Wali Kota Cirebon Raih Penghargaan Sebagai Tokoh Penggerak Inklusi Keuangan 2021

CIREBON – Sekretaris Daerah (Sekda) meminta peningkatan layanan pengendalian dan retribusi menara telekomunikasi di Kota Cirebon. Rencana dan strategi yang telah disusun diminta dapat dilaksanakan dengan baik dan penuh tanggung jawab.

Hal tersebut diungkapkan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Cirebon, Drs. H. Agus Mulyadi, M.Si., saat Soft Launching dan Branding Aplikasi PERMATA, Selasa (9/11/2021) di aula Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kota Cirebon menjelaskan Kota Cirebon memiliki potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari retribusi menara telekomunikasi. “Tercatat ada 271 penyedia menara telekomunikasi di Kota Cirebon,” tutur Agus. Untuk itu Agus meminta potensi ini dapat dikelola dan dimaksimalkan dengan profesional.

Agus pun menyambut baik brand pemasaran layanan pengendalian dan retribusi menara telekomunikasi PERMATA. “Nama ini memiliki makna batu berharga yang berwarna indah,” tutur Agus. Harapannya  layanan ini dapat memberikan manfaat bagi pembangunan di Kota Cirebon menjadi lebih cepat, transparan dan pasti.

Sekda: Aplikasi PERMATA Tingkatkan Layanan Kepada Masyarakat

Kegiatan ini, lanjut Agus, juga mengacu pada UU Nomor 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik yang diperkuat melalui Peraturan Wali Kota (Perwali) Nomor 61 tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik pada Pemerintah Daerah Kota Cirebon.

“Kami tentu berharap rencana dan strategi yang telah disusun dengan baik dapat dilaksanakan dengan baik dan penuh tanggung jawab,” harap Agus. Sehingga hasil yang didapatkan juga maksimal.

Sementara itu Kepala DPUTR Kota Cirebon, Syaroni, ATD., M.T., menjelaskan saat ini mereka masih dalam tahap sosialisasi. “Kita juga lagi membuat tim pengendalian untuk mengawasi tim teknis dan tata ruang,” tutur Syaroni.

Sekda: Aplikasi PERMATA Tingkatkan Layanan Kepada Masyarakat

Dijelaskan Syaroni pada rentang waktu 2011 hingga 2014 mereka pernah melakukan retribusi pengendalian menara menggunakan UU Nomor 28 tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan tarif hanya 2 persen dari Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) per tahun. Saat itu berhasil dicapai 150 jutaan pertahun.

Dengan 271 menara potensi PAD yang bisa digali sebanyak Rp 271 juta pertahun. “Dengan tarif dasar Rp 1 juta. Namun tiga tahun bisa dievaluasi dan dikoreksi,” tutur Syaroni. Sedangkan aplikasi Pengendalian dan Retribusi Menara Telekomunikasi (PERMATA) digunakan untuk mempermudah pembayaran retribusi menara. Dikarenakan perusahaan penyedia jasa telekomunikasi sebagian besar berada di luar Kota Cirebon. 

Melalui aplikasi yang terhubung dengan BJB Cirebon dapat mempermudah pengusaha untuk membayar retribusi. “Pengusaha tidak perlu datang ke Kota Cirebon hanya untuk membayar retribusi. Cukup gunakan aplikasi PERMATA,” tutur Syaroni.

Sumber : http://www.cirebonkota.go.id/

There are no comments yet.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked (*).