IDSECONF 2019 Digelar, Kota Cirebon Warnai Perkembangan Teknologi Informasi Nasional

CIREBON-Kota Cirebon akan mewarnai peningkatan perkembangan teknologi dan keamanan data secara nasional. Hal ini ditunjang dengan berbagai kegiatan berbasis teknologi yang dilaksanakan di Kota Cirebon dalam beberapa tahun terakhir.

Demikian terungkap dalam acara pembukaan Indonesia It Security Conference (IDSECCONF) 2019 di Kampus STMIK CIC Kota Cirebon, Sabtu (16/3). Hadir dalam kegiatan tersebut 150 praktisi, akademisi dan pakar teknologi informasi tingkat nasional. IDSECCONF memberikan pencerahan kepada pelajar, mahasiswa, maupun kalangan IT Security professional khususnya mengenai berbagai isu-isu keamanan teknologi informasi terbaru.

“Kami bangga menjadi lokasi berkumpulnya para praktisi, akademisi dan para ahli IT dalam kegiatan IDSECCONF ini. Ini kali kedua kegiatan IDSECCONF dilaksanakan di Kota Cirebon. Harapannya tentu Kota Cirebon menjadi bagian peningkatan perkembangan teknologi termasuk kesiapan dalam penanganan keamanan data,” ungkap Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik Kota Cirebon, Iing Daiman, SIP, MSi

Iing menambahkan dalam upaya mewujudkan kabupaten dan kota yang cerdas menerapkan sistem informasi atau aplikasi. Dengan penerapan aplikasi berbasis online memang dapat mempermudah untuk berkomunikasi dan layanan yang baik.

“Tetapi terkadang kita tidak sadar bahwa dengan penerapan aplikasi berbasis online memunculkan persoalan baru yaitu persoalan keamanan informasi atau data itu sendiri. Untuk itu saya berharap melalui kegiatan ini dapat membuka wawasan kita semua, keamanan informasi wajib menjadi pilar yang sangat penting dalam pembangunan smart city,” ujar Iing.

Salah satu Anggota Komite IDSECCONF, Abeng mengatakan Kota Cirebon mendapat kepercayaan menjadi tuan rumah dalam seleksi yang ketat. Pihaknya banyak melihat perkembangan Kota Cirebon yang terus bergeliat termasuk mengembangkan IT melalui program smart city.

“Kami akhirnya berkumpul bersama akademisi dan praktisi mengadakan riset dan bertukar pengalaman terkait perkembangan IT khususnya keamanan data informasi,” ujar Abeng.

Sementara Ketua STMIK CIC Kota Cirebon, DR Chandra Lukita,SE.,MM mengatakan pihaknya merasa gembira dengan perkembangan Kota Cirebon yang terus meningkatkan kemampuan dunia IT dalam program smart city. Smart City telah mengubah Kota Cirebon menjadi kota yang maju dan tidak gagap teknologi.

“Tentu dengan perkembangan ini juga kita tidak gagap dengan keamanan data. Dengan keamanan program yang dilaksanakan berjalan sukses,” tandasnya.

Sumber : http://www.cirebonkota.go.id/

Pemkot Cirebon Dorong Tumbuhnya Industri Digital

CIREBON- Pemerintah Daerah Kota Cirebon mendorong industri digital tumbuh untuk kemajuan wilayah dengan berbagai terobosan program. Era digital harus dihadapi positif sebagai perkembangan jaman yang terus meningkat.

Demikian diungkapkan Wakil Wali Kota Cirebon, Dra. Hj. Eti Herawati saat menghadiri Seminar Nasional Akreditasi Program Studi (IAPS) 4.0 dan Rapat Kerja Nasional ( RAKERNAS) Dewan Pengurus Pusat (DPP) Asosiasi Pendidikan Tinggi Informatika dan Komputer (APTIKOM) 2019 di Aula sekolah Pelita Bangsa, Sabtu (23/2). Eti mengatakan Pemerintah Daerah Kota Cirebon juga sudah meluncurkan berbagai program digital antara lain wisata Kota Cirebon (Wistakon), E-Presensi E-Wasiat (Wayahe Sadar Akherat) hingga aplikasi yang memuat tentang informasi kegiatan Pemkot Cirebon.

“Dalam upaya memanfaatkan teknologi terkini Pemerintah Daerah Kota Cirebon membuat beberapa aplikasi berbasis kearifan lokal. Berbagai inovasi terus dikembangkan Cirebon dalam memasuki era digital,” ungkap Eti.

Eti menambahkan pihaknya akan terus menyosialisasikan berbagai terobosan tersebut agar dipergunakan terutama ke generasi milenial. Generasi milenial menjadi harapan bangsa sehingga terobosan tersebut harus dipahami dan dipergunakan mereka.

“Kami tentu ingin membangun anak-anak muda lebih mengenal industri digital,” ujar Eti.

Hal lain, Eti menyoroti Perguruan Tinggi (PT) harus senantiasa mengedepankan kualitas berkelanjutan serta menghasilkan tantangan global yang memiliki keahlian teknis mampu bersaing di era revolusi generasi 4 atau (Four point O). Kehadiran Seminar Nasional IAPS 4.0 dan Rakernas APTIKOM diharapkan juga menjadi jalan sehingga kemajuan PT di Kota Cirebon semakin meningkat.

“Karena kolaborasi untuk kemajuan bangsa dan memanfaatkan teknologi harus dilakukan sehingga mengembangkan iklim akademik dan keilmuan yang bagus,” ujar Eti.

Dalam kegiatan seminar tersebut diikuti 150 peserta dari berbagai daerah se Indonesia. Workshop menghadirkan tiga pembicara akreditasi program studi 4.0 yakni Prof. Ir. Zainal Arifin Hasibuan,Msc.,phD, Prof Dr. Rer. Nat Achmad benny mutiara Q N , S.Kom dan Ir. Paulus Insap Santosa, M.Sc.,Ph.d.,IPU.
Ketua penyelenggara seminar, Chandra Lukita mengatakan kehadiran para tenaga ahli di bidang IT di Kota Cirebon tentu harus dimanfaatkan semua pihak. Kegiatan ini juga memperkenalkan wisata Kota Cirebon yang sangat menarik.

“Tentu kehadiran para professor dan ahli di bidang IT sangat membanggakan Kota Cirebon,” kata Chandra.

Sedangkan Ketua APTIKOM Pusat, Prof. Ir. Zainal Arifin Hasibuan, Msc., phD, mengatakan APTIKOM merupakan paguyuban perguruan tinggi di Indonesia yang memiliki program studi terkait dengan rumpun ilmu informatika dan komputer.

“Revolusi industri 4.0 ini sebenarnya bisa kita sikapi dengan positif dengan menggunakan momentum ini suatu momen melakukan percepatan di bidang IT. Kami melihat Pemerintah Kota Cirebon sudah mengembangkan berbagai program digital yang tidak meninggalkan kearifan lokal,” tandasnya.

Sumber : http://www.cirebonkota.go.id/

Command Center Jadi Destinasi Wisata Digital Kota Cirebon

CIREBON- Command Center milik Pemerintah Daerah Kota Cirebon yang terletak di Ruang Atas Balaikota Cirebon menjadi destinasi wisata digital. Hal ini terlihat banyaknya kunjungan kerja berbagai instansi Pemerintah Daerah Kota/Kabupaten lain serta Kementerian yang sengaja ingin mengetahui keberadaan command Center. 

Kunjungan pada umumnya ingin mengetahui keberadaan command center yang memiliki fungsi banyak tapi dibangun dengan anggaran terbatas. Hal ini seperti terungkap dalam kunjungan Pemerintah Daerah Kabupaten Bandung yang diwakili Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) sengaja datang.

“Pemerintah Kabupaten Bandung berencana membangun command center. Keberadaan command center menjadi rencana strategis kami pada tahun 2019 dalam peningkatan pelayanan ke masyarakat,” ungkap Kabid Teknologi Informasi Komunikasi (TIK) Diskominfo Kabupaten Bandung, Ir Anita Emmayanti, MT di Command Center, Rabu (19/12).

Anita menambahkan pihaknya mendapat rekomendasi dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat jika Kota Cirebon memiliki command center berkualitas dan berfungsi baik tapi menggunakan anggaran terbatas dalam pembangunannya. Pihaknya membuktikan sendiri dengan melihat kualitas command center dan ingin belajar untuk membuatnya.

“Kreatifitas yang dilakukan Pemerintah Daerah Kota Cirebon terutama Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik (DKIS red.) ternyata dapat dilihat salah satunya dari pembangunan Command Center. Kami juga tertarik dengan pembuatan berbagai aplikasi yang juga dikembangkan DKIS. Hal yang baik tanpa melupakan kearifan lokal,” ujar Anita.

Anita mengajak seluruh jajaran bidang TIK untuk menggali ilmu ke Kota Cirebon sehingga dapat dikembangkan di Kabupaten Bandung. Pihaknya tidak mengira Kota Cirebon menjadi kota yang pesat di bidang Teknologi Informasi (TI). Selain mengunjungi command Center, tim TIK Kabupaten Bandung mengunjungi pusat informasi di Kantor DKIS.

Kunjungan TIK Kabupaten Bandung diterima oleh Kepala DKIS, Iing Daiman, SIP MSi, Kepala Bidang Pengelolaan Komunikasi Publik (PKP), Ahadiyah Dwi Agustinah, Sos, dan lainnya. Iing menyambut baik Pemerintah Kabupaten Bandung yang ingin mengetahui perkembangan TI di Kota Cirebon.

“Alhamdulillah kami melihat keberadaan command center menjadi destinasi wisata digital. Terbukti sudah banyak daerah yang datang ke Kota Cirebon ingin mengetahui command center selain wisata religi dan belanjanya,” ujar Iing.

Iing menambahkan setidaknya sudah ada lebih dari 10 pemerintah daerah yang sudah dan akan datang ke command center. Mereka yang sudah datang antara lain Kabupaten Kota Waringin Barat, Yogyakarta, Karawang, Majalengka, Kuningan, Bangka Belitung, Pangandaran, Bandung Barat dan lainnya. Sedangkan yang sudah dipastikan datang dari Kabupaten Bangka, Tual dan Kementerian Perdagangan RI.

“Kami juga mengembangkan aplikasi tematik yang tidak meninggalkan kearifan lokal. Hal ini pula yang menempatkan Kota Cirebon masuk 25 Kabupaten/Kota Smart City bersama kota lain yang memiliki anggaran besar menjadi kota smart city,” tandasnya.

Sumber : http://www.cirebonkota.go.id/

FGD Smart City, Bahas Soal Rekayasa Lalin Hingga Sampah

KOTA CIREBON—Dewan Smart City Kota Cirebon pada Selasa 18 Desember 2018 menggelar Focus Group Discussion (FGD) yang membahas proyeksi program smart city di tahun 2019 dan hasil evaluasi program dari Asessor Smart City Indonesia beberapa waktu lalu.

Pada FGD Dewan Smart City Kota Cirebon juga digelar launching aplikasi e-kantorkula dan e-kinerja ASN di Kota Cirebon.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Cirebon, Drs. H. Asep Dedi M. Si mengapresiasi kegiatan FGD Dewan Smart City Kota Cirebon yang diharapkan bisa terus memperbaiki program di tahun berikutnya.

“Evaluasi program dari Kementerian Komunikasi dan Informatika untuk program smart city di Kota Cirebon agar ditindaklanjuti,” katanya saat membacakan sambutan Wali Kota Cirebon.

Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (DKIS) Kota Cirebon, Iing Daiman, S.Ip., M.Si menuturkan FGD terdiri dari berbagai unsur dan membahas masalah catatan evaluasi dari Asessor Smart City Indonesia yaitu soal integrasi aplikasi, citra positif kota soal keamanan dan kenyamanan, pariwisata, city branding, dan solusi alternatif biaya pembangunan.

“Beberapa catatan evaluasi akan diperbaiki, kemudian untuk program yang berjalan bagus akan dipertahankan dan ditingkatkan,” tuturnya.

Iing mengungkapkan sejumlah usulan datang dari peserta FDG, seperti soal rekayasa lalu lintas yang diusulkan kalangan perguruan tinggi, dan soal penataan sampah kota yang diusulkan Bank Indonesia Cirebon.

“Usulan-usulan dari berbagai kalangan di FGD akan ditindaklanjuti sehingga menjadi program Cirebon Smart City,” ujarnya.

Iing optimistis program Cirebon Smart City di tahun 2019 akan lebih progresif menyusul adanya dukungan dari Pemprov Jabar yang berniat mengembangkan fungsi Alun-Alun Kejaksan dan Kantor Bakorwil (Gedung Negara) serta Jalan Siliwangi menjadi main street dan Jalan Karanggetas menjadi shopping street.

“Sejumlah anggaran kabarnya telah disiapkan Pemprov Jabar untuk pengembangan tempat-tempat tersebut,” tambahnya.(Rillis)

Sumber : http://www.cirebonkota.go.id/

Smart City, Jadikan Kota Cirebon Kreatif, Inovatif, Sinergis dan Berdaya Saing

CIREBON – Berbagai kemajuan berhasil diraih Kota Cirebon dalam penerapan Smart City. Dengan Smart City, Kota Cirebon akan menjadi kreatif, inovatif, sinergis dan berdaya saing pada 2028 mendatang.

Sekretaris Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik (DKIS) Kota Cirebon, Ma’ruf Nuryasa, AP., menjelaskan jika berbagai inovasi dan terobosan sudah mereka lakukan sejak ditetapkan sebagai salah satu dari 25 kota dan kabupaten di Indonesia yang siap untuk melaksanakan Smart City di daerah pada Mei 2017 lalu. “Cirebon Smart City merupakan upaya perubahan pengelolaan Kota Cirebon menjadi lebih baik. Namun tanpa meninggalkan kearifan lokal dalam implementasinya,” ungkap Ma’ruf.

Salah satu kearifan lokal yang tidak ditinggalkan yaitu dengan penggunaan bahasa daerah. “Salah satunya program Wadul Bae,” ungkap Ma’ruf. Wadul bae merupakan kepanjangan dari Warga Peduli Bocah Lan Emboke (Warga Perduli Anak dan Ibunya). Melalui program ini, warga diajak bersama-sama untuk peduli jika ada anak maupun ibu di sekitar mereka.

Selain tetap mempertahankan kearifan lokal, Cirebon Smart City memiliki terobosan lainnya yang juga telah dilakukan. Diantaranya dengan membuat Cirebon Command Center pada 29 Oktober 2018. “Cirebon Command Center merupakan pusat monitorong dan kendali dari Pemerintah Daerah Kota Cirebon,” ungkap Ma’ruf. Terutama untuk seluruh layanan pemerintahan dan layanan publik yang diselenggarakan oleh Pemerintah Daerah Kota Cirebon. Serta menjadi pusat integrasi layanan dari stakeholders terkait lainnya.

Ada pun konten yang ada pada Cirebon Command Center diantaranya, info pajak, info BPHTB, info sebaran reklame, ketersediaan kamar di RSD Gunung Jati, info antrian unit rawat jalan RSD Gunung Jati, infor rekapitulasi proses perizinan, info Linmas Kota Cirebon, dashboard Cirebon Satu Data, dashboard E Puskesmas, dashboard jaringan perangkat online, CCTV di beberapa titik area publik, CCTV di layanan publik (kecamatan Harjamukti), area traffic control system (ATCS) Dinas Perhubungan Kota Cirebon.

“Saat ini kami juga telah memiliki layanan kedaruratan Cirebon Siaga 112,” ungkap Ma’ruf. Layanan kedaruratan ini menggabungkan semua nomor layanan kedaruratan. Sehingga mempermudah masyarakat untuk hanya mengingat satu nomor kedaruratan saja. Sebelum dilaunching, DKIS Kota Cirebon juga telah mengumpulkan stakeholders terkait, mulai dari kepolisian, PLN, pemadam kebakaran dan lainnya untuk menyosialisasikan satu nomor kedaruratan ini. Dengan menekan nomor kedaruratan 112, nantinya akan disalurkan kepada instansi yang memang berwenang untuk menanganinya.

Sejak dilaunching Oktober lalu, hingga 11 Desember 2018 telah terjadi kedaruratan sebanyak 111 kejadian. Masing-masing terdiri dari kebakaran (14 aduan), kekerasan PA (2 aduan), trantibum (9 aduan), ambulan (9 aduan), kecelakaan (6 aduan), kamtibmas (19 aduan), BPBD (2 aduan) serta informasi mulai dari traffic light, PJU, PDAM, PLN dan infrastruktur sebanyak 50 aduan.

Sedangkan kegiatan teranyar yang baru saja dilakukan yaitu Festival TIK mulai 1 hingga 2 Desember 2018 serta pameran IT dan UMKM. Melalui kegiatan ini diharapkan ada peningkatan kompetensi Relawan TIK dan komunitas penggerak TIK melalui literasi digital untuk mendukung program Smart City dan Smart Society. “Sejumlah kegiatan kami lakukan saat Festival TIK tersebut,” ungkap Ma’ruf. Yaitu seminar nasional sebanyak 3 kali, serta 32 workshop. Sedangkan pameran IT dan UMKM dimaksudkan untuk mendorong agar UMKM mulai memasuki pasar digital yang bisa membuat produk-produk yang mereka hasilkan memiliki pangsa pasar yang luas. “Dengan semua inovasi dan terobasan yang kami lakukan, sejumlah penghargaan berhasil diraih Pemerintah Daerah Kota Cirebon,” ungkap Ma’ruf. Diantaranya penghargaan TOP IT On Collaboration And Innovation Development 2018 (TOP IT 2018) serta SP4N-Lapor dimana Kota Cirebon masuk 10 besar penghargaan TOP pelayanan SP4N –Lapor (Layanan Pengaduan Online Rakyat) terbaik se Indonesia 2018.

Sumber : http://www.cirebonkota.go.id/

Festik 2018, Relawan TIK Pemersatu Bangsa Melalui Kemampuan Digital

Kota Cirebon- Relawan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) menjadi pemersatu bangsa dalam pelaksanaan dan mendukung industri digital.

Demikian diungkapkan Penjabat Wali Kota Cirebon, DR. H. Dedi Taufik,MSi pada acara pembukaan Festival TIK 2018 di Aula Graha Pena Kota Cirebon, Sabtu (1/12). Dedi menambahkan RTIK sangat membantu program pemerintah dalam mewujudkan pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM).

“Relawan dengan kemampuan teknologi menjadi lini terdepan pembangunan dan industri digital. Dengan inovasi RTIK menjadi kekuatan luar biasa,” ungkap Dedi.

Dedi menambahkan relawan yang datang dari 34 provinsi menjadi kekuatan untuk menciptakan industri digital dan kesempatan kerja. Dengan kekuatan digital mampu menggerakan semua komponen sehingga membantu pembangunan dan memajukan bangsa. “Ini sejalan dengan program smart city termasuk di Kota Cirebon. Kami mengajak agar RTIK tetap memiliki komitmen untuk tetap membuat inovasi sehingga membantu kotanya,” kata Dedi.

Hal tersebut, lanjut Dedi, sudah dilakukan oleh Pemerintah Daerah Kota Cirebon melalui Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik (DKIS) melalui belasan aplikasi diantaranya Wayahe sadar Akhirat (E-Wasiat), Wisata Kota Cirebon (Wistakon) dan lainnya. Selain itu DKIS bekerjasama dengan Bank Indonesia membuat sebuah aplikasi bersama (Telusuri Harga Komoditas Kotaku (E Tuku).
“Isinya terkait harga atau informasi harga komoditas yang ada di pasar tradisional di Kota Cirebon. E tuku dilaunching pada acara Festik 2018 ini,” kata Dedi.

Sementara itu RTIK mengadakan Festival ke-7 di Kota Cirebon yang dihadiri 34 perwakilannya se Indonesia. Festival diisi dengan seminar yang melibatkan RTIK dan masyarakat Cirebon, pameran Teknologi Informasi (TI) dan UMKM. Dengan mengangkat tema “Sehati Ing Smart City” dan Sub tema “Peningkatan Kompetensi Relawan TIK dan Komunitas Penggerak TIK Melalui Literasi Digital Untuk Mendukung Program Smart City dan Smart Society“.

Direktur Informasi dan Komunikasi Perekonomian dan Maritim, Septriana Tangkari, SE MM mengatakan relawan TIK mampu membangun I city (kota digital) dan ekonomi melalui digital. Relawan TIK mampu mengedukasi dan memberikan literasi bagi masyarakat melalui kemampuan digital.

“RTIK ada dimana-mana dan mampu berintegrasi. Gerakan nasional menginformasikan dan membangun melalui kemampuan digital,” ujar Septriana.

Hal senada diungkapkan Kadis Kominfo Jawa Barat, DR. Hening Widiatmoko yang juga mengaku sangat berkesan dengan keberadaan RTIK. RTIK juga sejalan dengan program pemerintah Jabar yang terus mengembangkan industri digital untuk pelayanan ke masyarakat.

“Kami berikan penghargaan kepada Kota Cirebon yang mampu mengembangkan smart City dengan biaya cukup murah termasuk pembuatan command center. Ini sejalan dengan program pemerintah Jabar yang terus menggenjot pemngunaan industri digital,” tandasnya.

Sumber : http://www.cirebonkota.go.id/

DISNAKER SIAP MENGIMPLEMENTASIKAN SIMAYA

Kesambi, Setelah melakukan uji coba Aplikasi SiMaya (Sistem Administrasi Pekantoran Maya), Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik Kota Cirebon (DKIS) melakukan Sosialisasi sekaligus Bimbingan Teknis (Bimtek)kepada seluruh Perangkat Daerah di Lingkungan Pemerintah Kota Cirebon.

Bertempat di Aula Dinas Tenaga Kerja Kota Cirebon (Disnaker), hari Rabu tanggal 21 November 2018 telah dilakukan sosialisasi dan Bimtek Simaya. Disnaker menjadi Perangkat Daerah  pertama setelah DKIS yang telah siap mengimplementasikan SiMaya.

“Saya sudah mengetahui dan pernah mengikuti Sosialisasi SiMaya sejak saya masih menjadi Kabag Humas, SiMaya sudah diluncurkan oleh kementerian sejak Tahun 2013 dan mungkin saat ini sudah mengalami banyak pengembangan, namun Disnaker siap mendukung implementasi  SiMaya,” ujar Agus Sukamanjaya Kepala Disnaker.

Aplikasi SiMaya merupakan salah satu pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam program percepatan reformasi birokrasi yaitu pengembangan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (e-Government) dengan tujuan meningkatkan efektifitas dan produktifitas kerja serta tertib administrasi di lingkungan instansi pemerintah.

Keabsahan dan legalitas SiMaya sebagai Implementasi Tata Naskah Dinas Elektronik memiliki dasar yang sangat kuat. “ Apabila memperhatikan peraturan dan perundangan yang menjadi dasar dari aplikasi SiMaya, sudah sangat komplit. Mulai dari Undang-Undang mengacu kepada UU No 11 tahun 2018 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik, kemudian ada Peraturan Pemerintah Nomor 82 Tahun 2012 tentang Penyelenggaraan Sistem Transaksi ElektronikPermenpan RB No 6 tahun 2011 tentang Pedoman Umum Tata Naskah Dinas Elektronik Di Lingkungan Instansi Pemerintah serta Surat Edaran Menpan dan RB No. 5 tahun 2013 tentang Aplikasi Tata Naskah Dinas Elektronik Pada Instansi Pemerintah (Simaya)”, jelas Dudung Saefudin selaku Kepala Bidang Layanan E-Government DKIS Kota Cirebon.

Para peserta sangat antusias mengikuti kegiatan sosialisasi dan bimtek aplikasi SiMaya. Hampir seluruh pengawai di lingkungan Disnaker  ikut hadir dalam kegiatan tersebut. Salah satu peserta Supriadi mengapresiasi adanya aplikasi ini, “Dengan adanya aplikasi SiMaya maka akan memudahkan dalam menyimpan berkas surat menyurat dan meminimalisir kehilangan berkas. Dengan SiMaya juga dimungkinkan Kepala Dinas bisa mendisposisikan surat walaupun sedang dinas luar. Untuk kekurangan yaitu akses yang lambat dalam membuka aplikasi SiMaya semoga kedepannya bisa lebih baik lagi.”

Aplikasi SiMaya merupakan aplikasi berbasis awan (cloud) yang secara infrastruktur dikelola oleh Kementerian Kominfo RI. Pemerintah Daerah (Pemda) Kota Cirebon memperoleh gratis aplikasi SiMaya dari Kementerian Kominfo RI, hal ini sangat membantu karena secara anggaran tidak terbebani baik dari pengembangan aplikasi maupun infrastruktur. Yang kemudian harus dilakukan oleh Pemda Kota Cirebon melalui DKIS adalah melakukan sosialisasi dan bimtek serta menyusun kebijakan daerah sebagai dasar implementasi SiMaya di lingkungan Pemda Kota Cirebon.

“Pada tahap awal kami target kan semua Perangkat Daerah memperoleh sosialisasi dan bimtek aplikasi SiMaya untuk pengadministrasian surat masuk. Kedepannya apabila sudah 100% Perangkat Daerah telah mengimplementasikan SiMaya, kita akan lanjutan dengan surat keluar dan tanda tangan digital, sehingga antar Perangkat Daerah sudah berkirim surat secara elektronik”, tandas Dodi Solihudin selaku Kepala Seksi Pengembangan Ekosistem E-Government  DKIS. (*Bid Egov)

Sumber : https://dkis.cirebonkota.go.id/

FESTIK INDONESIA

Dua puluh delapan Workshop menjadi salah satu rangkaian acara Festival TIK 2018. Menghadirkan puluhan pemateri nasional yang siap berbagi ilmu secara gratis kepada masyarakat, pastikan anda terdaftar !

daftarkan diri anda, festik2018.id/registrasi

Dapatkan terus informasi terbarunya melalui :

Instagram
https://www.instagram.com/festik2018/
Fanpage
https://facebook.com/festik2018
Website
www.festik2018.id

#festik2018
#festivaltik2018
#kotacirebon

Sumber : http://www.cirebonkota.go.id/

Command Center dan Layanan Kedaruratan 112, Penerapan Kota Cirebon Sebagai Smart City

CIREBON- Layanan nomor tunggal kedaruratan 112 sudah terbukti cepat tanggap. Sosilisasi layanan ini diharapkan semakin masif, sehingga masyarakat mengetahui dan tinggal memencet satu nomor jika ada kondisi kedaruratan.

Hal tersebut diungkapkan Staf Ahli Menteri Komunikasi dan Informasi Bidang Hukum, Prof Dr. Drs. Henri Subiakto, SH,MA usai peresmian Ruang Command Center Kota Cirebon di Balaikota Cirebon serta layanan kedaruratan 112, Senin, 29 Oktober 2018. “Kami sudah melakukan percobaan tersendiri tadi malam, dan terbukti layanan tersebut sangat cepat tanggap. Saya sangat apresiasi tindakan tersebut,” ungkap Subiakto.

Dijelaskan Subiakto, pemanfaatan digital atau bisa dikatakan dengan Smart City sudah dilakukan dengan baik di Kota Cirebon. Ini terbukti dengan adanya command center dan sejumlah aplikasi pembantu lainnya yang sudah diluncurkan. “Kami mendukung adanya pemanfaatan digital tersebut di Kota Cirebon. Namun tetap harus diimbangi dengan tenaga pelaksana dan pelayanan,” ungkap Subiakto. Kota Cirebon sendiri termasuk kota ke 23 di Indonesia dan ke 5 di Jwa Barat yang menerapkan Smart City termasuk Command Centernya.

Selanjutnya Pemerintah Daerah Kota Cirebon juga diminta untuk bisa mencegah tindakan orang iseng dalam pemanfaatan layanan kedaruratan Cirebon 112. Karena nantinya akan mengakibatkan dampak yang kurang baik bagi sistem operasional tersebut.

Sementara itu Pj Wali Kota Cirebon, Dr. H. Dedi Taufik, M.Si, mengungkapkan momentum peresmian Command Center dan layanan kedaruratan 112 ini memiliki makna yang berarti, terutama karena dilakukan bertepatan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda. “Bagaimana Pemerintah Daerah Kota Cirebon berupaya untuk menyatukan pelayanan menjadi satu nomor, 112,” kata Dedi. Sehingga masyarakat tidak perlu repot-repot mengingat banyaknya nomor untuk hal-hal kedaruratan.

Program ini, lanjut Dedi, harus disosialisasikan secara masif. “jangan sampai program yang bagus ini tidak diketahui oleh masayrakat,” kata Dedi. Pemerintah Daerah Kota Cirebon menurut Dedi akan terus berupaya dan melakukan inovasi agar bisa memberikan pelayanan yang terbaik kepada warganya.

Sementara itu Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Statisik (DKIS) Kota Cirebon, Iing Daiman, S.Ip., M.Si., menjelaskan jika pembangunan Command Center menghabiskan anggaran sebesar Rp 2 miliar. “Disini juga disediakan berbagai informasi diantaranya informasi pembayaran pajak, antrianr umah sakit gunung jati, poskamling, e puskesmas, jaringan perangkat online, cctv di ruang pelayanan publik termasuk cctv kondisi jalan di sejumlah titik di Kota Cirebon,” ungkap Iing.

Selain peresmian Command Center juga diresmikan layanan kedaruratan satu nomor 112. Layanan tersebut sudah diujicoba dan selama bulan Oktober saja sudah ada 11 kejadian yang tercatat di layanan kedaruratan 112. “Kebanyakan terjadi di wilayah Kabupaten Cirebon,” ungkap Iing. Selanjutnya mereka menyalurkannya ke daerah masing-masing dimana terjadinya kejadian tersebut. Nomor darurat 112, lanjut Iing, tidak mengotakkan satu daerah tertentu. Jika ada kejadian dari daerah lain yang masuk maka dengan sigap personil mereka akan memberitahukan kepada pihak yang berwenang di daerah tersebut.

Sementara itu Wakil Gubernur Jawa Barat, Uu Ruzhanul Ulum, mengucapkan terima kasih kepada Pj Wali Kota dan Pemerintah Daerah Kota Cirebon yang sudah melaunching dan melaksanakan pemanfaatan digitalisasi di Kota Cirebon. “Ini sudah sesuai serta membantu visi dan misi Pemprov Jabar,” ungkap Uu. Hadirnya pemanfaatan digitalisasi menurut Uu akan memudahkan pemerintah daerah untuk melakukan komunikasi dengan masyarakat. Termasuk hadirnya Command Center juga diharapkan bisa membantu pelayanan kepada masyarakat. “Kami berharap kota-kota lain di Jawa Barat bisa mengikuti jejak Pemerintah Daerah Kota Cirebon,” harap Uu.

Sumber : http://www.cirebonkota.go.id/