam menjalankan program sesuai SPIP, berjalan efektif, efisien dan pelaporan keuangannya handal,” tambahnya.

Mulyana menyarankan agar Pemda Kota Cirebon membenahi masalah pengelolaan keuangan dan inventarisir aset baik aset tidak bergerak ataupun aset berupa hak tagih pajak bumi dan bangunan (PBB). “Pemda Kota Cirebon harus memastikan lagi apakah aset seperti tanah sudah dipasang pasak, serta tunggakan-tunggakan pembayaran PBB,” pungkasnya.

Sumber : http://www.cirebonkota.go.id/

Masa Pandemi Covid-19, HUT RI ke 75 dan Hari Jadi Kota Cirebon ke 651 Tetap Digelar Khidmat

CIREBON-Di masa pandemi, Hari Ulang Tahun Republik Indonesia (HUT RI) ke 75 yang dirangkai dengan Hari Jadi Kota Cirebon ke 651 tetap digelar. Perayaan lebih sederhana, namun tetap khidmat serta memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi yang sudah maju.

Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik (DKIS) Kota Cirebon yang juga ketua panitia HUT RI ke 75 dan Hari Jadi Kota Cirebon ke 651, Ma’ruf Nuryasa, AP., menjelaskan bahwa tema yang diangkat pada peringatan HUT RI ke 75 yaitu Indonesia Maju. “Sedangkan tema HUT Kota Cirebon ke 651 tahun ini mengambil tema semangat membangun bersama,” ungkap Ma’ruf, Senin, 03 Agustus 2020. Tema tersebut tercermin dari logo HUT ke 651 yang dipilih tahun ini.

Logo HUT Kota Cirebon tahun ini memperlihatkan api yang berkobar namun dengan angka 651. Angka 6 berwarna biru, sekaligus merefleksikan gambar udang. “Kota Cirebon dikenal sebagai kota udang,” ungkap Ma’ruf. Sedangkan angka 5 berwarna merah menggambarkan kepala burung garuda dengan tatapan mata yang tajam sebagai akulturasi semangat peringatan hari jadi Kota Cirebon yang berbarengan dengan HUT RI, Cirebon untuk Indonesia. “Sedangkan angka satu yang bewarna hijau sebagai penutup angka sekaligus menjadi simbol kesatuan,” ungkap Ma’ruf.

Tagline Hari Jadi Kota Cirebon ke 651 yaitu Memayu Charuban Jati yang berarti mempercantik dan memperindah. Melalui tema dan tagline di hari jadi ke 651 Pemda Kota Cirebon mengajak kepada seluruh masyarakatnya bersama-sama membangun, mempercantik dan memperindah sebagai upaya melindungi Cirebon baik lahir maupun batin.

Untuk perayaan HUT Kemerdekaan RI, agendanya telah ditetapkan oleh sekretariat negara. Sejumlah acara ada yang dihilangkan namun ada pula yang tetap digelar. Seperti pengibaran bendera pusakan yang pesertanya dibatasi. Begitu juga dengan paskibraka yang pesertanya juga dibatasi. “Untuk acara veteran tetap ada, tapi ada yang berubah tahun ini,” ungkap Ma’ruf. Yaitu bukan para veteran yang datang dan berkumpul ke Balaikota Cirebon, namun Pemerintah daerah (Pemda) Kota Cirebon yang mendatangi mereka.

“Dilakukan tanggal 14 Agustus 2020 usai sidang paripurna DPRD Kota Cirebon,” ungkap Ma’ruf. Nantinya Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), bersama dengan DPRD serta Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang ada di Kota Cirebon akan dibagi-bagi menuju rumah veteran. “Jadi sekarang, kita yang mendatangi mereka,” ungkap Ma’ruf. Saat ini sudah ada 75 veteran yang tercatat untuk didatangi di peringatan HUT RI ke 75.

Sedangkan untuk hari jadi Kota Cirebon ke 651 sejumlah agenda juga akan digelar. Diantaranya Gerakan Cirebon Bermasker yang digelar di sejumlah titik untuk mencegah kerumunan orang. “Ada 7 ribu masker yang siap dibagikan sekaligus gerakan sosialisasi bahwa pandemi Covid-19 masih ada,” ungkap Ma’ruf. Juga diagendakan bebersih tajug dan tempat ibadah yang ada di Kota Cirebon mulai 5 Agustus mendatang. “Targetnya 300 lokasi,” ungkap Ma’ruf.

Pada 20 Agustus 2020, Wali Kota Cirebon, Drs. H. Nashrudin Azis, akan mencanangkan dibukanya Wi-fi yang ada di setiap kantor pemerintahan, bahkan hingga tingkat kelurahan, untuk siswa yang saat ini tengah belajar daring. Juga disiapkan aplikasi yang akan dijalankan oleh Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Cirebon. “Aplikasi ini bisa digunakan untuk anak-anak sekolah yang saat ini tengah belajar daring,” ungkap Ma’ruf.

Pada 20 Agustus, kita akan lakukan streaming selama 651 menit mulai dari jam 8 pagi. “kita lakukan city branding,” ungkap Ma’ruf. Berbagai segmen akan digelar, seperti budaya serta berbagai potensi yang dimiliki Kota Cirebon. Juga akan diberikan giveaway atau hadiah untuk masyarakat Kota Cirebon dengan hadiah-hadiah yang menarik. “Sebelumnya, 15 Agustus, ada festival tari topeng di 6 lokasi, 5 tarian secara serempak,” ungkap Ma’ruf. Semua kegiatan dirancang dengan tetap meminimalkan kerumunan orang dan memanfaatkan kemajuan teknologi informasi dan komunikasi saat ini.

Sumber : http://www.cirebonkota.go.id/

Simulasi Smart City Tour, Upaya Meningkatkan Pariwisata di Wilayah Ciayumajakuning

CIREBON-Wakil Wali Kota Cirebon yakin pariwisata di seluruh wilayah di Cirebon, Indramayu, Majalengka dan Kuningan (Ciayumajakuning) akan kembali mengalami kenaikan. Kenaikan jumlah wisatawan tersebut tanpa meninggalkan protokol kesehatan. Wakil Wali Kota Cirebon, Dra. Hj. Eti Herawati, usai melepas kegiatan Simulasi Smart City Tour Cirebon dalam rangka membangkitkan kembali industri pariwisata di Kota Cirebon, Senin, 13 Juli 2020 di Balaikota Cirebon.

Eti menjelaskan bahwa sebelum terjadinya wabah Pandemi Covid-19, sudah ada kesepakatan dengan daerah-daerah yang ada di wilayah Ciayumajakuning untuk bersama-sama memajukan pariwisata. “Sempat tertunda karena Pandemi, sekarang kita bersama-sama menindaklanjuti kesepakatan tersebut.”

Dimulai dari simulasi yang melibatkan sejumlah pelaku wisata di wilayah Cirebon dan mendatangi sejumlah lokasi wisata yang ada di wilayah Kota dan Kabupaten Cirebon. “Ke depannya kita memiliki paket wisata yang titik poinnya ada di gedung negara,” ungkap Eti. Melalui kegiatan ini Eti berharap bisa membangkitkan kembali pariwisata termasuk jumlah kunjungan wisatawan di wilayah Ciayumajakuning. “Tentu saja dengan tetap menerapkan protokol kesehatan untuk pencegahan penyebaran Covid-19,” tegas Eti.

Sementara itu Kepala Dinas Kepemudaan Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata Kota Cirebon, Drs. Agus Suherman, SH., MH., menjelaskan bahwa tujuan dilakukannya kegiatan hari ini yaitu untuk membangkitkan industri pariwisata di wilayah tiga Cirebon, memberikan informasi standar protokol kesehatan untuk wisatawan yang berkunjung ke Kota Cirebon, menyinergikan seluruh elemen pariwisata di wilayah 3 Cirebon.

“Sekaligus menjadi media promosi bahwa pariwisata di wilayah 3 Cirebon sudah siap menerima kembali wisatawan dengan menerapkan protokol kesehatan,” ungkap Agus. Ke depannya Agus juga berharap mitra kerja mereka bersama-sama dengan pemerintah daerah bisa membangun kolaborasi pariwisata di wilayah Ciayumajakuning.

Sedangkan Fajar Bahari, ketua Pelaksana Simulasi City Tour menjelaskan bahwa pelaku pariwisata di wilayah 3 Cirebon sudah membentuk organisasi bernama Gabungan Pelaku Pariwisata wilayah 3 Cirebon dengan tujuan untuk membangkitkan pariwisata di Kota Cirebon. “Kegiatan ini aksi nyata dari tujuan kita untuk membangkitkan pariwisata di wilayah 3 Cirebon,” ungkap Fajar. Namun dengan tetap menjalankan protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran Covid-19.

Sebagai bentuk pencegahan penyebaran, sejumlah langkah sudah mereka siapkan. Diantaranya menyemprot disinfektan sebelum bus digunakan, penggunaan masker dan handsanitizer tidak pernah dilupakan. “Hari ini kita akan berkunjung ke Grage Hotel untuk sektor perhotelan, nasi jamblang bu Nur untuk kuliner dan ke Keraton untuk sektor bangunan budaya,” ungkap Fajar. Dilanjutkan dengan membeli oleh-oleh di Toko Daud, makan siang di empal gentong Apud serta ke rumah kerang dan rotan yang diakhiri dengan simulasi kunjungan ke batik Trusmi dan Goa Sunyaragi.

Sumber : http://www.cirebonkota.go.id/

CIREBON, AWALI ROADSHOW NASIONAL EDUKASI LITERASI DIGITAL DI MASA PANDEMI

Cirebon menjadi kota pertama diselenggarakannya Edukasi Literasi Digital di Masa Pandemi yang digelar oleh WhatsApp, Kemenkominfo, ICT Watch dan Relawan TIK Indonesia pada Rabu 24 Juni mendatang secara daring. Acara yang dikemas Seminar dan Workshop Online tersebut menghadirkan narasumber lokal dan nasional lintas stakeholder.

“Acara ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas pemahaman pengguna sosial media, khususnya warga Cirebon terkait hoaks, privasi dan keamanan digital,” kata Arifin, Ketua Relawan TIK Kota Cirebon⠀

Guna mensukseskan kegiatan tersebut, Relawan TIK Kota Cirebon menggandeng beberapa komunitas, diantaranya FORKOCI. Tak hanya itu, Ketua Umum Forkoci juga turut menjadi narasumber pada Seminar yang di ikuti 300 peserta tersebut.

“Forkoci memiliki banyak cerita yang menginspirasi, sehingga sangat layak diberi ruang yang lebih dari sekedar apresiasi, ” kata Arifin⠀

Rencananya, Seminar dan Workshop Online tersebut akan menghadirkan Clair Deevy (WhatsApp), Donny B.U (ICT Watch), Hazelia Margaretha (Facebook Indonesia), Mariam F Barata (Kemkominfo RI), Yudho Giri Sucahyo (PANDI) dan Ma’ruf Nuryasa (Kepala DKIS Kota Cirebon).⠀

11 kota kabupaten yang akan menggelar acara serupa diantaranya, Manado, Ambon, Jayapura, Pasuruan, Padang, Denpasar, Banjarmasin, Mataram, Pekalongan, Mamuju, dan Palembang.

Sumber : http://www.cirebonkota.go.id/