SEBANYAK 360 ORANG IKUTI PSIKOTES CALL TAKER 112

CIREBON- Keseriusan Pemerintah Daerah Kota Cirebon melalui Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik (DKIS) Kota Cirebon dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat kembali dibuktikan dengan menyelenggarakan layanan cirebon siaga 112, Sabtu (11/8).

Cirebon Siaga 112 merupakan layanan terintergrasi dengan berbagai pihak seperti Kepolisian, Dinas Pemadam Kebakaran, Satuan Polisi Pamong Praja dan Dinas Kesehatan, yang diperuntukan untuk mempermudah masyarakat dalam melaporkan kejadian kegawatdaruratan, rupanya terus digarap secara serius oleh DKIS mulai dari rekruitmen Call Taker 112 hingga peraturan perundangan yang memayunginya.

Pengrekrutan call Taker 112 ini dimulai sejak tanggal 1 hingga 5 Agustus 2018. Dalam pengrekrutan yang berjalan selama lima hari tersebut diperoleh rekapitulasi pelamar sebanyak 561 orang dari Kota Cirebon maupun Luar Kota Cirebon.

Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik Kota Cirebon, IIng Daiman M, S.Ip.,M.Si mengatakan pengrekrutan ini merupakan salah satu cara untuk segera merealisasikan layanan Cirebon siaga 112.

“Untuk saat ini kami memfokuskan kepada penerimaan Call Taker 112, sementara ruangan dan sarana lainnya sedang dalam pekerjaan ” Tuturnya

Iing juga mengatakan pengrekrutan call taker 112 ini sangat mendapatkan respon yang luar biasa dari masyarakat baik dari Kota Cirebon maupun luar kota Cirebon.

” Alhamdulillah selama pembukaan rekrutmen ini banyak sekali respons masyarakat yang ingin bergabung baik dari kota maupun luar kota,” Imbuhnya.

Sementara menurut Kepala Bidang E-Goverment, Dudung Sarifudin S.Ap.,M.Si mengatakan dari 561 hanya 446 orang yang lulus dalam tahapan pertama yakni seleksi administrasi.

” 446 orang ini yang lulus seleksi administrasi dengan salah satu syarat nya usia maksimal 25 tahun pada akhir bulan Agustus ini, namun yang mengikuti tes tahapan kedua yakni psikotes sekitar 350 orang, ” Kata Dudung saat ditemuinya di lokasi psikotes.

Dudung juga mengatakan tahapan penerimaan call taker 112 diantaranya seleksi administrasi, psikotes, tes kompetensi dan terakhir tes wawancara.

Perlu diketahui kegiatan psikotes ini dilaksanakan di GMC Hall Arena Kota Cirebon dengan melibatkan tim psikotes independen.

 

Sumber: dkis.cirebonkota.go.id

APLIKASI LAPOR PERMUDAH SARAN DAN KRITIK MASYARAKAT

CIREBON-Aplikasi Layanan Aspirasi Pengaduan Online Rakyat (LAPOR) membantu masyarakat untuk mempermudah melakukan pengaduan, kritik, saran dan lainnya tanpa menyebarkan identitas. Masyarakat cukup menggunakan format Short Message Service (SMS) ke 1708 atau website www.lapor.go.id.

Demikian diungkapkan Pj. Wali Kota Cirebon, DR. H. Dedi Taufik, MSi dalam sosialisasi LAPOR atau Sistem Pengelolaan Pengaduan Pelayanan Publik Nasional (SP4N) pada acara car free day (CFD) di Jalan Siliwangi Depan Balaikota Cirebon, Minggu (15/7). Dedi mengatakan apreasiasi kegiatan launching aplikasi LAPOR yang mengemas berbagai kebudayaan dan kesenian yang ada di Kota Cirebon.

“Semua masyarakat yang hadir disini diharapkan dapat memberikan sosialisasi ke sanak saudara maupun lingkungan sekitar mengenai aplikasi LAPOR. Karena aplikasi ini sangat berguna untuk kemajuan di berbagai lini,” ungkap Dedi.

Dedi menambahkan LAPOR ini merupakan aplikasi yang membantu masyarakat untuk mempermudah melakukan pengaduan baik kritik, saran dan lainnya tanpa menyebarkan identitas. Warga cukup menggunakan format SMS atau website serta akan direspon oleh Pemerintah Daerah hingga Pusat karena terintergrasi.

“Masyarakat yang hadir disini selain menikmati hiburan dari acara diharapkan bisa memahami apa itu aplikasi LAPOR. Semua tim penyelenggara harus mampu memberikan pemahaman bagi masyarakat yang hadir di acara ini,” kata Dedi.

Tampak kegiatan sosialisasi berjalan ramai dan meriah dengan melibatkan beberapa kesenian di Kota Cirebon. Ratusan warga memadati CFD menyaksikan sosialisasi dengan berbagai hiburan yang disediakan. Beberapa kesenian antara lain Tari Liong dari perkumpulan Singa Mas, Gardu Musik Angklung PWY, Distro Film Cirebon dan Distro Topeng Cirebon. Selain itu juga ikut memeriahkan pengurus dan anggota FORMI, komunitas sepeda onthel, egrang Trusmi dan lainnya.

Kegiatan juga dihadiri Kapolres Cirebon Kota, AKBP Roland Ronaldy, Dandim 0614/SGJ, Letkol Inf Heri Rustanto, Ketua Pengadilan Negeri Cirebon, Suharno, SH, MH, Kepala Bidang Pengelolaan Sistem Pelayanan Informasi Publik Kementerian Pemberdayaan Aparatur Negara, Emida Suparti, SH., MAP dan Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik Kota Cirebon, Iing Daiman, SIP, MSi. Dedi bersama para undangan melepas balon sosialisasi LAPOR.

Sementara Emida menyampaikan jika aplikasi LAPOR sudah banyak mendapat respon positif dari masyarakat. Berbagai persoalan disampaikan SMS dan website terkait berbagai persoalan yang banyak ditemui.

“Sementara ini banyak keluhan seputar infrastruktur, lambatnya pembuatan KTP dan lainnya. LAPOR ini terintegrasi sehingga antara pemerintah pusat dan daerah secepatnya akan menangani bila ada keluhan. Kami harapkan masyarakat akan berperan aktif,” tandasnya.

 

Sumber: https://dkis.cirebonkota.go.id

Pemda Kota Cirebon Launching Aplikasi Sampean dan Website Smart City

CIREBON- Pj Wali Kota Cirebon melaunching Sistem Aplikasi Mobile Kepegawaian (Sampean) dan website Smart City. Aplikasi tersebut diminta digunakan sebaik-baiknya untuk menunjang kinerja PNS.

“Jangan sampai sekarang sudah dilaunching tapi tidak dimanfaatkan,” ungkap Pj Wali Kota Cirebon, Dr.H. Dedi Taufik, M.Si, saat pelaksaaan acara Pengambilan Sumpah dan Penyerahan SK PNS, Pelepasan PNS Purnabaki Periode Agustus 2017 dan Juni 2018 serta Launching Aplikasi Sampean dan Website Portal Smart City di salah satu hotel di Kota Cirebon. Karena itu Dedi meminta agar aplikasi yang berisi pendataan yang terintegrasi dengan sistem informasi kepegawaian ini benar-benar dimanfaatkan oleh PNS di lingkungan Pemerintah Daerah Kota Cirebon.

Sementara itu Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik (DKIS) Kota Cirebon, Iing Daiman, S.Ip., M.Si., menjelaskan jika aplikasi Sampean sudah bisa diunduh di playstore android. “Melalui aplikasi tersebut bisa mengecek kehadiran, tunjangan yang diberikan, berapa yang dipotong dan data kepegawaian lainnya. “Namun saat ini baru by person, artinya baru memantau data diri sendiri,” ungkap Iing. Namun ke depannya DKIS akan merancang jika apliasi Sampean juga bisa digunakan seorang atasan untuk memantau kehadiran dan kinerja bawahannya. “Tapi ini bukan absen online,” ungkap Iing. Karena logikanya, kehadiran itu di kantor.

Untuk website smart city, setiap orang di seluruh Indonesia saat ini bisa membuka website tersebut. “Tinggal buka smartcity.cirebonkota.go.id ,” ungkap Iing. Sejumlah fitur ditampilkan di website tersebut terkait Kota Cirebon sebagai smart city pun bisa dilihat. “sedangkan untuk jaringan, kami juga sudah menyediaan free wifi corner di beberapa titik,” ungkap Iing.

Sementara itu Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan Daerah (BKPPD) Kota Cirebon, H. Anwar Sanusi, S.Pd., M.Si., menyambut baik dilaunchingnya aplikasi Sampean tersebut. “Ini sebuah keharusan. Kita harus memberikan satu layanan yang cepat, tidak bisa lagi dibikin lambat,” kata Anwar. Terlebih aplikasi ini bisa diunduh melalui telefon berbasis android yang sehari-hari digunakan.

Aplikasi Sampean sendiri menampilkan 4 fitur informasi kepegawaian. Dimulai dari biodata yang terdiri dari profil, pangkat dan riawayat pekerjaan, absensi secara real time termasuk prediksi tunjangan tambahan pegawai (TPP) yang diterima pada bulan berjalan, dokumen elektronik dan pencarian data pegawai.

WUJUDKAN CIREBON KOTA CERDAS (SMART CITY) BERBASIS KEARIFAN LOKAL

CIREBON- Keseriusan Pemerintah Daerah Kota Cirebon akan implementasi Kota Cerdas atau yang lebih dikenal dengan smart city rupanya kian serius. Hal ini dibuktikan dengan salah satu cara menggelar kegiatan Focus Group Discusiion yang dilaksanakan di Ruang Command Center Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik (DKIS) Kota Cirebon, Selasa (22/05).

Kegiatan FGD ini dipimpin secara langsung oleh Sekretaris Daerah Kota Cirebon, Drs. Asep Dedi M.Si dan dihadiri oleh Staf Ahli Wali Kota Bidang Hukum dan Politik, Kepala DKIS beserta jajarannya, perwakilan Seniman dan Budayawan Cirebon, RTIK, Unsur SKPD terkait, Perwakilan Keraton Kasepuhan, Kacerbonan, Kanoman dan Komunitas Film dan Mural di Kota Cirebon.

Pada pertemuannya tersebut, Kepala DKIS, Iing Daiman, S.Ip.,M.Si menjelaskan berbagai program dan aplikasi yang sudah diterapkan di Kota Cirebon sebagai upaya membantu penyelesaian permasalahan yang ada di Kota Cirebon secara cerdas.

“Pertemuannya ini dilaksanakan sebagai upaya mewujudkan Cirebon Kota Cerdas yang berbasis kearifan lokal, program Smart City tidak melulu berbasis teknologi tetapi bisa mengangkat setiap potensi yang ada di Kota Cirebon seperti halnya potensi budaya di Kota Cirebon, “ Tuturnya.

Iing juga menjelaskan bahwa Kota Cirebon telah memiliki tag line yaitu “The Gate Of Secret”. Namun iing juga mengatakan tag line ini perlu lebih dipublikasikan agar membumi. Selain itu juga Iing mengatakan tujuannya dilakukan kegiatan ini sebagai bentuk kesiapan Pemda Kota Cirebon dan masyarakat Kota Cirebon akan perkembangan Kota Cirebon dimasa mendatang.

“Kota Cirebon telah ditetapkan sebagai metropolitan area di Wilayah Timur Jawa Barat, untuk itu kita perlu mempersiapkan diri menghadapi segala hambatan dan tantangan, konsep Smart City diharapkan dapat menyelesaikan permasalahan tersebut dengan cerdas sesuai dengan kemampuan yang ada di Kota Cirebon,” Imbuhnya.

Sementara itu menurut Sekretaris Daerah Kota Cirebon, Drs. Asep Dedi menjelaskan sebagai Kota yang mempunyai potensi di bidang budaya pariwisata, Kota Cirebon mempunyai sejarah panjang akan budaya dan pariwisata harus benar-benar diperhatikan, termasuk dalam setiap program Smart City yang mengangkat kearifan lokal di Kota Cirebon.

“Branding Kota ini sebenernya sudah tujuh tahun yang lalu kami buat namun masih dalam proses evaluasi dan semoga di tahun ini dapat tercetus sesuai dengan potensi yang ada disini. “Tuturnya.

Asep Dedi juga menjelaskan Pemerintah Daerah Kota Cirebon akan mendukung dan menerima berbagai aspirasi dari setiap seniman dan budayawan Kota Cirebon dalam memajukan Kota Cirebon.

Sumber: https://dkis.cirebonkota.go.id

PEMDA KOTA CIREBON TERUS BENAHI SISTEM INFORMASI PUBLIK

CIREBON— Pemerintah Daerah (Pemda) Kota Cirebon melalui Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik (DKIS) terus melakukan pembenahan sistem informasi publik sebagai upaya meningkatkan pelayanan kepada masyarakat khususnya dalam penyediaan informasi.

Komitmen Pemda Kota Cirebon dalam transparansi informasi salah satunya dilakukan dengan Rapat Koordinasi (Rakor) Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) Pembantu yang dijabat oleh Sekretaris Dinas atau Satuan Kerja Perangkat Dinas (SKPD) yang berfungsi sebagai hubungan masyarakat (Humas) di dinasnya masing-masing.

Sekretaris Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik (DKIS) Kota Cirebon, Ma’ruf Nuryasa AP mengatakan keterbukaan informasi merupakan tuntutan mutlak dalam implementasi good goverment dan clean goverment.

 

Dia menuturkan segala bentuk kelalaian dalam pelayanan informasi publik bisa bermuara pada gugatan hukum misalnya jika ada kelompok masyarakat yang merasa tidak mendapat pelayanan baik saat meminta informasi.

“Maka soal pelayanan informasi publik ini tidak main-main, seluruh PPID wajib memahami aturan dan tata cara penyediaan informasi,” katanya saat membuka Rakor PPID Pembantu dari tiap SKPD di lingkungan Pemda Kota Cirebon, Senin (14/05/2018).

Ma’ruf mengungkapkan dalam setiap Rakor terus ditekankan kepada PPID Pembantu dari SKPD ataupun BUMD masalah penyusunan Daftar Informasi Publik (DIP) dan Standar Operasional Prosedur (SOP) pelayanan permintaan informasi publik.

 

“Tahun ini tiap SKPD ataupun BUMD harus mampu mengumumkan DIP melalui website resmi paling lambat Juni 2018 nanti,” ujarnya.

Ketika ditemui terpisah, Kabid Pengelolaan Informasi Publik, DKIS Kota Cirebon, Rasyid Adianto memaparkan berdasarkan Undang-undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik (KIP), masyarakat pemohon informasi juga memiliki kewajiban memanfaatkan informasi yang diperoleh sesuai peruntukannya, karena apabila ada penyalahgunaan bisa berujung pada masalah hukum bagi pemohon.

“Tiap hendak meminta informasi, pemohon wajib mengisi identitas dan menuliskan secara jelas tujuan dan penggunaan data yang diperoleh nanti,” paparnya.

Rasyid menambahkan jika ada ketidakpuasan dari pemohon informasi maka pemohon bisa melayangkan keberatan kepada Komisi Informasi (KI) dan PPID atau PPID Pembantu, bisa memberikan tanggapan atas keberatan yang diajukan, sebelum masuk pada gugatan hukum.

“Jadi tidak langsung masuk pada gugatan hukum, ada proses-proses tertentu yang harus ditempuh,” tambahnya.

Rasyid mengatakan pelayanan informasi di lingkungan Pemda Kota Cirebon akan dipusatkan di Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik (DKIS) untuk memudahkan pendataan permohonan dan pelaporan penyelenggaraan informasi publik.

Sumber: https://dkis.cirebonkota.go.id

RAYAKAN ANIV SATU TAHUN, RTIK SIAPKAN STRATEGI BARU DALAM MENSUPPORT PROGRAM SMART CITY

CIREBON-Bertempat di Sekretariat RTIK Kota Cirebon, Sabtu (12/5) Relawan TIK Kota Cirebon gelar pertemuan diskusi bersama Refleksi perjalanan RTIK Kota Cirebon selama setahun.

Kegiatan tersebut diisi dengan acara Syukuran Harlah 1 Tahun RTIK Kota Cirebon sekaligus menyambut Bulan Ramadhan.

Acara di isi dengan silaturahmi, kenalan anggota baru, penyerahan seragam RTIK baru, pemaparan program dan kegiatan RTIK Kota Cirebon pada bulan ramadhan, Diskusi, Potong Tumpeng, Makan Bersama dan Foto Bersama.

Terbentuknya Relawan TIK Kota Cirebon sejalan dengan lolosnya Kota Cirebon dalam assesment Smart City. Sehingga keberadaannya diharapkan dapat membantu pemerintah Kota Cirebon untuk mewujudkan Smart City. Adanya Relawan TIK juga, diharapkan agar dapat meminimalisir kesenjangan Literasi Digital di masyarakat kota cirebon.

Awal di bentuk 6 Mei 2017 di inisiasi oleh perwakilan komunitas IT, Komunitas Blogger Cirebon, Jingga Media, Perwakilan Mahasiswa Kampus IT di wilayah cirebon yang difasilitasi oleh Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik Kota Cirebon.

16 Mei 2017 RTIK resmi memiliki pengurus. Dengan saudara Muhammad Arifin terpilih sebagai ketua umum hingga 2020. Muhammad Arifin sebelumnya adalah anggota Jingga Media sekaligus Pegiat IT yang diperbantukan di Humas Pemkot Cirebon. Tanggal tersebut disepakati sebagai momentum lahirnya RTIK Kota Cirebon.

Relawan TIK adalah komunitas IT binaan Kemenkominfo dan memiliki hirarki kepengurusan tingkat nasional. Diberbagai kota/kabupaten/provinsi juga terdapat komunitas Relawan TIK nya. Ditingkat daerah, maka Relawan TIK menjadi binaan Diskominfo stempat. Di Kota Cirebon, dalam hal ini DKIS lah yang menjadi pembina.

Anggota Relawan TIK Kota Cirebon terdiri dari berbagai kalangan/latar belakang yang memiliki kemauan dan kemampuan dalam menggunakan IT, Relawan TIK kota Cirebon didominasi oleh mahasiswa, karyawan, pelajar, development IT, guru, dan komunitas. Dan saat ini Relawan TIK Kota Cirebon memiliki 50 anggota.

Bagi lembaga, komunitas atau masyarakat umum yang ingin adanya pembinaan tentang pemanfataan teknologi bisa menghubungi relawan tik untuk pemberdayaan informatika (gratis !).

Dikatakan Arifin selaku Ketua RTIK Kota Cirebon menjelaskan dalam usia setahunnya ini, RTIK akan komitmen bersama anggota RTIK agar terus terasah dengan berbagai program dan kehiatan pemberdayaan terutama dalam mensupport kegiatan Smart City untuk Kota Cirebon.

” Relawan TIK Kota Cirebon ini sebenernya tidak ada anggaran dari pemerintah daerah maupun pemerintah pusat, Relawan TIK juga tidak digaji oleh siapapun. Jadi di usia yang baru ini kita terus berkomitmen untuk menyukseskan visi misi kita dan tentunya program smart city untuk Kota Cirebon, ” Tuturnya.

Arifin juga menegaskan relawan TIK Kota adalah komunitas IT yang sengaja dibentuk bagi orang-orang yang mau merelakan waktunya, tenaganya dan skill IT nya untuk berbagi kepada masyarakat luas demi terwujudnya masyarakat indonesia yang melek teknologi dan mempercepat akselerasi program smary city di kota cirebon.

Sementara itu menurut Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik Kota Cirebon, IIng Daiman, S. Ip.., M. Si mengucapkan selamat ulang tahun kepada RTIK Kota Cirebob yang kini sedang berulang tahun.

Iing juga sangat berterima kasih kepada RTIK karena selam ini sudah mau menjalin kerjasama dan berkolaborasi dalam memajukan Kota Cirebon untuk mewujudkan Smart City.

” Mudah-mudahan kita selalu berkolaborasi dalam memajukan Kota Cirebon ini menuju Smart City. Terima kasih atas kerjasama dan kontribusi selama ini. Mudah-mudahan langkah kita dapat Ridho dari Allah S.W.T . ” Ungkapnya.

Selain itu juga IIng berharap agar kedepan RTIK Kota Cirebon dapat terus menjaga kekompakannya, kebersamaannya dan semangatnya serta terus mampu menjaga kolaborasi antara Pemerintah Daerah Kota Cirebon khususnya DKIS dengan RTIK dalam meningkatkan literasi teknologi informasi yang ada di Kota Cirebon.

Sumber: https://dkis.cirebonkota.go.id

DKIS KOTA CIREBON KEMBALI GELAR FGD DALAM RANGKA SINERGITAS MEMBANGUN KOTA CERDAS

CIREBON- Dalam rangka membangun sinergitas antara Pemerintah Daerah Kota Cirebon dengan instansi Pemerintah lainnya serta swasta dalam membangun Kota Cerdas, melalui Dinas Komunikasi Informatika dan Stastik Kota Cirebon kembali melaksanakan Focus Group Discussion (FGD) yang dibuka secara resmi oleh Wali Kota Cirebon, Drs. Nasrudin Azis, SH Rabu (25/10).

Kegiatan FGD ini mengambil tema “Sinergitas Lintas Stakeholder dalam Mewujudkan Cirebon sebagai Kota Cerdas (Smart City)”. Dikatakan Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik Kota Cirebon, Iing Daiman, S.Ip mengatakan Kota Cirebon yang masuk kedalam 25 Kota/Kabupaten yang terpilih kedalam program Smart City oleh KEMENKOMINFO kini telah memasuki tahapan penyusunan master plan yang bisa dikatakan bahwa telah memasuki tahap akhir.

“Alhamdulillah karena kita sudah masuk dalam 25 Kota/Kabupaten sehingga kami sudah melakukan beberapa program smart city untuk jangka pendek dan panjang itu semua sudah kami buat programnya untuk program jangka pendeknya itu kita akan membuat program CIREBON WADUL BAE, CIREBON LENGKO, CIREBON BROJOL AJAKLALEN dan CIREBON MELET,” Ujar Iing.

Iing juga menjelaskan untuk program Smart City, Pemerintah mendapatkan bantuan sebanyak 2,6 M yang akan dibuat menjadi Mini Command Centre yang akan dibuat di Sekretariat Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik Kota Cirebon untuk memantau penyelenggaraan pelayanan yang ada di Kota Cirebon.

Sementara menurut Wali Kota Cirebon, Drs. Nasrudin Azis, SH mengatakan dirinya bangga akan kinerja para stafnya yang ingin terus menjadikan Kota Cirebon lebih baik dan lebih maju ke depannya. Dirinya juga mengucapkan terima kasih atas kerjasamanya dari semua pihak sehingga kini Kota Cirebon sudah hampir menyelesaikan beberapa penyusunan master plan smart city Kota Cirebon.

“Saya merasa bangga dan yakin bahwa Kota Cirebon akan lebih baik lagi dimasa-masa yang akan datang. Keterlibatan akan semua pihak ini sangat diharapkan untuk mewujudkan Cirebon menjadi Kota Cerdas,” Tutur Azis.

Azis juga menjelaskan untuk instansi Pemerintah maupun swasta lainnya pihak Pemerintah Daerah Kota Cirebon akan selalu membuka diri dan menyambut baik segala bentuk kerjasama, kolaborasi dan sinergitas dalam membangun Kota Cirebon.

Perlu diketahui adapun Program jangka pendek untuk SMART CITY di Kota Cirebon yakni :

  1. Cirebon Melet (Melek Internet). Program ini merupakan program penyediaan wifi gratis di beberapa tempat. Dan kedepannya bisa tersebar di area-area public, sarana pendidikan dan bapermas-bapermas.
  2. Cirebon Wadul Bae ( Warga Peduli Bocah Lan Emboke). Program ini merupakan program yang mengkonsepkan penanganan terpadu kekerasan terhadap anak dan perempuan.
  3. Cirebon Brojol Aja Klalen ( Akte Kelahiran Langsung Jadi Kalau Laporan Secara Online). Program ini merupakan program dokumen kependudukan akte kelahiran dan kartu keluarga dalam satu pelayanan dan mempersingkat proses menjadi dua hari dari sebelumnya 14 hari.
  4. Cirebon Lengko ( Layanan Elektronik Kesehatan Online). Program ini merupakan program sistem pelayanan antrian online berbasis android dan informasi berbasis android ketersediaan ruang rawat inap di RSUD Gunung Jati Cirebon.*

FINAL REVIEW MASTER PLAN SMART CITY KOTA CIREBON

CIREBON – Rangkaian kegiatan penyusunan master plan dalam program Smart City yang telah dilakukan dengan melaksanakan kegiatan Bimbingan Teknis (BIMTEK) sebanyak empat kali, Kamis (2/11) diakhiri dengan final review master plan Smart City di Kota Cirebon dengan ditandai penandatanganan secara langsung oleh Sekretaris Daerah Kota Cirebon Dan para Stakeholders di ruang Adipura Kencana Balai Kota Cirebon.

Dikatakan Sekretaris Daerah Kota Cirebon, Drs. Asep Dedi, M.Si dalam sambutannya dirinya mengatakan sangat berterima kasih kepada Dewan Smart City, Tim Pendamping, Tim Pelaksana Smart City, Tim Penulis dan seluruh pihak yang selama empat bulan terakhir turut serta dalam penyusunan master plan Smart City di Kota Cirebon.

“Saya mengucapkan banyak terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu menyusun master plan Smart City untuk Kota Cirebon,” Ujar Asep Dedi.

Selain itu juga Asep Dedi mengatakan agar konsep master plan tersebut dapat terlaksana. Pasalnya konsep tersebut, sesuai dengan Visi RAMAH (Religius, Aman, Maju, Aspiratif dan Hijau). Asep juga menjelaskan bahwasannya Maju yang diartikan pula selaras dengan Visi Smart City Kota Cirebon yakni “Terwujudnya Cirebon Kota Cerdas yang Kreatif, Inovatif, Sinergis dan Berdaya Saing pada tahun 2028”.

“Memang harapan saya master plan Smart City dapat terlaksana dan hal ini juga sudah kami tunjukan keseriusan kami untuk melaksanakan Program Smart City di Kota Cirebon dengan melakukan Penandatangan Bersama,” Kata Asep Dedi.

Sementara menurut Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik, Iing Daiman S.Ip mengatakan final review ini merupakan pemberian pemahaman secara keseluruhan mengenai master plan program Smart City yang akan dilaksanakan di Kota Cirebon serta beberapa kegiatan Smart City yang sudah dilaksanakan dan beberapa aplikasi pendukung Program Smart City yang sudah dapat dinikmati oleh masyarakat di Kota Cirebon.

“Final review ini merupakan salah satu pembahasan secara keseluruhan mengenai master plan program Smart City yang akan di terapkan di Kota Cirebon serta menjelaskan kembali master plan untuk jangka pendek, menengah dan juga jangka panjang,” Tutur Iing, usai memberikan ekspos final review dalam kegiatan final review master plan dan penandatanganan bersama kesepakatan pelaksanaan program Smart City.

Iing menjelaskan untuk jangka pendek master plan program Smart City yang akan di realisasikan ditahun 2017 akhir yakni Cirebon Melet, Cirebon Wadul Bae, Cirebon Brojol Aja Klalen dan Cirebon Lengko. Sementara untuk master plan jangka menengah dan panjang sesuai dengan agenda KOMINFO akan terealisasikan di tahun 2028. *